The Dark Love

The Dark Love
94. Peringatan Terakhir


__ADS_3

Vina yang nyawanya kini sudah sepenuhnya kembali pun ia mengumpat saat dirinya baru sadar jika ketiduran di depan kamar Digo.


"Sial sial sial! Kenapa aku bisa ketiduran disini sih? Dan berani-beraninya maid sialan itu membangunkanku dengan cara seperti tadi. Benar-benar maid yang tidak punya adap sama sekali," ucap Vina sembari menatap kearah Monik yang tengah sibuk dengan pekerjaannya itu dari kejauhan sebelum dirinya kini berdiri dari duduknya itu.


"Ini juga, dari tadi malam sampai pagi, kenapa tidak ada satupun orang yang keluar?" ujar Vina saat dirinya mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar Digo tersebut.


Lalu setelahnya Vina memilih untuk kembali mengetuk pintu kamar itu. Dan tidak seperti tadi malam yang harus membuat dirinya berteriak seperti orang kesetanan dan berulang kali ia mengetuk pintu itu, pagi ini dengan sekali ketuk saja pintu itu telah terbuka dan menampilkan Henry dari balik pintu tersebut.


"Huftttt akhirnya keluar juga," ucap Vina.


"Oh ternyata tadi cuma tidur toh. Padahal saya berharapnya anda mati," ujar Henry menyambut pagi Vina itu.


Vina yang mendengar perkataan dari Henry tersebut ia mendelikkan matanya. Enak saja mulut laki-laki itu berbicara. Tapi tunggu dulu, jika Henry berucap seperti itu berarti laki-laki itu tau jika dirinya tadi tertidur di depan kamar Digo ini dong?

__ADS_1


"Kamu tau aku tidur disini?" tanya Vina untuk memastikan yang hanya dijawab gedikkan bahu oleh Henry dengan kaki yang kini melangkah keluar dari kamar tersebut lalu menutup kembali pintu itu sebelum dirinya berjalan meninggalkan depan kamar lama Digo tersebut.


Vina yang melihat hal itu pun ia segara menyusul langkah Henry dengan berlari kecil.


"Hey, tunggu. Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Kamu lihat aku tertidur di lantai tadi kan?" tanya Vina yang sudah berhasil menyamai langkah Henry.


"Sepertinya anda sudah tau jawabannya, jadi saya tidak perlu repot-repot untuk menjawabnya," ujar Henry.


"Untuk apa saya membangunkan orang gila? Toh orang gila seperti anda ini memang pantas tidur di luar tanpa alas apapun." Jawaban dari Henry itu membuat Vina benar-benar sakit hati.


"Sialan! Berani-beraninya kamu mengatai aku orang gila. Kamu yang gila, semua orang disini selain Digo gila semua. Aku jadi kasihan sama Digo yang sudah mau mempekerjakan orang-orang gila, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak memiliki attitude seperti kalian semua di mansion ini. Dan ingat satu perkataanku ini jika aku nanti sudah menjadi nyonya di manison ini, kalian semua akan aku pecat dan akan aku ganti dengan orang-orang yang memiliki kualitas tinggi daripada kalian yang dibandingkan dengan pengemis di jalanan saja masih kalah jauh dengan pengemis itu. Semua pekerja yang ada di mansion ini rendahan bahkan sangat-sangat rendahan!" teriak Vina dengan sangat lantang dan hal tersebut membuat Henry yang tadinya mengabaikan ucapan dari Vina dan berniat untuk segara masuk kedalam lift pun mengurungkan niatnya tadi. Dan dengan tatapan yang menajam, Henry memutar tubuhnya kearah Vina yang berdiri 5 meter darinya itu.


Sedangkan disisi lain, masih di lantai yang sama. Monik yang juga mendengarkan perkataan dari Vina tadi pun, kedua tangannya kini terkepal erat. Dan tak memperdulikan pekerjaannya lagi, Monik bergegas menuju ke sumber suara tadi.

__ADS_1


"Coba ulangi perkataan anda tadi!" Perkataan itu tidak hanya terlontar dari satu orang saja melainkan dua orang yang berucap secara serempak. Dan orang itu adalah Henry juga Monik yang sudah berdiri tepat di belakang Vina.


