The Dark Love

The Dark Love
119. Bos Besar


__ADS_3

"Kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Sheilla dengan melepaskan pelukannya dari dekapan tubuh Digo sembari melihat Digo dari atas sampai bawah.


Digo tersenyum ketika dirinya mendapat perhatian dari Sheilla itu. Dan tanpa menjawab pertanyaan dari Sheilla, ia merengkuh tubuh kekasihnya itu untuk ia peluk kembali.


"Kenapa malah memelukku. Jawab dulu pertanyaanku tadi," ujar Sheilla dengan menengadahkan kepalanya untuk menatap wajah Digo.


"Aku baik-baik saja sayang. Aku justru tengah mengkhawatirkanmu tadi," ujar Digo sembari menyematkan kecupan di puncak kepala Sheilla.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Jadi bagaimana? Apa kamu sudah menemukan laki-laki itu?" Digo menggelengkan kepalanya.


"Aku telat datang ke sana. Dia berhasil kabur dengan lewat gerbang belakang. Tapi kamu tenang saja aku pastikan secepatnya dia bisa aku tangkap lagi," ujar Digo yang diangguki oleh Sheilla.


"Aku percayakan semuanya kepadamu. Asalkan kamu tetap baik-baik saja dan menjaga diri kamu saat turun langsung mencari Yoga," ucap Sheilla.


"Iya sayang. Aku janji akan menjaga diriku agar tetap baik-baik saja dan aku juga berjanji akan selalu menjagamu," kata Digo dengan semakin mengeratkan pelukannya tadi.


Sheilla yang mendengar perkataan dari Digo itu pun ia tersenyum dan membalas pelukan erat yang di berikan oleh kekasihnya itu.


Sedangkan disisi lain, Yoga dan 3 orang lainnya yang berhasil keluar dari mansion milik Digo itu, mereka berempat kini tengah beristirahat di pinggir hutan yang jaraknya sudah lumayan jauh dari manison Digo itu untuk menunggu mobil jemputan mereka.


"Tunggu sebentar, dimana Paul berada?" tanya salah satu dari tiga orang yang menyelamatkan Yoga tadi. Ia baru menyadari jika salah satu kawanan mereka tidak terlihat.

__ADS_1


Kedua orang lainnya dan juga Yoga, ia menatap ke sekeliling mereka dan benar saja, satu orang tengah hilang entah kemana.


"Apa dia ketinggalan di belakang? Atau dia salah jalan tadi? Atau malah dia masih tertinggal di mansion laki-laki itu? Astaga jika sampai dia masih tertinggal di mansion itu, cepat atau lambat identitas kita akan segera terungkap," ucap laki-laki berambut cokelat itu.


"Semoga saja dia tidak tertinggal di mansion itu. Walaupun memang dia tertinggal, semoga tidak ada yang menemukan keberadaan dia sampai dia keluar dari mansion itu dengan selamat," timpal laki-laki lainnya.


"Jangan harap dia akan keluar dari mansion itu jika memang dia tertinggal disana karena Digo pasti akan segara menemukannya. Jangan menganggap remeh laki-laki itu karena semua orang yang tinggal di mansionnya, dia sangat mengenali orang-orang itu. Jadi percuma saja dia akan bersembunyi ataupun menyamar. Aku yakin dia tetap akan ketahuan pada akhirnya." Ketiga laki-laki itu menolehkan kepalanya kearah Yoga yang mengatakan hal seperti tadi.


"Kalian cukup berharap saja semoga dia pintar menyembunyikan identitas asli kita," sambung Yoga dengan mengalihkan pandangannya kearah ketiga laki-laki tadi. Sebelum dirinya kini berdiri dari duduknya kala ia melihat ada dua mobil hitam yang berhenti tak jauh dari persembunyian mereka. Dan Yoga tau betul jika mobil itu miliknya bos besarnya.


