
"Kenapa kamu malah mengangguk?" tanya Digo tak terima.
"Lah memangnya kenapa? Kan saya hanya membenarkan apa yang diucapkan oleh bik Nah tadi. Saya juga tidak mungkin akan terus menjomblo seperti ini tuan. Kalau saya menuruti ucapan tuan untuk tidak berkenalan dengan laki-laki manapun yang ada saya akan menjadi perawan tua dong," ujar Sheilla. Sepertinya ia tau ide jahil dari bik Nah tadi hingga membuat dirinya mengikuti alur permainan bik Nah sekaligus ia ingin tau reaksi Digo. Jika benar laki-laki itu menyukainya sama seperti yang dia katakan tadi, pasti Digo akan menunjukkan kecemburuannya.
"Kamu tidak akan menjadi perawan tua hanya karena kamu tidak berkenalan dengan laki-laki lain," ujar Digo semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Sheilla hingga membuat tubuh Sheilla kini menempel di dada bidang Digo.
"Eh eh eh apa ini pakai peluk-peluk segala. Tuan ingat ya, Sheilla ini calon menantu saya jadi tuan tidak boleh peluk-peluk Sheilla seperti ini," ucap bik Nah sembari mencoba untuk melepaskan pelukan dari Digo tadi. Tapi bukannya pelukan itu terlepas, pelukan tersebut justru semakin mengerat hingga membuat Sheilla kesusahan untuk bernafas.
"Ishhhh lepas tidak tuan!" Ujar bik Nah dengan berkacak pinggang.
"Tidak akan. Dan kenapa bik Nah mengaku-ngaku kalau Sheilla calon menantu bik Nah. Dia saja belum tentu mau dijodohkan dengan putra bik Nah itu," ucap Digo.
"Kata siapa tidak mau. Saya mau kok tuan jika saya di jodohkan sama putra bik Nah. Lagian siapa yang nolak pesona putra bik Nah yang tampan itu dan siapa juga yang menolak untuk menjadi menantu bik Nah yang super duper baik ini." Digo memelototkan matanya dengan kepala yang ia tundukkan agar dirinya bisa melihat wajah Sheilla.
"Kamu bilang apa tadi? Putra bik Nah tampan?" Sheilla menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya, dan itu kenyataannya," jawab Sheilla yang langsung mendapat kecupan dari Digo tepat di bibirnya. Dan hal tersebut membuat bik Nah terkejut atas keberanian tuannya itu. Sedangkan Sheilla, ia langsung memukul dada Digo kesal. Bisa-bisanya laki-laki itu melakukan hal tersebut di depan bik Nah. Astaga demi apapun Sheilla malu saat ini.
Dan tanpa mereka ketahui bukan hanya bik Nah saja yang terkejut atas aksi Digo itu melainkan Vina yang tadi hampir mendekati mereka dan berhenti saat melihat adegan tersebut yang membuat dirinya kini mengepalkan tangannya.
"Ini tidak bisa di biarkan. Jika aku hanya diam saja dan tidak melakukan pergerakan apapun, aku akan kalah dengan Sheilla. Aku harus segera memikirkan cara untuk mendapatkan Digo secepatnya. Dengan apapun caranya bahkan dengan bermain licik pun akan aku lakukan demi Digo," gumam Vina.
"Dan untuk kamu, Sheilla. Awas saja akan aku singkirkan kamu secepatnya," sambung Vina dengan menatap lurus kearah Sheilla sebelum dirinya yang sudah tak kuat melihat kemesraan yang Digo lakukan kepada Sheilla pun dengan cepat ia segera pergi menjauh dari tempat tersebut.
Sedangkan Digo yang sebenarnya tadi menyadari kehadiran Vina pun ia tersenyum miring saat melihat perempuan itu sudah pergi menjauh darinya. Dan kini tatapan matanya yang tadi menatap Vina, kini beralih kearah Sheilla yang tengah mendudukkan kepalanya.
