The Dark Love

The Dark Love
64. Kebiasaan Aneh Digo


__ADS_3

Digo terus berjalan beriringan dengan Sheilla hingga keduanya kini telah sampai di depan pintu utama mansion tersebut.


"Ini tuan tas kerja tuan," ucap Sheilla sembari menyodorkan tas kerja Digo kehadapan laki-laki tersebut. Namun bukannya langsung diterima oleh Digo, laki-laki itu justru sedari tadi tak memperhatikannya dan malah mengedarkan pandangannya, menatap kearah anak buahnya yang tengah mencuri-curi pandang kearah Sheilla.


"Jaga mata kalian! sebelum mata kalian itu saya lepas dari tempatnya!" ucap Digo sangat tegas yang ia tujukan kepada seluruh anak buahnya yang dengan berani-beraninya melirik kearah Sheilla.


Sedangkan Sheilla, ia sempat terkejut dengan ucapan Digo tadi. Kenapa laki-laki itu terlihat sangat marah tanpa alasan seperti ini? batin Sheilla karena dia memang tak sadar jika penyebab Digo marah kepada anak buahnya itu karena dirinya.


"Tuan, kenapa?" tanya Sheilla sembari mengelus lengan Digo agar laki-laki itu sedikit menenangkan dirinya dari emosi yang membuncah.


Digo menatap Sheilla lalu ia menghela nafas panjang sebelum ia menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada apa-apa. Saya ke kantor dulu. Jaga diri kamu baik-baik. Jika ada yang mengganggu kamu di sini segara hubungan saya. Ahhhh untuk ponsel baru kamu, saya letakkan di atas nakas. Disana sudah ada nomor saya yang bisa kamu hubungi kapanpun jika kamu rindu dengan saya," ucap Digo dengan sedikit melontarkan godaannya. Dan hal tersebut membuat Sheilla menghela nafas malas.


"Sudahlah tuan jangan coba-coba untuk menggoda saya lagi. Dan lebih baik tuan sekarang segara pergi ke kantor," ujar Sheilla sembari menyerahkan tas kerja Digo ke tangan laki-laki itu.


"Kamu mengusir saya?" tanya Digo dengan ekspresi wajah datarnya.


"Ehhhh tidak. Saya tidak bermaksud untuk mengusir tuan. Saya hanya tak mau tuan telat masuk ke kantor. Tuan kan juga menjabat sebagai pimpinan nah seorang pimpinan tuh harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawannya," ucap Sheilla diakhiri dengan cengiran di bibirnya.


"Cerewet! Baiklah saya berangkat sekarang tapi cium saya dulu," ujar Digo sembari membungkukkan tubuhnya agar tinggi badannya setara dengan tinggi Sheilla yang hanya sebatas bahunya.


Sheilla yang mendengar ucapan dari Digo tadi ia membelalakkan matanya. Bisa-bisanya laki-laki itu meminta dirinya untuk menciumnya di hadapan para anak buah Digo yang ia yakini akan melihat jika Sheilla benar-benar melakukan apa yang diinginkan Digo tadi.


"Cepat cium saya, Sheilla," ucap Digo tak sabaran.


"Tuan, please jangan menggoda saya seperti ini."


"Saya tidak lagi menggoda kamu, Sheilla. Tapi saya memang mau kamu cium. Jadi cepatlah sebelum saya telat masuk ke kantor. Dan katamu tadi saya harus memberikan contoh yang baik ke---"

__ADS_1


Cup!


Satu kecupan mendarat di bibir Digo yang membuat laki-laki itu bungkam seketika.


Sheilla, si pelaku yang membuat tubuh Digo seakan-akan beku di tempat pun ia kini menatap ke sekeliling dan untungnya semua anak buah Digo sedang tak memperhatikan kejadian tadi. Kalau sampai ada yang melihatnya, mau ditaruh dimana muka cantik Sheilla ini. Tapi sayangnya tebakan Sheilla tadi salah besar pasalnya dibalik pintu utama mansion tersebut ada seorang laki-laki yang melihat adegan tadi.


"Sialan. Kenapa aku harus keluar disaat yang tidak tepat sihhh? Mereka juga kenapa pagi-pagi seperti ini sudah menebar ke romantisan mana tidak tau tempat dan situasi lagi. Menyebalkan!" gerutu orang tersebut yang tak lain ada Henry.


Henry yang keburu iri dengan ke-uwuan dari Sheilla dan Digo pun ia segara masuk kembali kedalam mansion tersebut dengan wajah masam dan umpatan yang ia tujukan kepada Sheilla ataupun Digo yang berhasil membuat jiwa jomblonya itu meronta-ronta.


Sedangkan Digo, ia mengerjabkan mata dengan debaran jantung yang tak biasa.


Dan setelahnya dia menegakkan tubuhnya dengan pipi yang merona.


"Ehemmm saya pergi dulu," ujar Digo dan tanpa menunggu persetujuan dari Sheilla. Ia lebih dulu kabur dari hadapan perempuan tersebut menuju ke dalam mobilnya.