"Mobil sudah sampai. Lebih baik kita segara kesana sebelum anak buah Digo ataupun anak buah Henry menemukan keberadaan kita," ujar Yoga sebelum dirinya melangkahkan kakinya terlebih dahulu yang diikuti oleh ketiga laki-laki itu.


Dan saat Yoga ingin masuk kedalam mobil yang sama dengan mobil yang dimasuki oleh ketiga laki-laki tadi, niatannya itu ia urungkan kala ada seseorang yang menghampiri dirinya.


Yoga membungkukkan tubuhnya kala pintu mobil tersebut terbuka dan ia melihat seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi penumpang dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya itu.


"Salam bos besar," sapa Yoga yang diangguki oleh laki-laki itu sebelum dirinya kini angkat suara.


"Masuk lah," ucapnya yang diangguki patuh oleh Yoga.


Dan saat Yoga sudah masuk kedalam mobil tersebut dan mobil itu sudah mulai melaju, bos besar itu kembali bersuara.

__ADS_1


"Maafkan saya yang membuat kamu terpenjara di mansion itu. Dan maafkan saya yang bergerak lama untuk membebaskanmu," ucap bos besar tersebut yang membawa Yoga menolehkan kepalanya kearah laki-laki paruh baya tersebut dengan gelengan di kepalanya.


"Anda tidak perlu meminta maaf kepada saya bos, karena semua itu sudah menjadi konsekuensi saya saat saya mensetujui apa yang sudah bos besar perintahkan," ucap Yoga yang tak ingin bos besarnya itu menyalahkan dirinya sendiri.


"Saya tau itu memang konsekuensi yang kamu dapatkan. Tapi setidaknya saya bisa membebaskan kamu lebih awal dari hari ini. Jadi maafkan saya atas keterlambatan ini."


Ucapan dari bos besar itu membuat Yoga mau tak mau ia menganggukkan kepalanya. Karena dirinya tidak mau terus menerus mendengar kata maaf yang terlontar dari bibir bos besarnya itu jika dia tak kunjung mengalah.


"Baiklah saya maafkan anda. Tapi ada satu hal yang perlu saya sampaikan," ujar Yoga yang membuat laki-laki paruh baya itu mengerutkan keningnya.


"Salah satu anak buah anda kemungkinan sekarang masih berada di manison milik Digo. Yang berarti identitas saya, kita semua termasuk bos besar akan segera di ketahui oleh Digo jika anak buah bos ditangkap oleh mereka," tutur Yoga.


Laki-laki paruh baya itu merespon ucapan dari Yoga tadi dengan anggukan kepala saja. Dan hal tersebut membuat Yoga yang melihatnya melongo tak percaya.


"Bos tidak takut jika identitas kita akan mereka ketahui?" tanya Yoga penasaran.


"Tidak. Untuk apa saya takut jika Digo mengetahui identitas saya. Toh mau sebagaimana pun kita menyembunyikan identitas diri kita, cepat atau lambat dia juga akan tetap tau. Saya juga sudah tau konsekuensi yang akan saya dapatkan jika semua rahasia kita sudah terbongkar nanti," ucap laki-laki paruh baya tadi dengan tatapan lurus kedepan. Matanya sangat jelas memancarkan kesedihan yang teramat dalam.


Sedangkan Yoga yang melihat kesedihan itu pun ia tampak prihatin dengan bos besarnya itu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun untuk bos besarnya itu.


"Sudahlah jangan bahas itu lagi. Dan saya mau memberitahumu jika kamu setelah ini akan saya kirim kembali ke Indonesia karena jika saya masih mempertahankan kamu di negara ini, Digo pasti akan segera menemukan keberadaanmu dan pada saat itu juga kamu tidak akan lagi hanya di kurung di penjara bawah tanah tapi kamu akan langsung dihabisi oleh dia," ucap laki-laki paruh baya tersebut yang diangguki oleh Yoga.

__ADS_1


"Apapun perintah dan keputusan dari bos besar akan saya terima dan jalankan," ujar Yoga dengan mantap.


__ADS_2