The Dark Love

The Dark Love
99. Mengumbar Kemesraan


__ADS_3

Vina yang berada di dalam kamarnya tampak mondar-mandir tak jelas. Sedari dirinya bangun tidur hingga satu jam lebih ia memikirkan tentang rencananya tadi malam.


"Kenapa rasanya di mansion ini seperti biasanya sih? Tidak ada kehebohan yang terjadi. Apa jangan-jangan mereka berdua tadi malam tidak meminum jus itu. Tapi tunggu, bukannya aku tadi malam lihat secara langsung kalau Monik meminumnya. Jadi tidak mungkin kalau rencanaku itu gagal," gumam Vina dengan mengigit kukunya hingga aksi mondar-mandirnya itu terhenti kala pintu kamarnya di ketuk seseorang dari depan.


"Siapa?" teriak Vina.


"Saya Kaile. Maaf menggangu nona, saya hanya ingin memberitahukan kepada nona jika sudah waktunya untuk sarapan!" balas Kaile, salah satu maid yang ada di mansion itu.


Vina yang mendengar hal itu pun ia bergegas keluar. Dan tanpa mengucapakan sepatah katapun ia langsung berjalan meninggalkan Kaile yang kini tengah menghela nafas.


Dan sesampainya Vina di lantai satu, ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Dimana matanya melihat jika maid dan para bodyguard tengah melakukan aktivitas mereka seperti biasa.


"Jika benar rencanaku berhasil. Kenapa orang-orang disini terlihat santai seperti tidak terjadi sesuatu? Apa jangan-jangan yang mengetahui jika dua orang itu sudah mati adalah Digo duluan lagi. Dan karena dia tidak mau mendapatkan masalah alhasil dia memakamkan dua orang itu secara diam-diam dan semua orang yang mengetahui hal itu dia suruh bungkam? Hmmm sepertinya jika di pikir-pikir hal itu masuk akal juga. Kalau begitu mulai hari ini aku sudah bebas untuk mendekati Digo. Dan setelah ini giliran kamu, Sheilla. Kamu tunggu saja tanggal mainnya," batin Vina dengan sebuah senyum yang mengembang di bibirnya.


Dan setelahnya, ia melanjutkan langkahnya menuju ke meja makan dimana disana sudah ada Sheilla dan Digo yang tengah duduk saling bersebelahan. Dan kemungkinan dua orang itu juga baru sampai di ruang makan tersebut.


Vina yang melihat hal itu pun ia mencebikkan bibirnya sebelum dirinya memilih untuk duduk tepat didepan Digo.


"Selamat pagi Digo," sapa Vina dengan senyum manisnya. Namun sayang sapaannya itu hanya di abaikan oleh Digo yang sedari tadi tengah bergelayut manja di lengan Sheilla bahkan kepala laki-laki itu disandarkan di bahu kekasihnya itu.


"Selamat pagi Digo," ulang Vina dengan suara yang ia perkeras karena dirinya tadi menganggap Digo tak mendengar suaranya.


"Honey, ambilkan aku sarapan," ucap Digo tanpa membalas sapaan dari Vina itu.

__ADS_1


Sheilla yang sedari tadi sengaja diam untuk melihat reaksi yang diberikan oleh Digo untuk Vina kini ia tersenyum dengan menatap kearah Vina yang tampak sebal karena lagi-lagi ia dianggap tidak ada oleh laki-laki incarannya itu.


"Baiklah aku akan mengambilkanmu sarapan. Kamu mau sarapan pakai apa hmmm?" tanya Sheilla dengan mengelus rambut Digo.


"Hmmmm mau nasi goreng sama telur ceplok itu saja Honey," ucap Digo yang diangguki oleh Sheilla. Dan saat Sheilla ingin mengambil piring di depan Digo, tangannya berhenti di udara karena Vina lebih dulu mengambilnya.


"Mau nasi goreng dengan telur kan. Biar aku yang ambilkan buat kamu," ujar Vina dan dengan gesit ia mengambil makanan yang diinginkan oleh Digo tadi.


Sheilla yang melihat hal itu pun ia lagi-lagi diam. Menunggu reaksi Digo selanjutnya.


