
Monik yang melihat Henry meminum susu hamilnya itu ia menghentikan aksi memukulnya tadi.
"Kenapa susunya kamu minum?" tanya Monik yang ditatap Henry dari ekor matanya.
"Kata kamu tadi, kamu tidak mau minum susu itu. Jadi daripada mubasir dibuang lebih baik aku minum," jawab Henry sebisa mungkin ia bersabar menghadapi istrinya tersebut.
"Kalau kamu minum nanti kamu ikut-ikutan hamil kayak aku."
Uhukk!
Henry tersedak makanan yang belum selesai ia kunyah hanya karena mendengar ucapan tak masuk akal dari Monik tadi.
"Air mana air uhuk," ucap Henry yang merasakan tenggorokannya yang terasa sakit itu.
Monik yang khawatir pun dengan cepat ia berlari kearah kamar mandi dimana hal itu membuat mata Henry melotot.
Namun saat ia ingin berteriak untuk mengingatkan Monik agar tidak berlari-larian, ia tak bisa melakukannya pasalnya tenggorokannya masih sakit.
Tak berselang lama Monik telah kembali dengan masih berlari ia menghampiri Henry.
"Ini air," ucap Monik sembari menyerahkan satu gelas berisi air itu. Dan tanpa menaruh curiga sedikitpun kepada Monik, Henry mengambil gelas tersebut kemudian meminumnya. Namun setelah dua kali tegukan ia merasa jika air itu berbeda dengan air yang ia minum sehari-hari. Dan karena rasa penasarannya, ia menjauhkan gelas tersebut lalu ia menelisik air yang ada di dalam gelas tersebut.
"Kamu cari apaan sih didalam situ?" tanya Monik yang sedari tadi memperhatikan Henry.
"Kamu dapat air ini dari mana?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Monik, Henry justru kembali bertanya.
__ADS_1
"Ohhhh air itu aku dapatkan dari kran air di wastafel dapur."
"APA?!" Teriakan menggelegar dari Henry tadi membuat semua orang terkejut dan mengalihkan pandangannya kearah Henry semua. Tak terkecuali dengan Monik yang kini tengah mengelus dadanya yang berdetak dua kali lebih kencang dari sebelumnya.
"Monik! Astaga, ya tuhan!" erang Henry sembari memijit pangkal hidungnya.
"Apa sih?"
"Kamu ya astaga. Sumpah demi apapun, kamu sangat menyebalkan. Kenapa kamu ambilkan aku air kran?" tanya Henry dengan menatap tajam mata Monik.
"Ya memangnya kenapa kalau aku ambilin kamu air kran?"
"Apa kamu tidak melihatnya jika aku tadi meminum air yang kamu berikan ini?"
"Lihat. Tapi apa masalahnya. Air kran di sini itu bersih bisa di minum. Semua orang di mansion ini bahkan aku pun juga meminumnya." Tanpa di beritahu pun Henry juga tau akan hal itu karena dia dulu juga sempat mencoba meminum air dari kran tapi akibatnya ia diare 3 hari sampai ia harus di rawat di rumah sakit.
"Kenapa tidak bisa coba. Air itu sudah jelas-jelas terbukti bersih jadi tidak usah lebay deh hanya gara-gara air saja sampai di besar-besarkan," ujar Monik yang membuat Henry kini mengepalkan tangannya.
"Lebay kamu bilang."
"Iya memangnya kenapa? Kamu tidak terima? Orang itu kenyataannya kok, kamu itu lebay. Kamu juga tidak akan sakit hanya gara-gara minum air kran doang. Kalau kamu sakit berarti kamu lemah." Habis sudah kesabaran Henry sekarang.
"Iya memang aku lemah karena aku tidak akan baik-baik saja setelah minum air itu. Puas kamu," ucap Henry lalu setelah mengucapkan hal tersebut ia meninggalkan Monik yang tengah mencerna ucapan dari Henry tadi dan beberapa pasang mata yang melihat pertengkaran diantara calon pengantin itu. Tak terkecuali dengan Digo juga Sheilla yang baru saja memijakkan kaki mereka kedalam mansion saat keributan itu terjadi.
