The Dark Love

The Dark Love
171. Permintaan Digo dan Sheilla


__ADS_3

"Hentikan. Jangan tembak Yoga!" teriak Sheilla yang membuat semua orang disana langsung menatap kearah perempuan tersebut yang kini tengah memperlihatkan cengiran di bibirnya itu.


"Ucapan Sheilla tadi hanya untuk membuktikan saja jika kedua orangtua Sheilla memang masih perduli dengan Sheilla atau tidak. Tapi dengan aksi kalian tadi, Sheilla percaya jika kalian memang masih perduli dengan Sheilla. Yoga hanya melakukan penindasan saat pertama kali kita bertemu saja dengan dia yang mengacam Sheilla tapi setelah Sheilla bergabung dengan dia, dia tidak melakukan penindasan akan ancamannya itu. Malah dia baik karena mau menjaga keluarga angkat Sheilla. Yoga sebenarnya baik kok hanya ngeselin aja," sambung Sheilla dengan jujur.


"Kamu yakin dan kamu tidak bohong dengan kita semua kan? Jangan takut dengan dia lagi karena dia tidak akan pernah berani berbuat macam-macam kepadamu," ujar Papa Devano.


"Sheilla yakin dan Sheilla tidak sedang berbohong Papa Devano. Jadi jangan bunuh Yoga ya dan lebih baik senjata kalian simpan lagi, kasihan tuh Yoga yang sudah sangat pucat," ujar Sheilla yang lagi-lagi membuat semua orang disana menatap kearah Yoga. Dan benar saja, saat mereka melihat Yoga, wajah laki-laki itu sangat pucat dengan keringat dingin yang sudah membasahi tubuhnya. Dimana tubuhnya itu kini tengah bergetar ketakutan.


"Lebih baik kalian dengar ucapan Sheilla tadi karena apa yang dikatakan oleh Sheilla benar. Dia tidak melakukan hal macam-macam apalagi menindas Sheilla. Aku sudah pernah menyelediki dia," timpal Digo yang sepertinya dirinya dan kekasihnya itu saling bekerjasama untuk membuktikan jika memang mereka semua masih peduli dengan keduanya dan tidak ada niatan jahat sama sekali dengan mereka.


Dan ucapan dari Digo tadi membuat ketiga orang paruh baya tersebut langsung menurunkan senjata mereka lalu menyimpannya kembali.


Sedangkan Yoga, ia langsung meluruhkan tubuhnya hingga terduduk diatas lantai kamar inap Sheilla tersebut dengan helaan nafas lega.


"Fyuhhh selamat-selamat," gumam Yoga dengan tangan yang bergerak untuk mengelus dadanya sendiri.


Dan hal tersebut tak luput dari pandangan Sheilla yang kini tengah terkekeh melihat Yoga yang sangat-sangat ketakutan itu. Ia menganggap jika ketakutan Yoga saat ini merupakan balasan yang dia berikan kepada laki-laki itu.


Sedangkan orang-orang yang tengah berkumpul di ruang tunggu didalam kamar inap itu kembali ke topik utama pembahasan mereka tadi tanpa mempedulikan Sheilla maupun Yoga yang tengah saling bertengkar lewat tatapan mata mereka, lebih tepatnya Sheilla yang mengejek Yoga saja.


"Jadi bagaimana? Apa kamu sekarang sudah percaya dengan kita semua jika kita mendirikan Beautiful Aster atau Los Asteriscaz itu hanya untuk kebaikanmu dan Sheilla?" tanya Bian.

__ADS_1


"Sulit untuk mempercayai hal itu. Karena kalian tau aku sangat sulit percaya dengan seseorang apalagi orang itu sudah pernah menimbulkan kesalahpahaman kepadaku," ujar Digo yang membuat semua orang yang ada disana kini menghela nafas panjang.


"Apa yang harus kita lakukan agar kamu percaya dengan kita lagi Al?" tanya Franda yang merasa menyesal karena telah melakukan rencana tersebut walaupun untuk kebaikan kedua anak tersayangnya itu.


"Apa kalian yakin mau melakukan apa yang aku minta?" tanya Digo.


"Tentu saja. Jadi katakan apa yang kamu inginkan agar kita langsung mengabulkannya sekarang juga dan agar kamu bisa percaya lagi dengan kita," ujar Bian yang diam-diam membuat Digo tersenyum sangat tipis.


"Nikahkan Sheilla denganku." Semua orang yang ada disana tampak berdecak saat mendengar permintaan dari Digo itu.


