The Dark Love

The Dark Love
236. Kekalahan Bomi


__ADS_3

"Arkhhhh!" Suara erangan dari dua bibir seseorang terdengar memenuhi lorong mansion tersebut.


"Monik!" teriak Henry saat melihat darah mengalir tepat di lengan istrinya itu. Monik yang masih meringis ia berucap, "Jangan hiraukan aku. Aku tidak kenapa-napa dan lebih baik kamu segera cari dimana asal dari peluru tadi karena aku yakin pelaku penembakan ini adalah Bomi."


Henry terdiam. Ia tak mungkin meninggalkan istrinya yang tengah terluka sendirian dalam situasi mencekam ini. Tapi ia juga tidak bisa berdiam diri karena sebelum mereka menemukan Bomi maka laki-laki itu masih leluasa untuk menyakiti mereka kembali nanti. Dan karena hal tersebut membuat Henry dilanda dilema. Satu sisi ia tak ingin meninggalkan Monik sendirian, disisi lain ia tak ingin Bomi semakin menggila. Ia bahkan saat ini terus menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa melindungi Monik hingga membuat tubuh istrinya terluka. Dan justru Monik lah yang melindungi dia dari tembakan yang mengarah ke dirinya. Ya, Monik yang mendapat luka tembakan itu bukan karena dirinya terkena peluru yang diarahkan langsung kearahnya melainkan justru peluru yang sekarang bersemayam di lengannya itu peluru yang harusnya mengenai Henry. Monik yang memiliki refleks yang cukup baik, ia tadi menggeser tubuhnya kehadapan sang suami, menarik tubuh suaminya itu namun belum sempat mereka berdua mengelak, peluru itu lebih dulu melesat dan berakhir mendarat di lengannya.

__ADS_1


Monik yang melihat keterdiaman dari Henry, ia ingin angkat suara kembali. Namun niatannya itu terhenti kala ia mendengar suara seseorang yang entah sejak kapan bergabung dengan mereka berdua. Orang itu berkata, "Tidak perlu kalian mencari si penghianat itu karena dia sudah mati diatas sana."


Orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Digo menunjuk kearah tumpukan sofa yang diatasnya terlihat ada tubuh Bomi yang sudah terkapar dengan luka di bagian kepalanya dengan senter kecil yang menerangi arah tunjuk Digo tadi. Dan tanpa Henry ataupun Monik bertanya pun mereka tau siapa orang yang sudah berhasil membunuh Bomi jika buka Digo lah orangnya.


Dan tak berselang lama setelahnya terdengar suara banyaknya langkah kaki yang masuk kedalam lorong tersebut. Mereka langsung bergerak menuju kearah keempat orang yang lebih dulu di tempat tersebut.

__ADS_1


Lagi dan lagi Digo menunjuk kearah jasad Bomi yang otomatis membuat seluruh anak buahnya dan anak buah Henry mengalihkan pandangannya mengikuti arah tujuk Digo. Mereka sempat terkejut dengan Bomi yang ditemukan dalam keadaan bersimbah darah. Namun keterkejutannya mereka bukan karena hal tersebut melainkan mereka terkejut karena posisi Bomi berada di atas tumpukan sofa. Beberapa pertanyaan tentang kenapa bisa Bomi ada disana pun terlintas di otak mereka namun tak ada yang berani untuk bertanya langsung kepada keempat bos mereka.


"Ambil dia. Geledah tubuh dia. Apapun yang kalian temukan segera beritahu saya. Jika tidak atau kalian berniat macam-macam, maka saya tidak akan segan-segan untuk membuat nasib kalian sama persis dengan nasib Bomi," ujar Digo dengan tegas. Dimana hal tersebut membuat semua anak buahnya dan anak buah Henry mengangguk patuh sebelum mereka semua berjalan menuju kearah Bomi. Dan dengan gotong royong mereka semua berusaha untuk mengevakuasi jasad Bomi yang cukup sulit untuk mereka turunkan dari atas tumpukan sofa itu.


Sedangkan Henry, laki-laki itu dengan cepat membawa tubuh Monik keluar dari lorong tersebut dengan cara ia membopong tubuh istrinya ala bridal style. Ia harus segara melakukan pertolongan pertama agar Monik tidak kesakitan lagi dan darahnya tidak akan habis.

__ADS_1


Kepergian dari Henry serta Monik diikuti boleh Digo maupun Sheilla yang tampak menghela nafas lega karena ternyata kasus yang mereka hadapi tak terlalu rumit hingga membuat mereka harus menyelesaikannya berhari-hari.


__ADS_2