The Dark Love

The Dark Love
244. Cemburu Tak Kenal Situasi


__ADS_3

"Enak ya yang habis teleponan sama laki-laki lain." Ucapan dari seseorang yang sangat Sheilla kenal suara itu milik siapa, ia membuka matanya yang tadi sempat ia pejamkan kemudian ia menolehkan kepalanya kearah sang suami yang memasang ekspresi wajah yang sangat-sangat tak mengenakan. Dan yah, suara itu milik Digo, memangnya siapa lagi laki-laki yang posesif dengan Sheilla jika bukan suaminya itu sendiri.


Sheilla mendengus saat melihat ekspresi wajah suaminya itu.


"Tadi siapa sih yang ngasih ponsel Bomi ke aku? Nyuruh aku untuk ngangkat telepon dari laki-laki hidung belang itu? Siapa hah siapa? Kamu kan? Jadi untuk apa kamu harus cemburu. Oh astaga Digo. Bukan waktunya kamu cemburu sekarang! Jangan buang-buang waktu berharga kamu hanya karena cemburu buta yang tidak bermanfaat ini," ujar Sheilla yang sedikit menaikkan intonasi suaranya. Dimana hal tersebut membuat Digo tadi sedikit terkejut bahkan saat ini bibirnya ia majukan kedepan dengan mengalihkan pandangannya kearah lain, agar tak menatap wajah istrinya yang lagi mode garang itu.


Sheilla yang melihat Digo semakin merajuk pun ia menghela nafas lelah. Padahal suaminya sendiri yang menyuruhnya bercakap-cakap dengan Raider tadi, bisa-bisa laki-laki itu sekarang cemburu. Dan jujur saja saat ini Sheilla ingin sekali menjitak kepala Digo tapi berhubung ia lagi tak ingin menambah masalah, dirinya memilih untuk memeluk tubuh Digo, membawa kepala suaminya itu untuk bersandar di dada empuknya. Dan dengan memberikan usapan lembut di kepala Digo, Sheilla berkata, "Maaf. Jangan cemburu lagi. Lagian ada gunanya juga bukan aku bercakap-cakap dengan laki-laki hidung belang itu. Kita jadi tau siapa nama dia dan kita juga tau apa hubungan dia dengan Bomi. Kita juga sebentar lagi akan bertemu dengan orang itu dan akan memusnahkan dia sebelum dia memusnahkan kita. Jadi sudah ya cemburunya. Masalah kita masih banyak Dear jadi lebih baik kita selesaikan masalah ini terlebih dahulu dan kalau masalah ini sudah selesai, kamu mau marah atau ngambek sama aku perkara cemburu kamu ini terserah, aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi untuk sekarang aku minta tolong sama kamu tahan cemburumu itu dan ayo kita fokus ke masalah kita dan lebih baik lagi kita menyusun rencana apa yang akan kita lakukan saat bertemu dengan laki-laki hidung belang itu nanti."

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan sama Sheilla, Al. Jangan egois, gara-gara kamu cemburu, kita yang sebenar lagi akan menemukan orang yang sudah lama kita cari keberadaannya, kita kehilangan kesempatan itu. Belum lagi jika dia tau jika Bomi gagal, bukan hanya nyawa kamu yang di pertaruhkan disini melainkan ada nyawa kita bertiga juga," ujar Henry ikut membujuk Digo yang tengah merajuk itu. Walaupun dirinya tadi sempat geli sendiri melihat sang sahabat yang sedari kecil terkenal sangat pendiam itu ternyata dibalik sifat diamnya ada sisi menggemaskan juga. Dan baru Henry tau sifat Digo yang menggemaskan itu saat ini juga.


Sedangkan Monik, ia hanya mengangguk, mensetujui ucapan dari Sheilla maupun Henry.


Digo yang mendapat bujukan itu pun ia melepaskan pelukannya dari tubuh Sheilla. Dan masih dalam keadaan yang terbakar api cemburu, Digo berkata, "Lanjutkan saja. Aku tidak ingin merugikan semua orang bahkan melihat salah satu dari kalian kehilangan nyawa."


Ucapan dari Digo itu membuat ketiga orang tersebut menghela nafas lega.

__ADS_1


Namun Sheilla yang tidak peka pun, ia kini justru mengambil ponsel Digo yang tadi ia letakkan diatas meja di depannya.


Tapi saat tangannya ingin bergerak, menyalin nomor Raider ke ponsel sang suami, niatnya itu ia hentikan kemudian ia menolehkan kepalanya kembali kearah Digo yang tengah menatapnya juga.


"Boleh aku mulai?" tanya Sheilla. Takut-takut Digo nanti akan semakin merajuk kepadanya karena ia tak izin untuk melanjutkan rencana yang sudah tersusun di otak pintarnya itu.


Digo yang sebenarnya tak rela pun ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Sheilla tadi. Dimana anggukkan kepalanya tersebut membuat Sheilla tersenyum kemudian tangannya bergerak meraih tangan Digo untuk ia genggam di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya kini mulai bergerak lincah menyalin nomor Raider dan setelah selesai menyalin nomor tersebut bahkan sudah menyimpan nomor itu dengan ia namai calon mayat, tangan Sheilla kini mulai mengetik kata demi kata yang akan ia kirimkan ke Raider nantinya.

__ADS_1


Setelah Sheilla selesai mengetik pesan apa yang akan ia kirimkan ke Raider, ia memperlihatkan ketikannya itu ke ketiga orang tersebut untuk di baca oleh mereka. Dimana ia mendapatkan respon anggukkan kepala oleh Henry dan juga Monik. Sedangkan Digo, laki-laki itu merespon dengan, "Kirimkan pesan itu sekarang!"


Sheilla menganggukkan kepalanya setelah mendapat perintah dan persetujuan dari ketiga orang yang berada di sekitarnya itu. Dimana saat itu juga Sheilla langsung mengirimkan pesan itu ke Raider.


__ADS_2