"Ck, kalau itu mah tanpa kalian minta kita juga akan melakukannya," ujar Franda yang diangguki oleh keempat orang lainnya.


"Tentu saja. Itu urusan gampang," jawab Papa Devano.


"Setelah menikah Sheilla akan tinggal bersamaku dan akan aku bawa ke Paris. Kalian bersedia?" tanya Digo kembali.


"Bawa saja. Saat kata sah terucap dari bibir para saksi pernikahan kalian, maka Sheilla wajib patuh denganmu dan kamu berhak atas Sheilla," jawab Franda yang diangguki oleh Digo.


"Baiklah. Tapi saat aku dan Sheilla pergi, semua tanggungjawab nenek Sheilla ada di tangan kalian, mulai dari mengurus dan terus menyambangi beliau setiap hari agar beliau tidak merasa kesepian."


"Tenang saja. Kita akan melakukannya. Toh Mama sama Aunty Franda juga selalu memiliki waktu luang di setiap harinya. Jadi kita masih bisa mengunjungi nenek Sheilla di rumah beliau nanti. Dan kalian hanya cukup memberitahu alamat rumah nenek," ujar Mama Ciara.

__ADS_1


"Untuk alamat, kita besok atau nanti akan berkunjung ke sana," tutur Digo yang diangguki setuju oleh semua orang yang ada di sana.


"Apakah permintaanmu sudah selesai?" tanya Papa Devano.


"Tentu saja---" Digo sengaja menggantung ucapannya itu dan saat mereka semua yang duduk dihadapannya tengah menghela nafas lega, Digo melanjutkan ucapannya itu.


"Aku belum selesai mengucapakan perkataanku tadi," sambung Digo.


"Ehhhh belum selesai?" beo Franda yang diangguki oleh Digo.


"Ya, karena aku tadi ingin mengatakan, tentu saja tidak karena aku masih memiliki satu permintaan lagi yang harus kalian berikan kepadaku agar aku bisa percaya kepada kalian sepenuhnya lagi seperti sebelumnya." Kelima orang yang berada di hadapan Digo itu termasuk Kiya yang sudah terbebas dari bungkaman tangan sang Mama tampak saling pandang satu sama lain dengan gedikkan di bahu mereka. Sebelum akhirnya Bian kembali angkat suara.


"Katakan apa permintaan tambahanmu itu!" Kata Bian yang membuat Digo kini tersenyum. Dan saat dirinya ingin mengatakan permintaannya itu, Sheilla lebih dulu menghentikan niatannya tersebut.


"Berikan Beautiful Aster atau Los Asteriscaz ke tangan kita berdua!" ucap Sheilla yang justru semakin membuat Digo melebarkan senyumnya itu. Kekasihnya itu memang paling tau apa yang dirinya inginkan.


Sebenarnya Digo tidak terlalu menginginkan komplotan yang dibuat oleh para orang paruh baya itu. Tapi dengan cara dia meminta Beautiful Aster atau Los Asteriscaz, dia bisa memantau secara langsung apa yang tengah komplotan itu rencanakan. Dan dengan ia memegang komplotan tersebut, ia pasti akan tau jika kedua orangtuanya dan kedua orangtua Sheilla tengah merencanakan pembunuhan tentang dirinya, jika memang rencana itu ada dan jika tidak ada ya syukurlah.


Dan saat Digo tengah tersenyum karena pikiran Sheilla sejalan dengannya, berbeda dengan ke-empat orang itu yang tampak terkejut dengan permintaan Sheilla tersebut.


"Apa yang dikatakan Sheilla tadi sama seperti yang aku inginkan. Jadi apakah kalian bisa memberikan Beautiful Aster atau yang sekarang disebut dengan Los Asteriscaz ini ke tangan kita berdua? Jika kalian tidak bersedia maka jangan harap kita berdua akan percaya lagi dengan kalian. Kita tidak perduli jika kalian kedua orangtua kita karena dengan kalian berbohong juga menyembunyikan kebenaran identitas asli Sheilla, kalian sama saja sudah sangat melukai dan menghapus sendiri kepercayaan kita berdua terutama kepercayaanku yang harus menahan semua kegundahan hati selama 16 tahun karena selalu terbayang-bayang akan Yura alias Sheilla. Jadi dengan kalian memberikan Beautiful Aster atau Los Asteriscaz itu bisa membuat kita akan percaya dengan kalian lagi sekaligus sedikit mengobati lukaku yang menganga ini karena rasa kecewa yang kalian berikan. Jadi apakah kalian bersedia?" ujar Digo dengan tatapan yang menatap keempat orang di hadapannya itu yang masih terdiam di tempatnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2