
Dan kepergian dari nenek Sheilla tadi membuat Digo langsung berdiri dari duduknya.
"Kita ke kamar sekarang. Ada sesuatu yang akan aku tanyakan ke kamu," ujar Digo, lalu setelah ia berjalan lebih dulu menuju kearah kamar mereka berdua. Dimana langkah kakinya itu diikuti oleh Sheilla dengan perasaan was-was. Was-was jika Digo sadar akan kebohongan yang ia buat tadi.
"Kunci pintunya!" perintah Digo kala mereka berdua telah sampai dikamar.
Sheilla yang mendapat perintah itu pun tanpa bantahan ia langsung menjalankan apa yang diperintahkan Digo tadi. Dan setelah ia mengunci pintu kamar tersebut, ia berjalan mendekati Digo yang sudah duduk di pinggir ranjang mereka.
"Duduk," ucap Digo dengan mata yang menatap kearah Sheilla yang saat ini tengah menundukkan wajahnya dan salah satu tangannya yang menepuk bagian ranjang disebelahnya. Kode jika Sheilla harus duduk di tempat yang ia tepuk tadi.
Dan setelah Digo melihat Sheilla sudah duduk disampingnya, ia kembali angkat suara.
"Katakan kenapa kamu tadi ke kamar nenek bahkan sampai mengunci pintu kamar beliau?" tanya Digo dengan mata yang terus terfokus kearah kekasihnya itu.
"Aku kan tadi sudah---"
__ADS_1
"Kamu tidak pandai berbohong di depanku sayang. Jadi hentikan kebohonganmu itu," ucap Digo memotong ucapan dari Sheilla sebelumnya.
Dan perkataan dari Digo tadi membuat Sheilla mengigit bibir bawahnya. Ternyata apa yang ia khawatirkan ternyata terjadi juga. Tapi walaupun begitu, ia harus memutar otaknya untuk memberikan alasan lain karena ia belum percaya 100% dengan foto yang baru saja ia dapatkan tadi.
"Ya, aku mengakuinya jika aku tadi berbohong. Aku ke kamar nenek hanya ingin mencari fotoku saat masih bayi Dear. Aku hanya ingin melihat kenang-kenangan itu yang selama aku hidup di dunia ini belum pernah aku melihatnya," ujar Sheilla dengan kerucutan di bibirnya.
"Dan kamu tidak menemukannya?" Sheilla mengganggukan kepalanya.
"Aku pikir tadi nenek menyimpan foto masa kecilku itu di album foto miliknya yang lain. Tapi setelah aku melihat semua album foto itu, aku tidak menemukannya. Hanya ada fotoku saat sudah duduk disekolah dasar saja. Aku sempat iri dengan Shinta yang mempunyai foto bayi setelah aku melihatnya disalah satu album foto milik nenek sebelum aku nekat untuk masuk dan mengunci kamar nenek tadi. Aku juga ingin lihat wajah bayiku Dear, tapi ternyata tidak ada sama sekali karena semua foto bayiku sudah hangus terbakar saat rumah nenek dulu kebakaran," tutur Sheilla dengan berusaha keras untuk mengeluarkan air matanya. Hingga akhirnya ia berhasil mengeluarkan air mata buayanya itu.
"Aku tau kamu pasti berpikir yang macam-macam karena kamu tidak pernah melihat foto masa kecilmu itu terlebih setelah kamu mendengar ucapan Shinta waktu itu. Aku tau kamu sekarang tengah kepikiran akan hal itu. Tapi aku mohon kamu tenanglah sedikit sayang. Jangan sampai karena hal itu kamu jadi lupa akan segalanya dan membuatmu sakit. Dan mungkin apa yang dikatakan oleh nenekmu itu tadi benar jika foto-fotomu itu sudah lenyap terbakar dan ucapan dari Shinta itu tidak benar alias salah. Adikmu itu mungkin sengaja mengatakan hal itu dengan tujuan agar kamu down dan terpuruk. Jadi lebih baik kamu jangan memikirkan hal itu. Dan kamu tenang saja aku pasti akan membantu kamu untuk membuktikan apakah kamu memang memiliki darah yang sama dengan darah yang mengalir di tubuh Shinta atau tidak. Tapi nanti saat anak buahku sudah menemukan Shinta karena ternyata satu hari setelah kita pergi ke Indonesia, dia dan suaminya itu juga pergi dari Paris menuju ke Indonesia juga. Jadi aku sudah mengerahkan semua anak buahku yang berada di negara ini untuk segera menemukan Shinta agar kita bisa memberikan pelajaran kepadanya karena sudah menyakitimu dan nenek, juga mengambil sempel darah dia atau rambut dia untuk kita lakukan tes DNA denganmu. Jadi aku minta kamu untuk bersabar sebentar ya sayang jika kamu tidak siap untuk bertanya langsung kepada nenek tentang identitas dirimu yang sebenarnya," ucap Digo panjang lebar dengan mengelus lembut punggung kekasihnya itu.
