The Dark Love

The Dark Love
43. Mengantar Makanan


__ADS_3

"Huh kenyang sekali," gumam seorang perempuan yang baru saja menghabiskan makannya sembari ia mengelus perutnya yang sedikit membuncit karena telah melahap makanannya tadi.


Perempuan itu tampak bersendawa kecil sebelum ia menegakkan tubuhnya dari sandaran kursi dibelakangnya. Dan saat dirinya berniat untuk pergi dari ruangan tersebut, langkah kakinya ia hentikan. Kemudian ia menolehkan kepalanya kembali kearah meja makan.


"Tunggu sebentar. Sepertinya aku harus membawakan makanan untuk laki-laki itu ke kamarnya," gumam perempuan tersebut.


"Ya, aku harus melakukannya," sambungnya. Lalu dengan segara perempuan tersebut mulai mengambil satu piring dari dapur, kemudian ia mulai mengambil makanan yang sekiranya enak dan diminati oleh Digo.


Perempuan itu tersenyum sangat manis saat dirinya menatap hidangan yang sudah tersaji di dalam piring yang ia bawa saat ini.


"Hmmm selain air putih. Minuman apa lagi yang dia suka? Apa aku harus membuatkan dia susu atau kopi atau malah teh atau coklat panas? Haishhhhh aku bingung sendiri jadinya," gumam perempuan tersebut.


Saat dirinya berpikir keras apa yang akan ia sajikan selain makanan dan air putih untuk laki-laki yang telah menolongnya tadi, terlihat ada seorang maid yang memasuki ruangan tersebut. Dan saat maid itu sudah melewati dirinya, perempuan itu dengan cepat menghentikan langkah maid tadi.


"Heyyy kamu, tunggu sebentar!" ucap perempuan tersebut yang berhasil membuat maid tadi menghentikan langkahnya kemudian memutar tubuhnya hingga mereka berdua saling berhadapan.


"Saya Nona?" Tanya maid tersebut sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, memangnya siapa lagi kalau bukan kamu yang saya panggil sedangkan diruangan ini hanya ada kita berdua. Masa iya saya panggil diri saya sendiri, ohh come on saya tidak gila sehingga melakukan hal seperti itu," ujar perempuan tersebut yang membuat maid tadi menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari menundukkan kepalanya.


Perempuan itu yang melihat maid tersebut menundukkan kepalanya dan tak segera menghampiri dirinya pun ia berdecak sebal.


"Kenapa kamu malah bengong disitu? cepat kesini!" perintah perempuan tersebut yang membuat maid tadi langsung melangkahkan kakinya mendekati perempuan itu.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya maid tersebut dengan takut-takut.


"Saya hanya mau tanya sama kamu. Minuman apa yang sering di minum oleh Digo di pagi hari seperti ini?" tanya perempuan tersebut.


"Ehhhh tuan Digo biasanya minum susu nona," jawab maid tadi yang diangguki oleh perempuan tersebut.

__ADS_1


"Ohhh susu. Baiklah, kalau begitu cepat buatkan dia susu sekarang juga." Maid tadi tampak mengerutkan keningnya sembari menatap wajah perempuan dihadapannya itu.


"Bukannya tadi dia hanya bertanya saja denganku? Kenapa sekarang malah menyuruhku untuk membuatkannya? Aku pikir saat dia tau minuman yang sering tuan minum di pagi hari, dia akan membuatnya sendiri. Tapi ternyata dia tetap memerintahku untuk membuatnya. Maksud perempuan ini apa sih? Kenapa sangat menyebalkan sekali," gerutu maid didalam hatinya.


"Heyyy kenapa kamu malah bengong seperti itu? Cepat buatkan susu untuk tuanmu." Maid tadi tampak menghela nafas kemudian ia menganggukkan kepalanya sebelum dirinya kini mulai melangkahkan kakinya untuk membuatkan segelas susu untuk tuannya.


Sedangkan perempuan tadi, ia memilih duduk kembali untuk menunggu maid tadi menyelesaikan tugasnya. Dan tak berselang lama, terlihat maid tadi berjalan menuju kearahnya. Dan hal tersebut membuat dirinya kini berdiri dari duduknya.


"Ini nona susunya," ujar maid tersebut.


"Taruh dulu diatas meja. Dan segera carikan saya nampan."


"Nampan? Untuk apa nona?" tanya maid tersebut.