"Jika kamu berani memuji laki-laki lain didepan saya ataupun di belakang saya. Hukuman yang sempat tertunda tadi akan benar-benar saya lakukan Sheilla. Dan ingat kamu itu sudah menjadi kekasih saya. Jadi jangan berani macam-macam di belakang saya termasuk berniat untuk menjadi menantu bik Nah. Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Dan jika putra bik Nah memang mau mendapatkan Sheilla, suruh berhadapan dengan saya," ujar Digo yang membuat bik Nah yang tadi sempat terbengong karena keterkejutannya tadi ia kini mengerjabkan matanya.
"Ya."
"Tidak."
__ADS_1
Jawab Sheilla dan Digo secara serempak. Digo yang mendengar jawaban tidak dari Sheilla pun ia kembali menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu bilang tidak? Apa kamu lupa dengan perkataan saya tadi?" ucap Digo.
"Tidak, saya tidak lupa dengan perkataan tuan."
"Perkataan? Perkataan apa yang kalian maksud ini?" tanya bik Nah kepo. Dan hal tersebut membuat Sheilla dan Digo yang masih dalam posisi berpelukan pun menolehkan kepalanya kearah wanita paruh baya itu.
"Jawab!" perintah Digo kepada Sheilla.
"Itu bik, tuan tadi sempat bilang gini. Sheilla, sepertinya apa yang dikatakan Shofie dan bik Nah waktu itu benar. Jika saya sudah masuk kedalam pesonamu dan saya sudah jatuh cinta sama kamu saat ini. Begitu kira-kira bik," ucap Sheilla yang diangguki oleh Digo. Sedangkan bik Nah yang mendengar pengulangan pengucapan dari Sheilla itu pun ia terkekeh kecil.
"Apa kah perkataan itu merupakan sebuah lamaran untuk seorang gadis tuan? saya rasa tidak, tapi itu hanya sebuah pengakuan saja dari tuan sendiri. Dan biasanya nih ya jika laki-laki mau menjadikan seorang perempuan sebagai kekasihnya itu pengucapannya tuh harus begini. Dengar baik-baik ya tuan karena saya tidak akan mengulangi perkataan saya ini untuk kedua kalinya," ujar bik Nah sebelum dirinya memperagakan perkataan seorang laki-laki untuk mengutarakan isi hatinya dan niat untuk menjadikan perempuan itu sebagai kekasihnya.
"Gini nih. Dengarkan baik-baik. Seharusnya itu, Sheilla saya rasa saya sudah terjerat dalam pesonamu dan saya akui jika saya sekarang sudah jatuh cinta denganmu. Maka maukah kamu menjadi kekasih saya? Kurang lebih begitu kalau mau mengungkapkan perasaan tuh," ujar bik Nah yang justru membuat Digo memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Itu hanya untuk seseorang yang ingin mendengar kata penolakan dari perempuan yang dia cintai. Dengan cara berucap, maukah kamu menjadi kekasih saya itu yang artinya laki-laki itu memberikan pilihan antara iya atau tidak. Nah berhubung saya tidak mau mendengar penolakan, maka saya tidak akan mengucapakan hal yang tak berguna itu. Jadi mau kamu suka atau tidak, kamu sudah menjadi kekasih saya, Sheilla. Dan kamu harus ingat status baru kamu ini. Jadi jangan pernah macam-macam seperti tadi di belakang saya. Jika kamu berani macam-macam atau sampai selingkuh, saya bunuh kamu dan selingkuhanmu itu. Dan ini juga berlaku untuk putra bik Nah," ujar Digo dengan wajah seriusnya dan ucapannya itu terkesan bukan main-main saja.
Dan hal tersebut membuat bik Nah maupun Sheilla langsung menelan salivanya sendiri. Sebegitu menyeramkan kah menjadi kekasih seorang Digo, belum juga melakukan kesalahan sudah mendapatkan ancaman yang membuat Sheilla ketar-ketir dan akan berpikir 1000 kali jika ia akan melakukan hal yang tak disukai oleh Digo yang sekarang sudah mengklaim dirinya sebagai kekasihnya itu, jika ia mau nyawanya masih ada didalam raganya.