
Raider memasuki ruang meeting yang berada di kantornya. Di ruangan tersebut tentunya sudah terdapat seluruh petinggi di dalam perusahaannya.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya diam dengan kepala yang tertunduk, tak berani menatap wajah tak bersahabat yang tengah Raider perlihatkan sekarang.
Raider kini berdiri di depan semua bawahannya, menatap satu persatu orang-orang yang berada di dalam ruangan yang sama dengannya.
"Kenapa rahasia kantor saya bisa sampai bocor seperti ini?!" tanya Raider dengan tegas.
Tak ada satupun dari mereka yang mau menjawab pertanyaan dari Raider tadi karena mereka sendiri tak tau jawabannya apa.
__ADS_1
Raider yang sudah benar-benar murka pun ia menggebrak meja yang berada di hadapannya sangat kencang hingga membuat orang-orang disana terkejut akan aksinya.
Brak!!
"Katakan! Apa kalian bisu hah? Sampai-sampai tak ada satupun dari kalian yang menjawab pertanyaan saya! Jawab sekarang!" Perkataan dengan intonasi suara tinggi itu memenuhi seluruh ruangan.
Para bawahannya yang masih setia menunduk diam-diam mereka saling menatap satu sama lain, seolah-olah menyuruh orang yang tengah mereka tatap untuk menjadi tumbal mereka guna menjawab pernyataan dari Raider. Namun sayangnya, dari sekian banyaknya orang, tak ada satupun yang berniat melakukannya.
"Nicolas! Jawab!"
__ADS_1
Orang yang dipanggil oleh Raider tampak gelagapan. Ingin sekali ia tetap diam membisu tapi tak mungkin ia lakukan jika dirinya masih mau selamat saat keluar dari ruangan ini. Jadi mau tidak mau, ia harus menjawab pertanyaan dari Raider tadi dengan takut-takut.
"Saya mohon maaf tuan. Saya tidak tau kronologi jelasnya seperti apa. Karena saya tadi hanya diberi tahu oleh tim rahasia jabatan, jika rahasia perusahaan ini sudah bocor. Saya tadi memang membantu untuk menangani masalah ini tapi saya tidak bisa mengatasinya. Saya sudah memastikan jika tidak ada penyusup di perusahaan ini. Semua CCTV pun sudah saya cek dan tidak ada orang mencurigakan masuk kedalam perusahaan ini," jelas Nicolas sebelum ia kembali mendudukkan kepalanya setelah menyelesaikan ucapannya tadi.
Sedangkan Raider yang masih belum puas dengan jawaban dari Nicolas tadi, ia menatap kearah satu karyawannya yang menjabat di bagian rahasia jabatan.
"Naka! Katakan!" perintah Raider to the point.
Naka yang dipanggil ia tampak menghela nafas panjang untuk menetralkan kegugupan di dirinya. Lalu setelahnya barulah ia menjawab ucapan dari Raider tadi.
__ADS_1
"Kita masih mencari tau penyebabnya tuan. Karena sebelum rahasia perusahaan bocor, seluruh komputer yang berada di dalam kantor ini mati secara bersamaan. Memang matinya hanya beberapa menit saja tapi setelah komputer disini nyala, semua data perusahaan hilang begitu saja, tak hanya data perusahaan melainkan proyek yang tengah di kerjakan oleh para karyawan disini juga turut hilang dan digantikan dengan banyaknya virus yang masuk kedalam sistem komputer yang kita pakai. Mungkin jika virus biasa, saya bisa menangani dan mungkin saya juga bisa mengembalikan data perusahaan yang hilang. Tapi kali ini virus-virus itu, bukan virus biasa tapi lebih kuat daripada virus yang biasanya kita hilangkan hanya dalam waktu hitungan menit saja. Tapi kali ini, kita semua menyerah, bahkan para hacker hebat dari berbagai kota dan ada yang kita datangkan dari negera terdekat dari sini pun mereka tak ada yang bisa menangani masalah ini. Mereka menyerah tuan. Dan dari sini kita bisa menyimpulkan jika memang ada penyelundup disini untuk mencuri rahasia perusahaan dan orang itu merupakan orang hebat," ujar Naka panjang lebar.