The Dark Love

The Dark Love
250. Diam-diam Menghanyutkan


__ADS_3

Namun sekertaris itu langsung merubah kembali ekspresi wajahnya menjadi tenang kembali sebelum dirinya kini berdiri untuk mendekati Raider berada tentunya dengan senyum manis yang ia perlihatkan.


"Biar saya saja yang bawa tuan," ucap sekertaris tersebut dengan suara yang sangat lembut menawarkan dirinya untuk membantu sang atasan. Dimana suara lembut itu membuat Sheilla ingin muntah saja. Tadi perempuan itu sangat kasar dan berlagak sombong dihadapannya, tapi giliran di depan Raider sangat-sangat berbanding terbalik dengan sikap dia yang tadi. Dan Sheilla sangat yakin jika sekertaris perempuan itu tengah menjaga imagenya agar Raider terpikat dengannya. Ck, trik yang sangat membosankan.


Raider mengalihkan pandangannya yang tadi kearah Sheilla, kini menatap kearah sang sekretaris kemudian ia menganggukkan kepalanya sebelum ia menyerahkan nampan berisi dua gelas minuman tersebut kearah sang sekretaris yang tentunya langsung diterima oleh perempuan tersebut.


Raider jalan terlebih dahulu menuju ke salah satu sofa yang masih kosong di dalam ruangannya. Ia tak akan melakukan hal yang sama seperti tadi, tentunya karena ia tak ingin membuat Sheilla tak nyaman dengannya. Toh sebentar lagi Sheilla sendiri yang akan mendekat kearahnya tanpa ia rayu terlebih dahulu.

__ADS_1


Saat dirinya sudah mendudukkan tubuh disalah satu sofa tersebut dan sang sekertaris sudah menaruh nampan tadi di atas meja kaca, ia berucap, "Sajikan sekalian ke tamu kita."


Sang sekretaris yang baru saja ingin mendudukkan tubuhnya di samping Raider urung melakukan niatannya tadi. Dan dengan rasa tak ikhlas ia menaruh satu cangkir berisi teh itu ke hadapan Sheilla dan satunya lagi ke depan Raider. Setelahnya ia berniat ingin mendudukkan tubuhnya, tapi lagi-lagi belum juga bokongnya itu menyentuh sofa, suara Raider kembali terdengar, "Mau apa kamu? Kembali kerja sana!"


"Tuan, saya---" Suara rengekan itu belum juga selesai keluar dari bibir sekertaris tersebut karena sudah lebih dulu di putus oleh Raider.


Raider yang tentunya tak melihat raut wajah Sheilla, ia berkata, "Sarah, maaf ya atas ketidak nyamanan kamu karena sekertaris saya tadi. Dia pasti berbuat yang macam-macam ya sama kamu?"

__ADS_1


Sheilla kini menegakkan kembali kepalanya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ahhhh tidak kok tuan. Dia tidak macam-macam sama saya. Dia tadi hanya sempat menuduh saya ingin melakukan sesuatu yang saya sendiri saja tidak tau melakukan gimana. Katanya saya ingin mencuri rahasia perusahaan ini. Padahal tidak sama sekali, saya tadi memang sangat lancang mendekati meja kerja tuan. Tapi saya hanya ingin melihat foto yang terletak di atas meja itu tidak lebih," ujar Sheilla tentunya dengan kebohongan.


Raider menganggukkan kepalanya.


"Baiklah-baiklah saya percaya sama kamu. Dan lebih baik kamu minum dulu, aku lihat kamu masih takut dengan sekertaris saya walaupun dia sudah saya suruh pergi. Dan untuk meredakan rasa takut kamu, caranya dengan minum," ujar Raider.

__ADS_1


"Benar apa yang tuan katakan. Saya harus segera minum sekarang agar saya tenang kembali," ucap Sheilla sebelum dirinya mengambil minuman di hadapannya itu dan mulai menenggaknya.


__ADS_2