
"Susu datang," ucap Sheilla saat dirinya telah sampai kembali di dalam ruang kerja Digo dengan membawa segelas susu putih ditangannya.
Digo yang melihat hal tersebut pun ia melebarkan senyumnya.
"Diminum ya anak ganteng," ucap Sheilla sembari menaruh gelas tadi di hadapan Digo yang langsung disambar oleh laki-laki tersebut. Dan tak menunggu hitungan menit, satu gelas susu tersebut sudah tandas tak tersisa.
"Mau lagi?" tanya Sheilla yang dijawab gelengan kepala oleh Digo.
"Kalau tidak mau nambah susu lagi, kenapa bibirnya masih manyun gitu hmmm?"
"Aku mengantuk. Ingin tidur," jawab Digo dengan memeluk tubuh Sheilla yang kebetulan berdiri disampingnya.
Wajah Digo yang bergerak-gerak di perut Sheilla membuat perempuan tersebut kegelian setengah mati.
"Baiklah-baiklah. Kamu mau tidur kan?" Digo menengadahkan wajahnya agar bisa menatap wajah Sheilla lalu setelahnya ia menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah tidur saja dulu. Hari ini tidak ada jadwal pentingkan?" Digo menjawab gelengan kepalanya.
"Kalau begitu kamu tidur. Aku rasa pekerjaanmu juga tidak banyak. Jadi kalau mau tidur dulu tidak apa-apa," ucap Sheilla.
"Tapi tidurnya sama kamu kan?" Sheilla tersenyum sembari mengelus pipi Digo yang berakhir ia mencubit gemas pipi laki-laki tersebut.
"Iya Dear, aku akan temani kamu tidur," ujar Sheilla yang langsung membuat Digo melepaskan pelukannya dan segera berdiri dari duduknya.
"Kalau begitu. Ayo kita tidur," ucap Digo sembari melingkarkan tangannya di pinggang Sheilla posesif. Sedangkan Sheilla, perempuan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekasihnya itu yang benar-benar seperti anak kecil saja.
__ADS_1
Kini Digo sudah berbaring dengan memeluk tubuh Sheilla, menyembunyikan wajahnya di dada kekasihnya itu.
"Honey, elus-elus," ucap Digo sembari meraih tangan Sheilla dan membawanya ke kepalanya.
Sheilla tak banyak bicara, ia hanya bisa menuruti semua kemauan Digo itu hingga tak berselang lama, terdengar deru nafas teratur yang menandakan jika laki-laki itu sudah terlelap dalam tidurnya. Dan benar saja saat Sheilla mengintip sedikit ke wajah Digo, mata kekasihnya itu sudah tertutup bahkan pelukan Digo juga sudah mengendor.
Sheilla tersenyum kala melihat wajah damai Digo itu. Namun senyumannya perlahan hilang saat matanya tak sengaja melihat benda yang waktu itu sempat ia lihat di laci nakas kamar saat dirinya disuruh mengambil kotak P3K oleh Digo. Dan benda itu adalah sebuah kalung yang Sheilla baru sadari jika Digo memakainya hari ini.
Dengan perlahan Sheilla melepaskan pelukan Digo, lalu setelah lepas, Sheilla mendudukkan tubuhnya dengan tangan yang bergerak untuk menyentuh kalung itu lebih tepatnya ke sebuah liontin.
"Kalung ini---" belum sempat Sheilla menyelesaikan ucapannya dan melihat lebih detail kalung tersebut, terdengar suara Henry masuk kedalam telinganya.
"Dicariin dari tadi malah tidur," ucap Henry yang membuat Sheilla buru-buru memasukkan kalung tersebut kedalam kemeja Digo. Kemudian ia menolehkan kepalanya kearah Henry sebelum dirinya beranjak dari atas ranjang tersebut dan mendekati Henry yang berdiri di samping pintu.
"Sttt jangan berisik. Dia baru tidur," ucap Sheilla saat dirinya sudah berdiri didepan Henry.
"Tidak ada apa-apa, tadi hanya ada telepon dari Mama dia. Katanya sejak kemarin Digo tidak mengangkat telepon dari beliau. Beliau sangat khawatir makanya tadi beliau telepon saya menanyakan keadaan dia," jelas Henry tak bohong sama sekali. Bahkan niatnya tadi ke ruangan Digo hanya untuk mengomeli laki-laki itu yang sudah membuat Mama Ciara yang sudah Henry anggap sebagai Mamanya sendiri khawatir. Tapi setelah dirinya sampai, bukannya ia bisa mengomeli Digo, ia justru melihat laki-laki itu tengah tertidur pulas. Mana tidurnya ditemani sama kekasihnya lagi dan itu benar-benar membuat Henry harus iri untuk yang kesekian kalinya.
"Digo tidak mengangkat telepon dari Mamanya?" Henry menganggukkan kepalanya.
"Astaga. Bisa-bisanya dia mengabaikan telepon dari orangtuanya," ucap Sheilla menjadi geram sendiri. Ia paling tidak suka melihat ada seseorang yang membuat kedua orangtuanya khawatir. Walaupun ia yakin di negara kelahirannya sana ada sang nenek yang mengkhawatirkan dirinya saat ini. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena saat dirinya mendapat ponsel dari Digo untuk pertama kalinya, ia mencoba menghubungi adiknya tapi sampai saat ini pesan yang ia kirimkan tak pernah dibalas oleh adik perempuannya itu. Bahkan teleponnya pun hanya di abaikan begitu saja.
