
Sedangkan disisi lain, ada seseorang yang diam-diam mengawasi situasi di mansion tersebut termasuk interaksi antara Digo dan Sheilla tadi. Sebelum dirinya berjalan menjauh memilih tempat yang paling sepi di manison tersebut.
Dengan mata yang bergerak aktif menatap ke sekelilingnya dan setelah memastikan jika tidak ada satu orang pun di dekatnya, orang itu merogoh ponselnya. Dan dengan cepat ia menelepon seseorang yang tak berselang lama teleponnya itu terhubung.
"Lapor tuan. Situasi di mansion saat ini benar-benar kacau. Salah satu tawanan Digo berhasil bebas yang dibantu dengan para penyusup. Tapi salah satu penyusup itu berhasil dia tangkap dan dia bunuh. Pokoknya keadaan disini benar-benar genting dan saya yakin fokus Digo saat ini terbagi. Jadi apakah saya sudah bisa menjalankan tugas saya yang sebenarnya disini?" tanya orang tersebut kepada tuannya yang berada di sebrang telepon tersebut.
📞 : "Benarkan disana tengah terjadi kekacauan?"
"Benar tuan."
📞 : "Kalau memang benar begitu. Lakukan rencana kita. Jangan sampai kamu ketahuan. Pastikan jika Digo benar-benar lengah," ujarnya.
"Siap laksanakan tuan. Kalau begitu saya tutup dulu telepon ini," tutur orang tersebut dan saat ia ingin memutus sambungan teleponnya, niatannya itu ia urungkan kala tuannya kembali berucap.
📞 : "Tunggu sebentar."
"Ya tuan? Ada apa? Apa tuan berubah pikiran?"
📞 : "Tidak. Saya tidak berubah pikiran. Lakukan rencana kita itu segara. Saya hanya ingin bertanya kepadamu, apa kamu tau siapa penyusup di mansion tadi?" tanyanya.
"Saya tidak mengenali penyusup itu tapi saya tadi sempat menemukan dompet milik penyusup itu dan saya sempat membukanya. Penyusup itu salah satu anggota sebuah komplotan dengan nama Los Asteriscaz."
📞 : "Los Asteriscaz?" beonya.
__ADS_1
"Ya. Apa tuan mengenali komplotan itu?"
📞 : "Tidak. Saya hanya pernah mendengarnya saja dan dari yang saya dengar jika ketua komplotan itu sangat misterius juga lebih berbahaya dari Digo."
"Astaga, benarkah begitu?"
📞 : "Ya, dan kamu berhati-hatilah karena kemungkin besar kompolotan Digo dan kompolotan Los Asteriscaz akan melakukan pertempuran, mungkin di waktu-waktu singkat ini dan otomatis kamu akan ikut dalam pertempuran itu," ucap tuan tersebut yang membuat anak buahnya itu menelan salivanya dengan susah payah.
"Sepertinya saya tidak berniat untuk ikut dalam pertempuran itu. Saya lebih baik memanfaatkan situasi itu untuk kabur dari sini."
📞 : "Terserah kamu, asalkan tugasmu sudah kamu selesaikan dan rencana saya berhasil untuk melenyapkan Digo dan orang-orang disekitarnya kalau perlu singkirkan kekasihnya itu terlebih dahulu. Buat Digo menjadi down dan barulah kamu menyingkirkan dia," ujarnya.
"Tenang saja tuan. Saya pastikan rencana kita ini akan berhasil sebelum pertempuran itu terjadi," ucap laki-laki tersebut dengan kepercayaan diri penuh.
📞 : "Oke, saya tunggu kabar baik itu dari kamu," katanya.
Lalu setelahnya laki-laki itu langsung memasukkan ponselnya ke saku celananya kembali dan dengan mata yang terus aktif mengawasi situasi disekitarnya yang masih sepi seperti tadi. Hingga akhirnya ia keluar dari tepatnya bersembunyi itu dan bergegas menjauh dari sana sebelum ada orang yang melihatnya dan mencurigai dirinya.
Namun sepertinya aman, karena semua maid di mansion tersebut pasti sudah istirahat semua sedangkan para anak buah Digo dan Henry tengah sibuk mengurus kasus yang terjadi di manison tadi. Walaupun ada segelintir anak buah Digo yang menetap di mansion tersebut. Tapi ia yakin segelintir anak buah Digo itu tidak akan mencurigai dirinya.
