The Dark Love

The Dark Love
82. Membuat Sheilla Cemburu


__ADS_3

Mobil Digo kini bergerak membelah jalanan yang cukup ramai itu. Mereka sudah selesai makan siang dan kali ini mereka akan menuju ke salah satu supermarket untuk membeli keperluan Sheilla.


Dan hanya butuh beberapa menit saja, mobil itu telah kembali terparkir di depan supermarket tersebut.


"Kamu tunggu disini sebentar ya. Biar saya sendiri saja yang masuk," ucap Sheilla sembari melepas seat belt-nya.


"Tidak. Saya tidak mau hanya menunggu disini. Kalau kamu mau masuk kedalam berarti saya juga harus menemani kamu didalam. Kamu itu sekarang tanggungjawab saya, saya tidak mau jika terjadi sesuatu denganmu saat saya hanya diam saja disini tanpa mengawasi kamu dari dekat," ujar Digo yang benar-benar khawatir jika Sheilla akan terluka jika mereka berjauhan. Terlebih ia sadar betul konsekuensi yang akan Sheilla terima saat perempuan itu menjadi kekasihnya yaitu menjadi salah satu target dari musuh Digo.


"Ya sudah terserah kamu saja," ucap Sheilla pada akhirnya. Dan setelah mengucapkan hal tersebut, Sheilla langsung keluar dari mobil Digo diikuti oleh kekasihnya itu.


Saat mereka berdua masuk kedalam supermarket itu, semua orang yang ada didalam langsung menatap kearah mereka, lebih tepatnya kearah Digo dengan tatapan mata berbinar penuh puja.


"Apa kah dia seorang pengusaha sukses itu yang sering wira-wiri di surat kabar?" Tanya salah satu pengunjung di supermarket tersebut kepada laki-laki yang kemungkinan adalah suaminya.


"Astaga, benar sekali. Dia adalah Mr. Digo pemilik perusahaan RD'S company yang bergerak di bidang manufaktur dan rekayasa elektronika. Aku tidak menyangka jika akan bertemu beliau disini. Dan tunggu siapa perempuan cantik disampingnya itu? Apa Mr. Digo sudah menikah? Tapi kenapa tidak ada kabar tentang pernikahannya? Atau perempuan itu hanya kekasihnya saja?" balas laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya perempuan itu menang kekasihnya. Mereka sangat serasi sekali kan. Yang satu cantik dan yang satunya lagi tampan. Aku jadi tidak sabar jika mereka menikah wajah anak mereka akan setampan atau secantik apa. Mereka benar-benar perpaduan yang sangat pas sekali. Aku sangat suka dengan pasangan ini," timpal perempuan itu yang diangguki setuju oleh suaminya.


Sheilla yang sadar sedari tadi dirinya masuk bersama Digo ke dalam supermarket itu banyak sekali pasang mata yang menatap kearahnya dan ke arah Digo. Dan hal tersebut membuat dirinya benar-benar sangat risih. Tapi saat dirinya menatap kearah Digo yang berjalan disampingnya, laki-laki itu seperti biasa menampilkan wajah dinginnya dan seakan-akan ia tak peduli dengan tatapan para manusia di supermarket tersebut.


"Huh, jadi seperti ini ya rasanya jalan berdua dengan seseorang yang terkenal. Banyak sekali yang melihat dan itu sangat tidak nyaman buatku," gumam Sheilla dengan menundukkan kepalanya.


"Kita cari supermarket lain saja yuk," ajak Digo tiba-tiba setelah laki-laki itu mendengar gumaman dari Sheilla tadi. Bahkan tangan Digo kini sudah menarik tangan Sheilla, berniat untuk mengajak sang kekasih pindah tempat belanja.


"Ehhh tidak usah. Kalau kita pindah supermarket yang ada hanya akan membuang waktumu, Dear. Jadi lebih baik kita lanjutkan saja belanjanya," ujar Sheilla lalu mengambil alih Trolley dari tangan Digo. Kemudian ia melanjutkan langkahnya.


"Kamu yakin masih mau belanja disini, Honey? Disini banyak banget lho yang lihatin kita. Dan kamu tadi juga bilang kan kalau kamu tidak nyaman belanja disini? Jadi daripada kamu tidak nyaman mending kita pergi saja dari sini. Cari supermarket yang tidak ada orangnya saja," ucap Digo saat laki-laki itu sudah berada disamping Sheilla.