"Ya Tuhan ada-ada saja dua orang ini. Udah tau besok mau menikah malah bertengkar," gumam Sheilla dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ujian sebelum pernikahan itu namanya sayang. Tapi aku rasa besok mereka akan gagal melakukan pernikahan deh." Sheilla menolehkan kepalanya kearah sang suami yang berdiri disampingnya dengan kerutan di keningnya.
"Maksud kamu?" tanya Sheilla tak paham dengan maksud dari ucapan Digo tadi.
"Ya mereka akan gagal karena Henry tidak bisa hadir saat pernikahan nanti."
"Ck, lebih baik kamu jelasin dengan bahasa bayi saja deh, Dear karena aku belum juga paham maksud kamu. Kenapa Henry tidak bisa hadir di acara pernikahannya sendiri? Apa ada pekejaan yang tiba-tiba harus ia kerjakan? Atau kamu dengan jahatnya memberikan tugas ke luar negeri atau luar kota ke Henry? Kalau sampai kamu melakukannya awas saja kamu, Henry dan Monik memang tidak akan berani menghukum kamu karena telah mengundur pernikahan mereka berdua tapi aku bisa. Aku tidak akan segan-segan menggantikan dua orang itu untuk menghukummu dengan hukuman kalau kamu tidak boleh tidur satu ranjang bahkan satu kamar denganku selama satu bulan," ucap Sheilla dengan menyelipkan sebuah ancaman jika suaminya itu telah berani menggagalkan acara sakral itu.
Sedangkan Digo, ia memutar bola matanya malas. Belum juga ia menjelaskan lebih detail ia sudah di tuduh oleh istrinya tercinta itu, untung sayang kalau tidak pasti sudah ia tendang.
"Aku tidak segila itu sayang. Alasan Henry tidak datang di acara pernikahannya sendiri besok karena dia akan mengalami diare parah." Sheilla membelalakkan matanya.
"Kok bisa?" tanyanya tak percaya.
"Ya karena dia minum air kran. Daya tahan tubuh dia itu sebenarnya lemah sayang. Jadi dia harus memperhatikan apa yang ia makan atau yang ia minum jika sampai ia tidak memperhatikan dan hanya asal makan atau minum dia akan diare atau sakit," ujar Digo yang membuat Sheilla kini khawatir.
"Kalau begitu dia nanti akan---" Digo menganggukkan kepalanya.
"Mungkin. Tapi semoga dia baik-baik saja sampai acara besok terlaksana dan berjalan dengan lancar," ucap Digo walaupun ia yakin hal itu mustahil terjadi.
"Semoga saja," balas Sheilla.
"Kalau begitu kamu coba samperin Monik sana gih. Kasih tau akibat dari perbuatannya tadi. Aku mau ke Henry dulu, mau memeriksa keadaan dia." Sheilla menganggukkan kepalanya, mensetujui perintah dari sang suami tadi.
Digo yang melihat anggukan kepala dari sang istri pun ia tersenyum lalu mengecup kepala Sheilla sebelum dirinya pergi dari samping sang istri, menyusul kepergian Henry yang sepertinya laki-laki itu tengah berada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Dan tak berselang lama setelah kepergian dari Digo tadi, Sheilla juga melangkahkan kakinya menuju kearah Monik yang masih berada di tempatnya tadi. Tapi terlihat jika perempuan itu sekarang tengah menggerutu tak jelas terlihat dari bibirnya yang terus bergerak dengan ekspresi wajah tak enak di pandang. Dan Sheilla tebak Monik sekarang tengah menggerutu Henry, terbukti saat dirinya sudah berada di dekat perempuan itu ia sempat mendengar, "Ya kali hanya minum air kran yang sudah jelas-jelas terbukti bagus justru bisa buat dia tidak baik-baik saja. Emang dasarnya tuh laki-laki lebay maksimal. Huh, Menyebalkan!"