"Nih. Dimakan ya." Vina menaruh piring yang sudah berisi nasi goreng serta telur ceplok tadi di depan Digo yang membuat laki-laki itu menatap sekilas piring tersebut sebelum ia berteriak.


"Bik Nah!"


"Iya tuan?" ucap bik Nah setelah ia sampai di ruang makan dengan tangannya menaruh satu gelas susu tadi di meja makan tersebut.


"Bik Nah belum sarapan kan?" tanya Digo yang di jawab gelengan kepala oleh bik Nah.


"Ini buat bibik. Kalau kurang ambil saja dan kalau bibik mau lauk yang lain juga ambil saja," ujar Digo sembari memberikan piringnya tadi ke bik Nah yang langsung di terima oleh wanita paruh baya itu.


"Wahhhhh terimakasih lho tuan. Kalau begitu saya ambil ayam goreng ini ya."


"Ambil saja bik," balas Digo.

__ADS_1


"Sudah ini saja tuan. Terimakasih kalau begitu saya ke belakang dulu." Digo menganggukkan kepalanya sebelum bik Nah pergi dari hadapannya meninggalkan Digo yang masih setia bergelayut manja ke Sheilla yang kini tengah tersenyum penuh kemenangan.


Dan apa yang dilakukan oleh Digo itu membuat Vina kini diam-diam tengah mengepalkan tangannya.


"Digo, kenapa kamu---"


"Honey. Kita makan satu piring berdua ya," ucap Digo memutus ucapan dari Vina yang ingin protes kenapa makanan yang dia ambilkan untuk Digo justru di berikan oleh bik Nah.


Dan ucapan dari Digo itu diangguki oleh Sheilla sebelum perempuan tersebut kini mengambilkan makanan yang akan mereka berdua makan nanti.


"Suapin," pinta Digo kala Sheilla telah selesai mengambil makanan itu. Dan hal tersebut membuat Sheilla tersenyum lalu menganggukkan kepalanya untuk menyetujui permintaan dari Digo tadi.


Dan tanpa melihat jika didepan mereka berdua ada seseorang yang tengah terbakar api cemburu, mereka berdua tampak mengumbar kemesraan dengan makan di satu piring berdua serta di satu sendok yang sama.


Vina yang sudah tak kuat menahan rasa panas di hatinya itu pun ia kini menggebrak meja makan tersebut yang langsung mendapat tatapan tajam dari Digo ataupun Sheilla.


Vina tak memperdulikan tatapan tajam dari dua orang itu. Dan daripada dirinya dibuat semakin cemburu jika masih di ruangan yang sama dengan Digo dan Sheilla, ia memilih untuk pergi dari ruang makan tersebut dengan membawa sebuah susu di tangannya untuk mengganjal perutnya pagi ini.


"Dasar perempuan tidak punya sopan santun. Jika aku tidak mendengar ucapanmu waktu itu aku pasti sudah menendang dia jauh-jauh hari. Dan kenapa anak buahku yang aku tugaskan untuk mengurus semua identitas dia sangat lama sekali menyelesaikannya? Ck, menyebalkan," gerutu Digo yang justru membuat Sheilla kini terkekeh di buatnya.


"Sabar Dear. Mengurus identitas orang itu tidak segampang kita membalikkan telapak tangan kita. Dan daripada kamu marah-marah lebih baik kita lanjutkan sarapan kita agar kita tidak telat untuk pergi ke rumah sakit nanti," ucap Sheilla sembari menyodorkan satu sendok makan ke mulut Digo yang langsung di terima oleh laki-laki tersebut.


Sedangkan Vina, perempuan itu terus melangkahkan kakinya dengan menghentak-hentakkan kakinya, meluapkan rasa kesal yang tengah ia rasakan. Dan tujuannya kali ini adalah ke ruang keluarga tapi saat dirinya baru sampai di ruang tamu, ia dikejutkan dengan dua orang yang tengah berjalan kearahnya dengan tatapan mata mematikan yang mereka berdua pancarkan kala melihat Vina yang kini tengah berdiri kaku di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2