
Sheilla maupun Digo tampak saling tatap satu sama lain. Keduanya entah kenapa merasa curiga dengan kehadiran Rivan itu. Hingga Digo kini menatap Rivan lalu berucap, "Siapa yang menyuruhmu?"
Rivan tampak tersenyum sebelum kakinya kini ia langkahkan lebih mendekat kearah Digo maupun Sheilla. Dimana setelah ia mengikis jarak diantara dirinya dan dua bosnya itu, ia melirik kearah dimana Bomi tengah bersembunyi yang justru merubah senyum Rivan menjadi sebuah senyum miring yang sangat mengerikan. Perlu kalian tau saja Rivan salah satu orang kepercayaan Digo sama dengan Bomi. Namun jika Bomi hanya memegang kendali di anak buah Digo saja maka Rivan, ia tak hanya memegang kendali anak buah Digo saja melainkan anak buah Henry juga bahkan ia dipercaya Digo untuk menjaga seluruh orang yang ada di mansion ini. Jadi jika dibandingkan dengan Bomi maka kekuasaan Rivan sebenarnya lebih tinggi dari laki-laki serakah itu.
Rivan merubah posisi berdirinya yang tadinya menyamping hingga seluruh gesture pergerakannya bisa dilihat oleh Bomi maka saat ini ia berubah menjadi memunggungi posisi Bomi, agar laki-laki itu tak melihat apa yang akan ia lakukan kepada Digo maupun Sheilla yang saat ini tengah menatap dirinya dengan ekspresi wajah bingung namun terlihat juga mereka tengah waspada kepadanya.
Rivan yang sudah memastikan jika Bomi kesusahan melihat gesture wajahnya, tangan kanan Rivan mengambil salah satu gelas diatas nampan di tangannya tersebut lalu menyodorkan gelas tersebut kearah Digo sembari berkata, "Maaf sebelumnya tuan dan nyonya. Tapi sepertinya tuan dan nyonya sudah menyadari sesuatu. Dan jika boleh saya minta bantuan kepada nyonya untuk berdiri dibelakang saya sebentar saja. Ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan ke kalian, tapi saya perlu penghalang agar seseorang yang tengah bersembunyi tidak mengetahui pergerakan saya. Dan saya minta tuan Digo menerima gelas ini terlebih dahulu tapi jangan diminum."
__ADS_1
Digo dan Sheilla yang mendengar permintaan dari Rivan, lagi-lagi keduanya saling pandang satu sama lain sebelum keduanya menganggukkan kepalanya. Dimana setelahnya kedua orang itu melakukan apa yang Rivan tadi perintahkan. Digo mengambil gelas minuman tersebut dari tangan Rivan, sedangkan Sheilla, ia bergegas untuk berdiri di belakang tubuh Rivan dan tanpa diminta terlebih dahulu oleh Rivan, Sheilla tadi menyempatkan dirinya untuk mengambil satu gelas yang masih diatas nampan tersebut.
Rivan yang melihat hal itu pun ia sempat terkejut bahkan Rivan berniat untuk mencegah pergerakan dari Sheilla. Namun saat dirinya saling bersitatap dengan istri dari bosnya itu, Sheilla menganggukkan kepalanya sebagai kode jika dirinya juga tidak akan meminum minuman yang sekarang berada di tangannya itu. Dimana hal tersebut membuat Rivan tampak menghela nafas lega saat tau jika Sheilla ternyata juga paham dengan ucapannya walaupun ucapannya tadi tidak ia lontarkan secara detail. Dan karena hal itu ia membiarkan Sheilla membawa satu gelas minuman itu untuk perempuan itu bawa pergi kebelakang tubuhnya seperti yang ia perintahkan tadi.
