The Dark Love

The Dark Love
259. Ketahuan


__ADS_3

Nicholas yang berada di tim yang tidak percaya dengan ucapan Raider tadi, ia angkat suara.


"Maksud tuan? Rekaman ini sudah di potong?" Raider menganggukkan kepalanya.


"Maaf tuan darimana tuan tau akan hal itu. Kita yang sedari tadi menonton rekaman CCTV ini bahkan berkali-kali kita putar tapi kita tidak menemukan hal yang mencurigakan dari rekaman ini," ujar Nicholas tak mengerti.


Raider tampak menganggukkan kepalanya dan tanpa menyuruh salah satu karyawannya yang berada di dalam ruangan yang sama dengannya, laki-laki itu memilih bergerak sendiri dengan menyambungkan laptop ke proyektor agar semua orang bisa melihat dengan jelas rekaman CCTV tersebut sekaligus agar ia tak berulangkali untuk menjelaskan ke semua orang yang ada di sana.


Saat proyektor tadi memantulkan gambar hasil rekaman CCTV tersebut, Raider mulai menjelaskan.


"Mungkin sebagian dari kalian tidak ada yang tau akan satu hal yang terjadi kemarin. Tapi yang jelas Jesi tau," ucap Raider dengan menatap kearah Jesi.

__ADS_1


Perempuan yang namanya tiba-tiba di sebut oleh Raider, ia melongo dan dengan menunjuk dirinya sendiri ia berkata, "Saya?!"


Raider menganggukkan kepalanya sebelum ia kembali fokus menatap rekaman CCTV tersebut sembari menerawang jauh kejadian kemarin yang perlahan membuat kedua tangannya terkepal.


Raider menjeda rekaman CCTV tersebut kemudian ia berkata, "Tepat di jam ini ada seseorang datang di perusahaan ini. Dia seorang perempuan. Saya kenal dengan perempuan itu karena kedatangannya tentu karena saya yang menyuruh. Tentunya kedatangan dia seharusnya terekam jelas di CCTV yang berada di lobi sampai di depan ruangan saya. Tapi anehnya rekaman ini tidak menunjukkan sedikitpun bagian tubuhnya. Dan ini sangat janggal sekali menurut saya. Tidak mungkin bukan jika CCTV ini tadi sempat mengalami rusak karena jika rusak pasti di jam selanjutnya setelah rekaman ini pasti yang kita lihat hanya layar hitam saja. Dan tidak mungkin juga CCTV akan mengalami kerusakan dalam waktu yang bersamaan kecuali memang ada hal bahaya gempa dan lain sebagainya. Tapi ini tidak. Kemarin semuanya aman. Jadi sudah di pastikan jika rekaman CCTV ini sudah di sabotase dan semua rekaman yang menangkap pergerakan dari dia sudah di hapus."


Jesi yang mendengar perkataan dari Raider, ia mengerutkan keningnya, mencoba mengingat siapa orang yang dimaksud oleh bosnya itu. Setelah beberapa detik dan akhirnya ia mengingatnya, matanya langsung terbuka lebar dan tanpa bisa ia rem lagi, mulutnya itu mengumpat dengan lantang di depan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Sedangkan Jesi yang merasa jika dirinya menjadi objek penglihatan mereka, ia meringis kemudian ia meminta maaf kesemua orang disana dengan memukul-mukul bibirnya.


Semua orang pun hanya menggelengkan kepalanya sebelum kembali ke topik utama mereka.

__ADS_1


"Jika memang begitu. Apa yang harus kita lakukan tuan? Soalnya masalah ini merupakan masalah berat yang mengancam perusahaan milik tuan. Bahkan sejak kemarin kerugian yang sudah kita alami mencapai jutaan dolar. Dan jika kita masih membiarkan masalah ini begitu saja, tentunya perusahaan tuan akan gulung tikar," ujar Naka.


"Saya akan mencoba menghubungi dia lagi, mengatur pertemuan dengan dia sebelum nantinya saya akan membalas perbuatan dia. Tugas kalian sekarang mencoba untuk mengembalikan dokumen-dokumen penting dan hal-hal rahasia milik perusahaan," perintah Raider.


"Tapi tuan, kita semua sudah menyerah. Virus yang orang itu ciptakan begitu kuat. Hacker paling pintar pun tidak bisa memecahkan masalah ini apalagi kita tuan. Dan saya yakin, virus ini hanya akan hilang jika orang yang membuatnya lah yang menghilangkannya. Saya mungkin tidak tau orang yang tuan maksud tadi. Tapi menurut cerita dari tuan, kemungkinan jika bukan dia sendiri yang melakukan sabotase ada orang lain di belakangnya. Jadi kita lebih baik sama-sama mencari orang yang tuan maksud dan menekan mereka untuk menghilangkan virus ini juga mengembalikan semuanya yang sudah hilang termasuk kerugian yang kita alami juga klien yang sudah membatalkan perjanjian kerjasama dengan perusahaan tuan," ujar Nicholas. Jujur saja ia sudah pusing menghadapi masalah ini sedari kemarin, sampai-sampai ia hanya tidur dua jam saja dan makan hanya satu kali. Jadi ia tak akan membuang sisa tenaganya hanya untuk mengulang kegiatan yang ia yakini tak akan membuahkan hasil sama sekali seperti sebelum-sebelumnya.


Sedangkan Raider, ia tampak terdiam sesaat lalu tak berselang lama kepalanya tampak mengangguk-anggukkan.


"Sepertinya apa yang kamu katakan tadi ada benarnya juga. Kita cari dia sekarang juga. Saya tau rumah dia. Kita langsung kesana saja karena saya yakin, dia tidak akan pernah mengira jika kelicikan dia akan dengan cepat ketahuan," ujar Raider dengan tatapan mata yang mulai menajam sembari kakinya melangkah meninggalkan ruangan tersebut tentunya diikuti oleh semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Sungguh ia tak percaya, istri dari salah satu anak buahnya yang sangat ia percaya justru menusuknya dari belakang. Entah apa tujuan istri Bomi itu melakukan semua ini, Raider tidak tau. Yang pasti ia sangat yakin jika Bomi tidak mengetahui tindakan yang di lakukan oleh istrinya itu. Tapi ada satu kemungkinan yang berada di benak Raider, jika istri Bomi bekerja dibawah kendali Digo, laki-laki yang selama ini ia pantau pergerakannya. Dan aksinya ini mungkin juga atas perintah dari laki-laki itu. Jika benar, Raider bersumpah, saat ini juga ia akan menghancurkan Digo sehancur-hancurnya entah dalam bidang usaha ataupun kehidupan laki-laki itu. Raider bersumpah akan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2