
"Ada apa?" suara bariton dari sosok tegap nan tampan di hadapannya membuat lamunan perempuan tersebut tersadar.
Dengan semburat merah semu di pipinya, perempuan itu menundukkan kepalanya.
"I---ini aku mau mengantar kamu makanan. Kata maid yang ada di bawah, sedari tadi kamu tidak keluar dari kamar. Makanya aku berinisiatif untuk membawakan kamu makan, ini juga sebentar lagi akan siang. Aku takut kamu keasikan tidur tapi lupa makan. Dan maaf karena sudah mengganggu tidurmu... Hemmmm tapi jika dilihat-lihat aku bukan menganggu tidurmu melainkan aktivitas mandimu," ujar perempuan itu sembari melirik ke arah dada bidang Digo yang mengintip sedikit dibalik handuk kimono yang ia pakai saat ini.
"Ohhh oke, thanks," ucap Digo. Lalu kemudian setelah ia menyampirkan handuk kecil yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya ke bahunya, ia mengambil nampan yang dibawa perempuan itu. Kemudian setelah ia mendapatkan nampan tadi, ia bergegas untuk masuk kedalam kamar kembali tak lupa ia menutup rapat pintu kamarnya tanpa memperdulikan jika perempuan itu masih berdiri tegap di depan pintu tadi.
Dan hal tersebut membuat perempuan tersebut yang tadinya berniat untuk bersuara, bibirnya ia katupkan kembali dan berubah menjadi kerucutan.
"Setidaknya tawarin masuk gitu kek buat ucapan terimakasih," gumamnya dengan sebal. Ia menatap nanar pintu bercat hitam itu sebelum dirinya menghentakkan kakinya kemudian berjalan menuju kamar yang ia tempati semalam.
Sedangkan didalam kamar, Digo meletakkan nampan tadi diatas nakas tepat disamping tempat tidurnya. Ia tersenyum kala melihat wajah cantik gadis yang tengah terlelap di ranjangnya itu.
Digo mendudukkan tubuhnya disamping tubuh Sheilla, kemudian tangannya bergerak untuk mengusap lembut pipi gadis tersebut.
Dan karena usapan lembut itu membuat sang gadis kini mengerjabkan matanya. Sebelum mata indah yang sangat menenangkan itu terbuka sempurna.
Sheilla yang baru saja membuka matanya tampak terdiam sesaat dengan mata yang tertuju kearah Digo yang tengah memberikan senyum simpul kepadanya. Rambut yang sedikit basah dan acak-acakan dengan sedikit dada bidang laki-laki itu yang terekspos menambah kesan hot dan seksi untuk Digo.
Tubuh Sheilla di buat menegang saat ia melihat Digo justru membungkukkan tubuhnya dan semakin mendekati wajahnya.
Digo yang melihat keterbengongan Sheilla, ia semakin melebarkan senyumnya.
"Apa kamu mau mencoba memegangnya, baby?" Ucap Digo tepat di samping telinga Sheilla. Dan ucapan dari laki-laki itu diakhiri dengan Digo meniup telinga Sheilla yang membuat perempuan tersebut refleks bergidik risih dan karena alarm bahaya sudah mengkode otaknya, Sheilla dengan cepat mendorong tubuh Digo untuk menjauh dari dirinya.
Digo yang mendapat dorongan dari Sheilla pun ia hanya terkekeh. Dorongan itu tak ada apa-apa bahkan tubuhnya yang didorong Sheilla tak bergerak sedikitpun. Hingga membuat perempuan yang berada di bawah kungkungannya saat ini terlihat sangat ketakutan.
__ADS_1
Cup!
Sheilla membelalakkan matanya saat Digo mengambil sebuah kecupan di bibirnya.
"Tuan!!!! Apa yang tuan lakukan!" geram Sheilla tak terima.
Digo menggedikkan bahunya sembari menegakkan kembali tubuhnya. Sheilla yang sudah terbebas dari kungkungan Digo, ia segera mendudukkan tubuhnya sebelum laki-laki itu melakukan hal diluar otak bersihnya.
"Hanya sekedar ciuman selama siang," ucap Digo dengan entengnya. Dan hal tersebut membuat Sheilla menjadi cengo sendiri.
Tukkk!
Sentilan kecil di hidung Sheilla membuat perempuan yang tadi masih shock akan aksi Digo yang mengecup bibirnya untuk yang kesekian kalinya membuat perempuan itu lagi-lagi tersadar.