Dimana Sheilla yang mendengarkan perkataan dari Digo itu, ia lagi-lagi bersyukur karena sudah memiliki kekasih seperti Digo ini. Tapi disisi lain, ia tersenyum karena telah berhasil membohongi Digo untuk yang pertama kalinya dengan air mata buayanya itu.
"Sepertinya aku berbakat untuk debut menjadi seorang artis. Aktingku sepertinya sudah benar-benar bagus. Dan maafkan aku, sayang. Aku tidak berniat untuk membohongimu. Karena aku perlu membuktikan sendiri tentang kebenaran atas bukti yang telah berada di genggaman tanganku ini. Dan jika aku berhasil membuktikannya, aku berjanji akan menceritakannya kepadamu. Sekali lagi aku minta maaf kepadamu sayang. Dan terimakasih karena kamu sudah selalu ada untukku dan selalu mengedepankan masalahku terlebih dahulu dari masalahmu yang lebih berat itu. Maafkan aku sayang, maaf," batin Sheilla dengan mengeratkan pelukannya ditubuh Digo itu.
__ADS_1
Sebelum ia menyadari akan sesuatu yang membuat dirinya kini melepaskan pelukan dari Digo tersebut. Dan dengan menangkup kedua pipi kekasihnya itu, Sheilla menatap lurus kearah mata Digo. Dan apa yang dilakukan oleh Kenza itu membuat Digo kini mengangkat salah satu alisnya. Seolah-olah alisnya itu mewakili dia bertanya kepada Sheilla.
"Apa kamu sudah tidak demam lagi sayang? Dan kenapa kamu sudah bangun dari tidurmu padahal belum ada satu jam kamu tidur. Jadi lebih baik kamu sekarang tidur kembali. Jangan memikirkan tentangku lagi karena aku sudah baik-baik saja," ucap Sheilla dengan perlahan merebahkan tubuh Digo ke atas ranjang tersebut diikuti oleh Sheilla yang langsung memeluk tubuh kekasihnya itu kala dirinya sudah merebahkan tubuhnya itu karena ia tau Digo tidak akan bisa tidur jika tidak memeluknya.
"Aku bangun gara-gara anak buahku yang menggedor-gedor pintu kamar tadi dengan berkata jika kamu tengah mengurung diri di kamar nenek," balas Digo dengan membalas pelukan Sheilla dan mencari posisi ternyamannya itu sebelum matanya ia pejamkan.
"Iya-iya aku minta maaf akan hal itu. Dan tidurlah sekarang karena aku tidak mau melihat kamu besok yang masih sakit seperti saat ini. Karena jika kamu besok masih sakit, aku tidak akan segan-segan untuk mengurungmu didalam kamar tanpa laptop dan tanpa ponsel. Harus 24 jam istirahat, aku tidak mau tau jika kamu besok belum sembuh," ucap Sheilla yang membuat Digo hanya bisa menghela nafasnya.
"Lakukan saja sayang yang penting dalam waktu 24 jam itu kamu selalu menemaniku untuk tidur. Aku tidak mempermasalahkan hidup tanpa laptop dan ponsel selama 24 jam itu. Dan selain aku yang istirahat, kamu juga harus tidur sekarang juga," ujar Digo dengan menggerakkan tangannya untuk menutup mata Sheilla. Dimana kekasihnya itu langsung menyingkirkan tangannya tadi. Sebelum dirinya berkata.
"Iya Dear iya. Aku akan ikut tidur denganmu sekarang karena aku juga cukup lelah melewati hari ini," ucap Sheilla mulai menutup matanya itu.
Dan bertepatan dengan hal itu, Digo membuka matanya kembali untuk melihat wajah gadisnya itu.
"Selamat tidur siang sayang," ucap Digo.
__ADS_1
"Selamat tidur siang juga Dear," balas Sheilla tanpa membuka matanya dan hal itu membuat Digo gemas. Dan untuk menyalurkan ke gemasnya itu, ia memeluk tubuh Sheilla dan mendusel-duselkan wajahnya ke dada empuk Sheilla itu beberapa saat sebelum aksinya itu ia hentikan dan barulah ia menutup matanya.