...****************...
Dan pagi harinya di negara yang berbeda, Vina dengan dua anak buah Digo yang sengaja Digo perintahkan untuk mengawasi Vina agar tak membuat onar di pesawat pun kini mereka telah sampai di negara Indonesia. Dimana sampainya Vina di negara kelahirannya itu langsung disambut oleh banyaknya wartawan yang mengerubunginya. Vina tak mengerti kenapa para wartawan itu bisa tau hati kepulangannya yang tidak direncanakan itu.
__ADS_1
Vina yang tidak memiliki pengawal pun ia sempat terdorong hingga hampir terjatuh. Sedangkan kedua anak buah Digo, mereka hanya menonton pertunjukan yang tengah terjadi kepada Vina itu tanpa berniat membantu Vina untuk menyingkirkan para wartawan tersebut. Toh itu bukan tugas mereka, mereka hanya disuruh mengawasi Vina agar tidak berbuat macam-macam yang berarti mereka tidak di tugaskan untuk melindungi Vina.
"Nona Vina, apakah video yang beredar itu benar?" tanya salah satu wartawan itu.
"Bagaimana tanggapan anda tentang video itu?" saut yang lainnya dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan itu yang sama sekali tak dijawab oleh Vina.
Ia justru terus menundukkan kepalanya dengan kaki yang terus melangkah, mencoba untuk menghindari para wartawan itu. Hingga saat dirinya telah keluar, ia langsung menuju ke taksi yang berada di area bandara tersebut.
"Pak jalan sekarang ke perumahan Lake Homes," ucap Vina kepada sopir taksi tersebut.
"Baik Nona." Sopir taksi yang sempat terkejut karena penumpangnya adalah salah satu artis yang tengah panas di perbincangkan itu pun akhirnya ia kini menjalankan mobilnya menuju ke alamat yang tadi sempat di katakan oleh Vina. Meninggalkan para wartawan yang sempat kecewa karena tak mendapat informasi apapun dari orang yang bersangkutan.
Sedangkan untuk kedua anak buah Digo tadi, mereka bergerak cepat untuk mengikuti Vina tadi, lagi-lagi untuk memastikan jika Vina benar-benar pulang ke rumah perempuan itu bukan kembali terbang ke negara Prancis lagi.
Taksi yang membawa Vina, kini telah berhenti disalah satu rumah mewah di perumahan tersebut.
"Pak, tunggu disini dulu sebentar. Saya ambil uangnya didalam," ujar Vina yang diangguki oleh sopir taksi tersebut.
Vina yang sudah melihat persetujuan dari sopir taksi itu, ia berlari menuju ke gerbang rumahnya. Ia menekan bel rumah tersebut hingga tak berselang lama, ada salah satu maid yang bekerja di rumahnya membuka pintu gerbang tersebut. Dan saat maid itu melihat wajah majikannya yang sudah setengah tahun lebih tak ia lihat pun ia terkejut.
"Ya Allah Nona. Akhirnya nona kembali," ucap maid tersebut tak bisa lagi menahan kegembiraan yang meliputi dirinya. Dan saking gembiranya dia, ia sampai memeluk tubuh Vina. Sebelum dirinya tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan pun ia langsung melepaskan pelukannya sembari mendudukkan kepalanya.
"Maafkan atas kelancangan saya, Nona," ucap Maid tersebut dengan takut-takut.
__ADS_1
"Bik, bayar ongkos taksi itu," ujar Vina tanpa membalas permintaan maaf dari maid tadi. Dan setelah mengucapkan hal tersebut ia langsung masuk begitu saja kedalam area rumahnya, meninggalkan maid tadi yang kini bisa menghela nafas lega karena tidak mendapat amarah dari Vina, sebelum dirinya melangkahkan kakinya menuju ke mobil taksi yang masih berada di depan rumah tersebut untuk membayar ongkos Vina tadi.
Sedangkan untuk dua anak buah Digo yang sudah memastikan jika Vina masuk kedalam rumah milik perempuan itu, mereka langsung menyuruh sopir taksi yang mengantar mereka untuk kembali ke bandara. Mereka akan terbang lagi ke negara Prancis di hari itu juga.