"Mana ada supermarket yang tidak ada orangnya kecuali supermarket itu tutup? Sudahlah Dear kita belanja disini saja. Toh saya belanjanya juga sudah hampir selesai ini. Jadi kamu diam saja, jangan bawel lagi dan jangan mengajak saya untuk pindah supermarket, oke."


"Tapi---" Sebelum Digo melanjutkan ucapannya, jari telunjuk Sheilla sudah mendarat di bibir laki-laki tersebut yang membuat Digo langsung mengatupkan kembali bibirnya.

__ADS_1


"Diam," ujar Sheilla dengan tegas. Lalu setelah memastikan jika Digo tak akan berbicara lagi, Sheilla menjauhkan jari telunjuknya tadi lalu setelahnya ia bergegas mencari satu barang yang belum ia temukan. Dan seperti biasa Digo hanya mengikuti kemanapun kekasihnya itu pergi. Hingga kini semua barang-barang yang diinginkan Sheilla telah masuk semua kedalam Trolley dan saat semua barang itu telah di hitung oleh kasir supermarket tersebut dan tangan Sheilla ingin menyerahkan kartu yang di berikan oleh Digo tadi, bertepatan dengan itu pula sebuah kartu lain juga tersodor di depan kasih perempuan yang sedari tadi tengah mencuri-curi pandang kearah Digo. Apalagi saat perempuan itu tau jika kartu yang satunya lagi itu tersodor dari tangan Digo langsung membuat dirinya tersenyum-senyum sendiri.


"Bayar semua belanjaan itu dengan ini," ucap Digo kepada kasir tersebut yang membuat Sheilla mendelik mendengarnya.


Tapi sebelum Sheilla angkat suara untuk protes kepada kekasihnya itu, tangan kasir tersebut sudah bergerak lebih dulu mengambil kartu tersebut dengan sengaja menyentuh tangan Digo dan sedikit mengelus telapak tangan Digo dengan ibu jarinya. Dan apa yang dilakukan oleh kasir tersebut terekam jelas di mata Sheilla.


"Apakah mengambil satu kartu harus selama itu?" sindir Sheilla tak suka yang membuat kasir tersebut menatapnya dengan berdecak sebal sebelum dirinya menjauhkan tangannya itu dari tangan Digo, tak lupa ia mengambil kartu dari tangan laki-laki tersebut.


Sedangkan Digo, laki-laki itu menatap datar kearah kasir tadi. Tapi disisi lain ada rasa senang. Bukan senang karena tangannya disentuh oleh kasir tersebut namun senang saat mendengar respon dari Sheilla itu karena terus terang saja, ia tadi hanya diam dan tak marah saat tangannya itu disentuh oleh kasir tersebut karena ia ingin melihat reaksi Sheilla. Apakah kekasihnya itu akan cemburu melihatnya atau tidak? Tapi setelah mendengar perkataan Sheilla tadi dan wajah masam dari kekasihnya itu membuat ia yakin jika Sheilla tengah cemburu dan berarti Sheilla menerimanya bukan karena paksaan saja melainkan perempuan itu juga menaruh hati kepadanya.


"Apakah kamu sedang cemburu, Honey?" bisik Digo tepat di samping telinga Sheilla. Dan hal tersebut membuat Sheilla kini mengalihkan pandangannya kearah kekasihnya itu.


"Tidak," jawab Sheilla dengan singkat.


"Masa sih? Kalau tidak cemburu kenapa tadi suaranya ketus banget dan tatapan mata kamu ke kasir itu seperti tatapan seorang pembunuh kearah targetnya. Ahhhh jangan lupakan wajah kamu sekarang terlihat kusut, Honey," ucap Digo.

__ADS_1


"Jangan omong kosong. Saya tidak cemburu sama sekali. Mau kamu pegangan tangan sama kasir itu sampai Dinosaurus hidup lagi, saya tidak perduli," ujar Sheilla. Lain di kata lain pula dihati. Jika lisan Sheilla bisa berucap tidak peduli maka dihatinya sekarang tengah bergemuruh dengan diselimuti oleh api cemburu. Dan setelah mengucapkan hal tersebut, Sheilla memilih untuk keluar terlebih dahulu meninggalkan Digo yang tengah menatapnya dengan menahan sebuah senyumannya.


__ADS_2