Sheilla yang melihat hal tersebut pun ia dibuat melongo sebelum dirinya menggelengkan kepalanya. Dan ia memilih untuk segera masuk kedalam mansion tersebut.


Henry melirik sekilas kearah Sheilla, sebelum dirinya melewati perempuan itu tanpa menyapa seperti biasanya bahkan senyuman Sheilla tak dibalas oleh Henry. Maklum saja Henry masih iri karena dirinya tak bisa beradegan romantis seperti Sheilla dan Digo tadi.


"Tuan Henry kenapa?" gumam Sheilla sembari melihat kepergian Henry yang menuju kearah mobil yang didalamnya ada Digo.


"Dia lagi iri sama keromantisan seseorang yang tak sengaja dia lihat tadi." Suara bik Nah masuk kedalam indra pendengaran Sheilla yang membuat perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah sumber suara berada.


"Maksud bibik?" tanya Sheilla yang tak paham dengan ucapan bik Nah tadi. Dan pertanyaannya itu hanya dijawab senyuman saja oleh wanita paruh baya tersebut.


"Bukan apa-apa Sheilla. Lebih baik kamu segera membersihkan tubuhnya kamu. Dan untuk hari ini kamu jangan pakai baju maid tapi pakai pakaian berwarna hitam karena sebentar lagi jenazah akan segara sampai disini," ujar bik Nah yang membuat Sheilla mengerutkan keningnya.


"Jenazah?" Bik Nah menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Jenazah siapa bik? Kenapa Sheilla tidak tau jika ada anggota di rumah ini yang meninggal?" tanya Sheilla.


"Jenazah ini bukan merupakan anggota dari rumah ini, Sheilla. Tapi jenazah ini adalah jenazah dari teman nona Vina yang waktu itu menjadi salah satu korban di bandara. Dan karena identitas teman nona Vina ini juga hilang, jadi tuan Digo berbaik hati menyarankan jenazah itu dimakamkan di negara ini saja dengan beliau yang membiayai semua biaya pemakannya," jelas bik Nah yang membuat Sheilla menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu aku akan siap-siap untuk penyambutan jenazah itu bik. Ahhhh tapi tunggu dulu. Jika semua ini atas ide tuan Digo, berati beliau juga tau jika jenazah ini akan dimakamkan hari ini kan?" Tanya Sheilla yang diangguki bik Nah.


"Tapi kenapa dia hari ini malah pergi ke kantor dan tidak ikut dalam penyambutan jenazah itu?" tanya Sheilla kembali.


"Saya juga tidak tau, Sheilla. Sudahlah jangan di pikirkan tentang tuan Digo. Sekarang kamu segera bersih-bersih badan kamu sana dan setelah itu kamu sarapan, jangan sampai kamu lupa dengan sarapan kamu yang berakhir kamu akan sakit seperti kemarin." Sheilla tampak tersenyum lalu setelahnya ia menganggukkan kepalanya. Tapi anggukan itu terhenti saat Sheilla menyadari sesuatu.


"Bik," panggil Sheilla.


"Kenapa?" tanya bik Nah.


"Tuan Digo sudah sarapan belum tadi?" tanya Sheilla pasalnya saat ia membuka matanya tadi ia melihat Digo sudah dalam keadaan mandi.


"Ohhh tuan Digo. Beliau memang tidak terbiasa sarapan, Sheilla. Jadi kamu tidak perlu heran kalau tuan akan langsung pergi begitu saja tanpa makan secuil roti atau setetes susu saja karena itu sudah menjadi kebiasaannya. Dan jangan pernah memaksanya untuk sarapan karena tuan nanti justru akan merasakan sakit di perutnya," ujar bik Nah menjelaskan kebiasaan aneh dari Digo itu.


"Ehhhh dia sarapan malah sakit?" Bik Nah menganggukkan kepalanya.


"Aneh sekali," gumam Sheilla dengan suara lirihnya agar tak didengar oleh siapapun termasuk bik Nah.


"Sudah tidak ada yang ditanyakan lagi kan?" pertanyaan dari bik Nah tadi membuat Sheilla kembali menatap wajah wanita paruh baya itu lalu ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari bik Nah tadi.


"Kalau tidak ada, jangan buang-buang waktumu lagi untuk bengong disini Sheilla. Segara kembali ke kamarmu. Bibik tunggu kamu di ruang makan," ujar bik Nah.


"Baik bik Nah. Sheilla sekarang ke atas dulu ya," ucap Sheilla yang diangguki oleh bik Nah.


Sheilla yang melihat anggukan kepala dari bik Nah pun ia segara pergi dari hadapan wanita paruh baya tersebut menuju ke lantai atas dimana letak kamar Digo dan dirinya berada.

__ADS_1


...****************...


Ampun, kalian benar-benar semangat banget ya... belum ada jam 6 sore udah tembus 55 like. Maka seperti biasa semangat kalian menjadi semangatku juga dan aku kasih Triple up lagi Yeyyyyy. Kalian senang? Jika senang jangan lupa eps ini harus tembus 60 like sebelum jam 2 pagi. Jangan lupa buat VOTE, HADIAH, KOMEN dan SHARE cerita ini. See you next eps bye 👋


__ADS_2