Henry yang melihat perubahan raut wajah Sheilla pun ia menepuk pundak kekasih sahabatnya itu.
"Kamu baik-baik saja kan?" Sheilla menolehkan kepalanya lalu ia menganggukkan kepalanya tak lupa ia menerbitkan sebuah senyuman kearah Henry.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. Saya baik-baik saja. Hanya saat kamu membahas tentang keluarga, saya menjadi rindu dengan keluarga saya disana," ujar Sheilla.
"Oh ya, kata Digo ada anak buahnya yang di khususkan untuk mengawasi keluarga saya kan? Kalau begitu mereka pasti tau dong keadaan keluarga saya disana seperti apa? Boleh kan saya meminta bantuanmu untuk menghubungi salah satu anak buah kalian yang menjaga keluarga saya disana sekarang? Saya hanya ingin tau langsung keadaan mereka, walaupun saya tidak bisa saling bercakap-cakap. Boleh kan?" sambung Sheilla yang membuat Henry justru terdiam. Ia bingung harus mengiyakan atau menolak permintaan Sheilla itu karena terus terang saja, Henry ingin menemui Digo bukan hanya untuk memarahi laki-laki itu saja tadi, tapi ada sesuatu yang ingin dia bicarakan mengenai keluarga Sheilla.
"Kenapa kamu diam saja, Henry? Cepat hubungi mereka," ucap Sheilla dengan menggoyang-goyangkan lengan Henry.
"Hmmm begini Sheilla. Bukannya saya tidak mau menuruti permintaanmu itu. Tapi baru sekitar 20 menit yang lalu, anak buah saya yang bertugas memantau keluargamu sudah menghubungi saya yang berarti saya tidak boleh menghubungi mereka lagi karena saat saya menghubungi mereka justru akan mengganggu pekerjaan mereka," jelas Henry berbohong.
"Benarkah seperti itu?" Henry menganggukkan kepalanya yang membuat Sheilla kini mengerucutkan bibirnya.
"Tapi kamu tenang saja. Nenekmu dan adik perempuanmu, mereka semua baik-baik saja. Dan perlu kamu tau, kata anak buah saya yang memantaunya, adik perempuanmu sekitar 1 bulan lagi akan berlibur ke negara ini," ucap Henry yang justru membuat Sheilla kini mengerutkan keningnya.
"Dia mau berlibur kesini?" Henry menganggukkan kepalanya. Untuk kali ini Henry tak berbohong karena memang 1 bulan lagi adik Sheilla akan berlibur ke Paris.
"Dia dapat uang darimana sampai dia mau berlibur di sini?" tanya Sheilla mulai curiga dan hal tersebut membuat Henry justru terdiam sesaat memikirkan alasan apa yang akan ia pakai agar Sheilla percaya dengan ucapannya itu.
"Anu itu hmmmm dia kemarin habis menang salah satu olimpiade dan hadiah yang dia dapat itu ya berlibur ke negara ini," ucap Henry.
"Benarkah?" tanya Sheilla yang masih curiga. Hanya menang sebuah olimpiade saja masa iya hadiah yang didapat sebesar itu.
"Iya benar. Sudah-sudah jangan pikirkan itu lagi yang terpenting kan keluargamu baik-baik saja disana dan lebih baik kamu sekarang makan karena saya yakin saat Al---ahhh maksud saya Digo bangun dari tidurnya, dia akan menempel denganmu yang akan buat kamu kesusahan melakukan aktivitas pribadimu. Jadi makanlah sekarang, saya kebetulan sudah memesankan kamu KFC," ujar Henry dengan sedikit memberikan dorongan ditubuh Sheilla hingga membuat perempuan tersebut mau tak mau keluar dari dalam kamar istirahat Digo dan menuju ke sofa di dalam ruang kerja kekasihnya itu, dimana disana sudah ada satu kantong yang berisi chicken crispy ternama seperti yang dikatakan oleh Henry tadi.
Sheilla duduk disalah satu sofa disana dengan pikiran yang masih tertuju ke adik perempuannya yang akan berlibur ke negara yang saat ini ia tinggali. Dan ada satu lagi yang membuat pikirannya semakin berpikir keras saat dirinya mendengar nama seseorang yang sempat di ucapankan oleh Henry tadi. Nama itu Al, Sheilla sepertinya pernah mendengar nama itu tapi dimana? karena teman-teman yang berada di Indonesia tidak ada yang memiliki nama itu. Atau mungkin dia tak sengaja pernah mendengar nama itu saat dirinya dijalan raya? Hmmmm mungkin memang dia pernah mendengarnya dan pemilik nama itu adalah nama orang yang sedang lewat waktu itu.
...****************...
__ADS_1
Hay Hay Hay aku kembali lagi dengan double up yeyyyyyy. Maaf ya satu minggu kemarin tidak bisa double up karena badannya disuruh istirahat dulu alias sakit wkwkwkwk. Kalian tetap jaga kesehatan oke soalnya cuaca sekarang tidak bersahabat kadang panas kadang hujan dan biasanya saat-saat seperti ini banyak orang yang sakit. Tetap jaga kondisi oke, banyakin minum air putih dan jangan lupa minum vitamin. Bye semua jangan lupa LIKE, VOTE, HADIAH dan KOMEN ya. See you next eps bye 👋