The Dark Love

The Dark Love
160. Restu Nenek


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dimana Digo sudah selesai membersihkan tubuhnya sedangkan Sheilla, perempuan itu masih tertidur nyenyak diatas ranjang di kamar tersebut. Dan hal itu membuat Digo tersenyum kemudian ia mendekati tubuh kekasihnya itu, lalu memberikan kecupan di pipi Sheilla.


"Aku akan pergi untuk meminta restu ke nenek sekarang juga sayang," pamit Digo dengan suara yang sangat lirih agar kekasihnya itu tak terbangun dari tidur nyenyaknya itu.


Dan setelah mengucapkan hal tersebut, ia bergegas keluar dari dalam kamarnya dengan tujuan ia mencari keberadaan nenek Sheilla itu.


Saat dirinya berada di ruang keluarga, ia mengedarkan pandangannya namun tak ada nenek disana. Dan saat dirinya ingin menuju ke dapur, ia tak sengaja bertemu dengan bik Suri. Mungkin dengan bertanya kepada wanita paruh baya itu ia bisa langsung tau keberadaan nenek, pikir Digo.


"Bik Suri tunggu sebentar," ucap Digo yang membuat bik Suri kini menghentikan langkahnya dan dengan cepat Digo kini mulai mendekati bik Suri.


"Bik, apa bibik tau dimana nenek sekarang berada?" tanya Digo saat dirinya sudah berdiri di hadapan salah satu pekerja di rumah tersebut.


"Saya terakhir kali melihat nenek masuk kedalam kamarnya tuan," ucap bik Suri.


"Didalam kamarnya ya bik?" Bik Suri menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih ya bik atas informasinya," ucap Digo dan setelah ia mengucapkan kata terimakasih, dengan langkah lebarnya ia menuju ke kamar nenek Sheilla.


Dimana saat dirinya telah sampai di depan pintu kamar tersebut, tangannya bergerak untuk mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok tok tok!!!


"Nek, ini Digo. Apa Digo boleh masuk, ada sesuatu yang perlu Digo bicarakan dengan nenek," ucap Digo yang membuat nenek Sheilla yang tadinya tengah melihat-melihat lebih tepatnya memeriksa isi box yang sama seperti yang ditemukan oleh Sheilla tadi dengan cepat ia mengembalikan barang-barang yang sempat ia keluarkan tadi. Lalu setelahnya ia segera menyembunyikan box tadi di kolong tempat tidurnya itu.

__ADS_1


"Nek," panggil Digo kembali saat ia tak mendengar jawaban dari nenek Sheilla atas ucapannya sebelumnya.


"Ahhhh ya nak. Masuk saja. Pintu kamar nenek tidak terkunci," balas nenek yang membuat Digo kini langsung membuka pintu tersebut.


Dan saat pintu itu berhasil ia buka, ia tersenyum kala matanya bertatapan dengan mata nenek Sheilla yang juga tengah tersenyum kepadanya.


"Sini nak, duduk sini," ucap wanita tua itu dengan menepuk-nepuk sisi ranjangnya yang masih kosong itu.


Dimana ucapannya itu diangguki oleh Digo sebelum laki-laki tersebut kini berjalan dan langsung duduk disamping nenek Sheilla.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan ke nenek?" tanya nenek Sheilla dengan lembut.


"Begini nek. Digo dan Sheilla sudah sangat lama berhubungan. Kita berdua juga sudah sangat mantap untuk melanjutkan hubungan kita ini ke jenjang pernikahan, membangun rumah tangga kita berdua. Dan tujuan Digo kesini, menghadap nenek secara langsung dan tanpa mengurangi rasa hormat Digo, Digo ingin meminta restu dan izin dari nenek untuk hubungan Digo dan Sheilla ke hubungan yang lebih serius lagi yaitu pernikahan. Digo harap nenek memberikan restu dan izin nenek kepada Digo untuk mempersunting Sheilla untuk Digo jadikan istri satu-satunya Digo untuk selamanya," ucap Digo dengan menggenggam tangan wanita tua tersebut.