Sheilla tampak bingung harus berakting apa agar seseorang yang tengah bersembunyi itu tak mencurigai dirinya. Tapi untungnya saat Sheilla berdiri di belakang Rivan, bertepatan dengan itu juga Monik dan Henry mendekati mereka. Sheilla langsung menarik lengan Monik untuk bergabung dengannya. Tentunya apa yang Sheilla lakukan itu membuat sepasang pengantin baru tersebut terkejut, apalagi Henry, laki-laki itu kini memelototkan matanya, melihat tubuh Monik terhuyung ke samping. Namun untungnya, Monik bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga tarikan dari Sheilla tadi tak membuat dirinya terjatuh. Tapi saat Henry ingin protes dan memarahi Sheilla karena tak terima istrinya yang tengah hamil muda ditarik cukup kasar oleh Sheilla, Sheilla langsung memelototkan matanya kemudian ia memberikan kode lewat matanya tersebut. Dimana hal tersebut membuat Henry mengurungkan niatnya itu untuk marah-marah kepada istri dari sahabatnya.
Tapi tak menampik jika kedua orang itu kini penasaran dengan topik yang tengah mereka bicarakan, kenapa dari gesture yang diberikan oleh Digo, terlihat jika topik itu sangat serius. Ingin sekali Henry mendekati mereka berdua dan bertanya sebenarnya apa yang tengah terjadi? Tapi lagi-lagi cekalan ditangan Sheilla membuat dirinya menghentikan niatnya tersebut.
__ADS_1
"Biar Digo dulu yang bicara dengan Rivan. Kita tunggu saja disini karena aku membutuhkan seseorang untuk aku ajak berakting sekarang," ucap Sheilla.
Monik mengerutkan keningnya. Akting? Apa maksud dari ucapan dari Sheilla sebenarnya? Sumpah demi apapun ia tak paham.
"Akting apaan sih, She? Jangan mengada-ada ya kamu. Kalau kamu lupa hari ini itu hari pernikahanku dengan Monik, bukan sedangkan casting seorang aktris atau aktor untuk memerankan peran disebuah film. Dan lagi, permasalahan kita tadi juga belum menemukan titik terang. Bahkan aku dan Monik sampai kehilangan jejak si penghianat itu. Ck, dia benar-benar sangat gesit dalam bergerak dan sangat pintar memanfaatkan situasi serta kondisi disekitarnya," ucap Henry. Ia sangat kesal sekarang karena sedari tadi ia mengedarkan pandangannya untuk mencari target yang tengah dalam pengawasan mereka, tapi orang itu seakan-akan bisa menghilang hingga kepergiannya saja tak di sadari olehnya dan tak ia temukan keberadaannya sampai sekarang.
Sheilla tampak memutar bola matanya dengan malas. Namun tak urung ia menjawab ucapan dari Henry tadi.
__ADS_1
"Ck, akting yang akan kita perankan itu memang ada kaitannya dengan si penghianat. Aku yakin dia sekarang tengah mengawasi kita dari kejauhan bahkan Rivan tadi bilang seperti itu yang artinya Rivan tau betul posisi penghianat saat ini. Dan Digo berbincang dengan Rivan, aku yakin jika pembicaraannya mengarah ke permasalahan kita ini. Jadi kalian berdua lebih baik melakukan apa yang aku katakan tadi untuk berakting denganku. Dan biarkan Digo menyelesaikan pembicaraannya terlebih dahulu dengan Rivan. Satu lagi kalian berdua jangan banyak tanya karena ini bukanlah waktu yang tepat untuk kalian bertanya," ucap Sheila tak terbantahkan. Karena kalau sampai salah satu dari dua orang di hadapannya itu ingin menyangga ucapannya, Sheilla tak akan segan-segan lagi untuk membekap bibir kedua orang itu. Tapi syukurnya keduanya tampak mengerti ucapannya itu dan cukup patuh kepadanya sehingga tak ada lagi pertanyaan ataupun ucapan yang menyinggung tentang penghianatan di mansion itu. Bahkan keduanya sekarang tengah berakting, seakan-akan mereka tengah berbicara kepada Sheilla. Dimana hal tersebut cukup membuat Sheilla menghela nafas lega, setidaknya jika mereka melakukan ini Bomi tidak akan mencurigai mereka bertiga dan tidak akan curiga dengan Rivan yang tengah bercakap-cakap dengan Digo.