"Untuk membawa makanan dan dua minuman ini lah. Memangnya untuk apa lagi?" ujar perempuan itu.


"Ini nampannya nona," ujar maid tersebut sembari menyerahkan nampan tadi yang langsung diterima oleh perempuan tersebut.


Perempuan itu kini tampak menatap makanan dan dua minuman tadi diatas nampan tersebut. Dan setelah semuanya tertata rapi, perempuan itu dengan hati-hati mengangkat nampan tersebut kemudian ia mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan berserta maid tadi yang menatap dirinya dengan cebikkan di bibirnya.


"Ck, sudah mendapatkan semua yang dia mau dan sekarang dia main pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata terimakasih? Sombong sekali dia, menyebalkan!" geram maid tadi dengan menatap punggung perempuan itu hingga menghilang dari pandangannya.


Maid itu yang entah kenapa menjadi sebal setelah bertemu dengan perempuan yang semalam dibawa pulang oleh tuannya itu pun ia menghentak-hentakkan kakinya sebelum dirinya kini mulai melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena ulah perempuan tadi.


Sedangkan perempuan yang sudah membuat salah satu maid dirumah tersebut sebal setengah mati, ia sekarang sudah berada di depan lift. Namun saat dirinya ingin masuk, ia baru ingat jika dirinya tak tau dimana kamar Digo berada. Sehingga mau tak mau ia harus menghentikan langkahnya kembali dan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


"Heyyy kamu yang tengah membersihkan guci!" teriak perempuan itu karena jarak diantara keduanya lumayan jauh. Maid yang dimaksud oleh perempuan itu kini menolehkan kepalanya kearah sumber suara dan setelah ia melihat lambai tangan dari perempuan tadi yang memanggilnya tadi ia segera mendekatinya.


"Ya Nona ada yang bisa saya bantu?" tanya maid tersebut saat dirinya sudah berhadapan langsung dengan perempuan itu.

__ADS_1


"Beritahu saya dimana kamar Digo."


"Kamar tuan Digo?"


"Iya, katakan dimana kamar itu berada. Saya mau mengantar makanan ini untuk dia," ujar perempuan tersebut sembari melirik makanan yang tengah ia bawa.


Maid tadi mengikuti lirikan mata perempuan tersebut lalu ia menganggukkan kepalanya.


"Kamar tuan Digo ada dilantai dua. Sepertinya Nona tadi malam menempati kamar yang lain di lantai itu. Nah kamar tuan Digo berada disebelah kamar yang nona tempati tadi malam," tutur maid tersebut yang membuat perempuan tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya sebelum dirinya memutar tubuhnya dan langsung masuk kedalam lift yang ada di belakangnya. Dan apa yang ia lakukan tadi membuat maid yang ia tanyai tadi tampak menggeleng-gelengkan kepala sebelum maid tadi kembali ke pekerjaannya.


Dengan senyuman yang terukir di bibirnya, perempuan tadi melangkahkan kakinya menuju ke kamar Digo setalah lift tadi terbuka.


"Apa ini kamarnya?" gumam perempuan tersebut saat dirinya telah sampai didepan pintu kamar lainnya di lantai tersebut.


"Sepertinya memang benar karena aku rasa di lantai ini hanya ada dua kamar saja dan kamar yang itu adalah kamar yang aku tempati tadi malam dan otomatis kamar ini adalah kamar laki-laki itu," ujarnya.


"Ya sepertinya memang ini kamarnya," sambungnya. Dan tanpa menunggu waktu lama lagi, perempuan itu kini mengerakkan tangan kanannya untuk mengetuk pintu didepannya.


Tok tok tok!!!


Tiga ketukan ia layangkan namun tak mendapat respon apapun dari si pemilik kamar.


Tok tok tok!!


Lagi, perempuan itu kembali mengetuk pintu tersebut namun masih saja tak mendapat respon dari Digo.


"Apa saking nyenyaknya dia tidur hingga dia tidak mendengar ketukanku?" gumam perempuan tadi.


"Baiklah akan aku coba lagi." Tangan perempuan itu kembali terangkat dan saat dirinya ingin mengetuk pintu itu kembali, pintu tersebut lebih dulu di bukan oleh seseorang dari dalam yang membuat perempuan itu tertegun ditempatnya berdiri saat ia melihat orang yang membuka pintu kamar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2