The Dark Love

The Dark Love
255. Kericuhan di Perusahaan


__ADS_3

Entah membutuhkan waktu berapa jam untuk Raider menidurkan kembali adik miliknya itu. Pasalnya Jesi yang tadi sangat semangat, perempuan itu sudah tepar dengan mata yang tertutup erat. Bahkan tak segan-segan Jesi tadi sempat pingsan sesaat karena benar-benar sudah tidak memiliki tenaga lagi. Tapi sayangnya saat ia kembali membuka mata, bukannya ia langsung mendapat sambutan berupa kecupan tapi ia justru mendapat serangan di bawah sana yang ternyata saat ia pingsan pun Raider terus menuntaskan napsunya. Dan tentunya hal itu benar-benar membuat Jesi kewalahan mengikuti permainan yang sangat gila ini.


Raider akhirnya menghentikan aktivitasnya dengan ia merebahkan tubuhnya di samping Jesi yang entah tidur atau kembali pingsan lagi. Tentu saja dengan penerangan yang remang-remang di tambah hari sudah gelap, Raider masih tidak bisa menyadari jika perempuan yang tidur bersamanya adalah sang sekretaris. Ia masih sama, menganggap Jesi sebagai Sarah atau Sheilla.


Dan dengan senyum penuh kepuasan Raider menarik pinggang Jesi agar semakin mendekati dirinya, lalu setelahnya ia peluk tubuh perempuan tersebut dengan memberikan kecupan di puncak kepala Jesi.


"Hari ini, 24 jam penuh kamu milikku, Sarah. Tidak akan aku biarkan kamu pergi dari sini dan menemui suamimu malam ini. Aku akan kurung kamu disini sampai pagi tiba, tidak perduli jika suamimu nanti mencari keberadaan kamu. Kalau perlu aku mengirim foto kita berdua yang tidak memakai sehelai benang ini ke suami kamu supaya kamu cerai dengan dia dan akan ku miliki kamu selamanya. Aku lebih dari segalanya dari suamimu yang payah itu. Jadi kamu tidak akan rugi jika kamu meninggalkan dia dan hidup bersamaku. Kamu terlalu cantik jika aku lepaskan begitu saja, Sarah. Aku jatuh cinta denganmu pada pandangan pertama," ucap Raider dengan mengelus punggung polos Jesi itu sebelum ia kembali menyempatkan sebuah kecupan lagi di puncak kepala perempuan yang saat ini berada di pelukannya itu. Kemudian sesaat setelahnya, ia menutup mata berniat ikut tenggelam dalam alam mimpinya.

__ADS_1


Ketika Raider tengah enak-enakan di dalam kamar dengan Jesi, tak ia sangka jika di kantor saat ini tengah kacau. Jika pukul 7 malam mereka semua sudah pulang tapi kali ini semua karyawan kantor harus pulang terlambat hanya untuk menghandle masalah yang tengah terjadi di kantor tersebut terutama para manajer yang sudah pusing menghadapi masalah tersebut. Bahkan tak satu, dua orang yang sedari tadi mondar-mandir ke ruang kerja Raider, namun sayangnya saat mereka mengetuk pintu ruang kerja bos mereka, tak ada jawaban bahkan saat mereka mencoba membuka pintu pun mereka tidak menemukan Raider di dalam ruangannya. Entah laki-laki itu kemanapun, mereka juga tidak ada yang tau.


Panggilan, email ataupun pesan pun sudah mereka kirimkan ke Raider, tapi tak ada balasan satupun dari bos mereka. Dan hal tersebut benar-benar membuat semua orang bingung terlebih masalah ini sangat-sangat besar bahkan para manager memprediksi jika masalah ini sampai besok pagi tidak juga bisa mereka atasi, perusahan lain yang bekerja sama dengan perusahaan tempat mereka kerja akan memutus kontrak mereka dan mengakibatkan kerugian besar bahkan sampai bangkrut.


"Arkhhhh! Masih saja tidak bisa! Sialan!" umpat salah satu hacker yang sempat para manager sewa tadi.


"Aku pun juga sudah menyerah. Aku bisa menghilangkan virus itu tapi hanya sekitar 3 detik saja dan setelahnya virus itu kembali. Aku benar-benar sudah angkat tangan dengan kasus ini," ucap hacker lainnya.

__ADS_1


Ketiga hacker tadi dengan kompak menatap kearah para manager yang masih berusaha menyelesaikan masalah tersebut. Saat mereka saling pandang satu sama lain, ketiga hacker tadi menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Maaf, kita menyerah."


Para manager pun hanya bisa menghela nafas panjang. Sudah bisa mereka duga jika ketiga hacker itu sama dengan hacker-hacker sebelumnya yang sudah mencoba membantu mereka dan berakhir menyerah. Bahkan hacker yang katanya paling jenius pun dia juga menyerah di tengah jalan. Jadi mereka tidak kaget jika ketiga hacker yang saat ini bersama dengan mereka memilih menyerah.


"Semua hacker yang ada di kota ini bahkan di luar kota sudah kita datangkan semua tapi tidak satupun dari mereka yang bisa menembus virus ini. Kalau seperti ini, kita harus berbuat apa lagi?" celetuk salah satu manager disana.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menunggu tuan Raider yang turun tangan sendiri. Tapi jika sampai pagi tuan Raider tidak kunjung memberikan balasan atas ribuan telepon, email atau pesan dari kita, siap-siap saja kita angkat kaki dari perusahaan ini dan cari pekerjaan lain," jawab manager lainnya yang membuat semua orang yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas berat, tak banyak juga yang mengusap wajahnya dengan frustasi. Keluar dari suatu pekerjaan setalah bertahun-tahun mereka tekuni tentunya sangat berat mereka tinggalkan apalagi yang sangat cinta dengan pekerjaan mereka. Tapi mereka juga tidak bisa dan berbuat apapun untuk masalah perusahaan saat ini karena tandingan mereka kali ini tidak bisa mereka remehkan.

__ADS_1


__ADS_2