Vina yang sudah diapit oleh dua monster yang tengah menjelma menjadi manusia itu pun, bukannya takut ia justru terkekeh menatap dua orang di hadapan dan dibelakangnya itu secara bergantian.


"Wow wow wow, kompak sekali ya kalian berdua. Hmmm sepertinya kalian cocok kalau jadi pasangan. Pasangan bodoh upssss. Ahhhh dan kalian tadi meminta aku untuk mengulangi ucapanku tadi kan. Dengan senang hati aku akan mengulanginya jadi harap dengar baik-baik ya," ucap Vina sembari mengambil nafas panjang sebelum dirinya berucap.


"Aku sangat-sangat kasihan sama Digo yang sudah mau mempekerjakan orang-orang gila, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak memiliki attitude seperti kalian semua di mansion ini. Dan ingat satu perkataanku ini jika aku nanti sudah menjadi nyonya di manison ini, kalian semua akan aku pecat dan akan aku ganti dengan orang-orang yang memiliki kualitas tinggi daripada kalian yang dibandingkan dengan pengemis di jalanan saja masih kalah jauh dengan pengemis itu. Semua pekerjaan yang ada di mansion ini rendahan bahkan sangat-sangat rendahan!" ulang Vina sama persis yang ia katakan sebelumnya.


Dan hal terbesar membuat Monik juga Henry mendekati dirinya. Hingga tanpa Vina duga, dua orang itu langsung menyerangnya secara bersamaan. Jika dari belakang Vina langsung mendapat jambakan dari Monik maka dari depan ia mendapat cekikan di lehernya dari Henry. Dan yang di lakukan oleh dua orang itu benar-benar membuat dirinya tidak bisa melawan sama sekali. Bahkan rasanya, leher hingga kepalanya seakan-akan ingin pisah dari tubuhnya. Bisa di bayangkan kan seberapa hebatnya serangan dari dua monster itu.


"Ingat baik-baik Nona Vina yang terhormat. Saya beritahu anda sebuah fakta yang mungkin akan membuat diri anda menjadi gila sungguhan. Jika anda sampai kapanpun tidak akan pernah bisa menjadi nyonya di mansion ini karena yang akan menjadi nyonya adalah Sheilla yang sekarang sudah berstatus sebagai kekasih tuan Digo. Dan perlu anda tau Nona, semua pekerjaan yang ada di mansion ini memang tidak semuanya berpendidikan tinggi seperti anda tapi kita semua lebih pandai dari anda. Attitude kita memang tidak bagus tapi setidaknya attitude kita berada satu tingkat lebih tinggi dari Anda. Dan apa perlu saya ingatkan sekali lagi Nona jika Anda disini hanyalah seorang benalu yang hanya menumpang hidup anda di mansion ini. Anda itu merupakan beban kita semua yang ada disini terutama tuan Digo. Tolong ya Nona kalau sudah jadi benalu itu harus tau malu! Dan satu lagi, apa yang saya katakan ini mungkin akan menjadi peringatan terakhir untuk anda. Jika anda sampai berucap merendahkan semua orang yang ada di mansion ini terutama para maid maka saya tidak akan segan-segan lagi untuk melenyapkan anda di dunia ini. Karena dunia ini tidak membutuhkan orang-orang bermulut sampah seperti anda. Ingat ucapan saya ini Nona karena ucapan saya ini bukan hanya ancaman semata melainkan akan saya lakukan jika nona merendahkan kita semua. Jangan membuat diri anda menyesal di kemudian hari," ucap Monik yang semakin kasar memberikan jambakan kepada Vina tadi sebelum dirinya melepaskan jambakannya itu dengan sangat kasar. Lalu setelahnya ia memilih untuk berjalan menuju lift di lantai tersebut.


Sedangkan Henry yang merasa ucapan Monik itu sudah mewakili apa yang ingin ia ucapan pun, tanpa mengucapakan sepatah kata, Henry melepaskan cengkramannya di leher Vina dengan kasar hingga tubuh Vina terbanting dan menghantam lantai dengan cukup keras. Dan setelahnya Henry berjalan menyusul perginya Monik tadi.

__ADS_1


__ADS_2