"Nenek kasih restu dan izin untuk kamu meminang Sheilla. Tapi nenek minta tolong ke kamu, jika kamu sudah menjadi suami dia, jaga dia baik-baik ya nak. Jangan sakiti fisik dan hatinya. Dan jika kamu sudah tidak mencintai Sheilla lagi, kembalikan ke nenek secara baik-baik seperti kamu meminta dia ke nenek saat ini," ucap nenek Sheilla itu. Walaupun didalam otaknya itu banyak sekali pikiran yang menunggu sebush solusi darinya sendiri itu.


Digo yang mendengar permintaan dari nenek kekasihnya itu pun tanpa ragu ia langsung menganggukkan kepalanya.


"Siap nek. Tapi untuk mengembalikan atau menyakiti Sheilla, Digo dengan sangat-sangat yakin tidak akan melakukannya. Jika Digo lupa akan ucapan Digo ini dan melakukan hal yang sangat pantang Digo lakukan ini. Nenek boleh memotong lidah Digo saat Digo ingkar dalam perjanjian Digo yang tak mau menyakiti dan mengembalikan Sheilla ke nenek. Dan tolong pegang kata-kata Digo ini nek," ucap Digo dengan bersungguh-sungguh.


Nenek Sheilla yang tak melihat keraguan sama sekali dari laki-laki dihadapannya itu pun ia semakin melebarkan senyumnya.


"Iya nak, nenek percaya sama kamu. Kamu orang baik yang pastinya tidak akan melakukan hal keji itu nanti kepada Sheilla. Nenek sepenuhnya percaya sama kamu," ujar wanita tua tersebut yang membuat Digo kini meraih kembali tangan nenek kekasihnya tersebut lalu ia mencium punggung tangan wanita tua itu berkali-kali dengan berucap.

__ADS_1


"Terimakasih nek. Terimakasih banyak karena nenek sudah mempercayakan Digo untuk menjaga Sheilla, sudah memberikan restu serta izin nenek untuk hubungan kita yang akan masuk ke jenjang pernikahan ini. Digo benar-benar berterimakasih banyak kepada nenek."


"Iya nak iya. Nenek juga berterimakasih kepadamu yang mau memilih Sheilla menjadi istrimu. Ahhh dan kemana dia sekarang berada? Kenapa dia tidak menemanimu saat meminta restu ke nenek saat ini?" tanya wanita tua itu dengan mengedarkan pandangannya keseluruhan kamar tersebut dimana ia tak menemukan batang hidung Sheilla.


"Sheilla tengah tidur nek. Digo tidak tega jika harus membangunkan dia yang tengah tertidur nyenyak itu," jawab Digo yang sudah menghentikan aksi mencium punggung tangan nenek Sheilla tersebut.


"Ohhhh dia tengah tidur ya. Ya sudah tak apa yang penting nenek sudah memberikan restu ke kalian berdua. Semoga niat baik kalian ini berjalan dengan lancar seperti yang kalian inginkan," ucap nenek.


"Aamiin terimakasih atas doanya nek," balas Digo yang dijawab dengan anggukan kepala oleh wanita tua tersebut.


Sedangkan disisi lain, Sheilla kini mengerjabkan matanya berkali-kali dan dengan mengerutkan keningnya ia menatap kearah jam dinding di kamar tersebut.


"Astaga sudah jam 5," ucap Sheilla yang tampak terkejut melihat waktu yang ditunjukkan oleh jam tersebut. Dan saking terkejutnya dia, ia sampai terduduk di atas ranjang dengan mata yang menelusuri setiap sudut kamar tersebut.


"Lho Digo kemana?" tanyanya pada dirinya sendiri saat ia tak mendapati tanda-tanda keberadaan kekasihnya di kamar tersebut.


"Apa dia tengah keluar mencari angin sore? Hmmmm mungkin. Sudahlah dia nanti juga pasti akan kembali lagi. Dan lebih baik aku sekarang membersihkan tubuhku yang sudah sangat lengket ini," ujar Sheilla lalu setelahnya barulah ia beranjak dari atas ranjang tersebut menuju ke arah kamar mandi.


Dimana saat dirinya ingin menelanjangi dirinya sendiri, ia baru mengingat jika didalam saku celananya itu terdapat berbagai foto serta kalung yang sama persis seperti milik Digo itu.


Dan dengan menatap foto-foto tersebut juga kalung yang sudah berada di tangannya itu, ia berucap.


"Aku pastikan jika aku akan mengetahuinya jawabannya cepat atau lambat,"

__ADS_1


__ADS_2