"Jangan kebanyakan bengong. Cepat mandi sana dan setelah selesai mandi kamu makan makanan ini," ujar Digo lalu beranjak dari samping tubuh Sheilla menuju ke ruang walk in closed.
"Ini makanan, apa dia yang mengambil sendiri untukku?" gumam Sheilla namun sesaat setelahnya ia menggelengkan kepalanya.
"Tidak, tidak mungkin dia akan mengambilkan aku makanan. Memangnya aku ini siapanya dia? Pacar bukan? Istri apalagi. Jadi tidak mungkin dia yang mengambilkan makanan ini untukku, mengingat dia tadi juga berpenampilan seperti itu," lanjutnya.
"Jangan kebanyakan bengong Sheilla. Cepatlah mandi dan kita akan segera pergi setelah kamu makan makanan itu!" teriak Digo dari dalam ruangan walk in closed.
"Ehhhh pergi? Pergi kemana?" tanya Sheilla penasaran.
"Jangan banyak tanya, Sheilla karena kamu nanti akan tau sendiri. Cepat bersihkan badanmu itu sebelum saya bergerak untuk memandikanmu," ujar Digo sembari menyembulkan kepalanya di balik pintu walk in closed.
Sheilla yang mendapat penawaran mengerikan dari Digo dengan cepat ia menggelengkan kepalanya. Dan dengan cepat ia berlari menuju ke arah kamar mandi namun sebelumnya ia sudah mengambil baju yang sebelumnya telah ia bawa sebelum dirinya dikungkung oleh Digo untuk terlelap kembali.
__ADS_1
Sedangkan Digo yang melihat Sheilla ngacir masuk kedalam kamar mandi pun ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sebegitu takutnya kah dia sama perkataan saya tadi? Padahal jika wanita lain yang saya tawarkan untuk saya mandikan, mereka pasti langsung pasang badan. Tapi dia berbeda dan itu sangat menarik untuk saya," gumam Digo dengan seringaiannya sebelum dirinya kembali menutup pintu ruangan walk in closed.
Dan hanya membutuhkan waktu 40 menit saja, Sheilla telah selesai dengan ritual mandinya kemudian ia berjalan keluar dengan baju khas maid yang melekat di tubuhnya.
Digo yang tadi tengah memasang jam tangan mahalnya, ia mengernyitkan keningnya saat melihat penampilan Sheilla.
"Kenapa kamu pakai baju itu? Bukannya saya tadi sudah bilang kalau kita akan pergi?" Sheilla menggigit bibir bawahnya. Terus terang saja selain baju maid, ia hanya memiliki beberapa baju tidur saja dan itupun di belikan oleh Digo. Dan untuk baju bepergian ia tak mempunyai sehelai baju sama sekali.
"Baju ini juga tidak buruk untuk digunakan bepergian tuan. Toh baju maid ini kan hanya dirancang khusus untuk para maid di rumah ini. Saya yakin orang lain juga tidak sadar jika baju yang saya kenakan saat ini adalah baju maid," ujar Sheilla.
"Tidak bisa. Ganti bajumu sekarang dengan pakaianmu yang lain!" perintah Digo.
"Maaf sebelumnya tuan. Tapi selain baju maid saya hanya mempunyai baju tidur saja," ucap Sheilla dengan menundukkan kepalanya.
Digo yang baru sadar pun ia menghela nafas. Ia lupa membelikan baju selain baju tidur dan baju maid untuk Sheilla.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu tunggu sebentar disini dan makanlah makanan itu. Jangan kemana-mana. Kamu mengerti?!" Sheilla menganggukkan kepalanya.
Digo yang melihat anggukan kepala dari perempuan itu, ia kini beranjak keluar dari kamar tersebut meninggalkan Sheilla yang menatap dirinya dengan helaan nafas panjang. Sebelum dirinya kini berjalan menuju ke makanan yang sama sekali tak tersentuh sedikitpun itu.
...****************...
Yookkkk 50 like sebelum jam 6 sore bisa yok bisa semangat untuk kalian dan semangat untuk aku sendiri ๐
Note : Alur ini emang aku buat lambat ya, jadi jangan pada protes ngokey sayang. Karena cerita ini tak serumit yang kalian pikirkan mungkin๐
__ADS_1
Udah lah ya aku kebanyakan cingcong, bye semua see you next eps bye ๐