
Raider yang memimpin pasukannya kini menghentikan laju mobil yang ia kendarai. Tentunya hal itu membuat seluruh anak buahnya yang berjumlah ratusan itu juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh bos mereka.
Raider menatap nyalang jalanan di depan sana, beberapa meter dari tempatnya berhenti terdapat mansion milik seseorang yang sangat ia benci. Ya, mansion milik Digo, laki-laki yang sudah berhasil memporak-porandakan perusahaannya sekaligus laki-laki yang sudah membunuh seluruh keluarganya dengan alasan balas dendam karena sudah berhasil membuat Yura meninggal. Padahal menurut Raider, Yura memang pantas mati. Hal itu juga merupakan konsekuensi yang harus didapatkan oleh kedua orangtua Yura yang sangat tamak dan tidak mau berbagi harta warisan dari keluarga mereka.
Raider menekan earpiece yang sedari tadi menempel di telinganya untuk memberikan perintah kepada para anak buahnya.
"Ke posisi masing-masing sesuai dengan perintah yang saya sampaikan sebelumnya. Usahakan jangan ada dari kalian yang ketahuan. Jika sampai ketahuan, kalian yang akan saya bunuh," ucap Raider dengan menyelipkan sebuah ancaman kepada anak buahnya agar mereka tidak teledor menjalankan aksi mereka ini.
Tak ada balasan dari ucapan Raider tadi namun terlihat pergerakan dari seluruh anak buahnya yang mulai turun dari dalam mobil. Dan dengan gerakan gesit dan penuh dengan kehati-hatian, mereka berpencar ke segala arah untuk mengepung mansion yang mereka jadikan target kali ini.
Kini tinggal Raider dan 5 anak buahnya yang tersisa disana. Raider kembali menekan earpiecenya lalu berkata, "Bergerak sekarang!"
Mobil yang di kendarai Raider sudah lebih dulu melaju diikuti dengan dua mobil lainnya di belakangnya. Rencana Raider kali ini untuk bertamu secara langsung di kediaman Digo. Dan saat nanti ia sudah berhasil masuk kedalam mansion, ia akan menyuruh anak buahnya untuk langsung melakukan aksi mereka, menghabiskan seluruh orang yang ada di dalam mansion, tidak peduli jika orang itu memiliki kaitan dengan masalah mereka atau tidak sama sekali. Dan ia sangat yakin jika dirinya akan berhasil melakukan rencana ini dan membunuh Digo dengan tangannya sendiri. Karena ia yakin penyerangan dadakannya ini akan membuat Digo kalangan kabut karena tidak memiliki persiapan sama sekali untuk melawan dirinya beserta anak buahnya. Anak buah Digo juga hanya puluhan orang yang tinggal dan juga menjaga mansion milik musuhnya itu, pasalnya anak buah Digo yang lainnya berada di tempat yang lumayan jauh dari mansion laki-laki itu. Kenapa Raider bisa tau, ya karena berkat Bomi, mata-matanya yang justru ditempatkan oleh Digo dengan jabatan sebagai penanggungjawab seluruh anak buah milik laki-laki tersebut. Dan karena minimnya anak buah yang berada di mansion milik Digo, membuat laki-laki itu sudah kalah telah dari Raider.
__ADS_1
Memikirkan hal tersebut membuat Raider kini tersenyum miring.
"Kamu akan mati di tanganku hari ini, Digo. Aku pastikan itu!" gumam Raider dengan gigi bergemelutuk, tatapan matanya pun menajam kala ia sudah melihat mansion megah yang tampak sunyi dan hanya ada dua penjaga di depan gerbang mansion itu.
Raider semakin merekahkan senyumannya, ahhh ia menjadi tidak sabar melihat tubuh Digo bersimbah darah di bawah kakinya. Membayangkannya saja sudah membuat Raider senang bukan kepalang dan ia benar-benar sudah tak sabar melakukannya.
Dua penjaga tadi kini berjalan mendekati mobil Raider yang sudah berhenti didepan gerbang.
Dan saat keduanya telah sampai, Raider menurunkan kaca mobilnya dan tanpa aba-aba laki-laki itu langsung menodongkan pistolnya tepat kearah dua penjaga tadi. Tentunya dua penjaga yang hanya membawa pisau lipat pun terkejut dan dengan refleks keduanya melangkah mundur.
"Buka gerbangnya sekarang juga atau nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya!" perintah Raider.
Dua penjaga itu tampak ketakutan dan dengan cepat keduanya berlari menuju ke arah pagar lagi untuk melakukan perintah dari Raider.
__ADS_1
Raider yang melihat itu, ia menutup kembali kaca mobilnya kemudian ia menjalankan mobilnya untuk masuk ke arah mansion milik Digo sembari bergumam, "Cih, Digo ternyata terlalu bodoh memilih anak buah seperti mereka berdua. Hanya diancam saja mereka sudah ketakutan seperti itu. Ck Ck Ck, benar-benar lemah."
Mobil Raider terus melaju semakin memasuki area halaman mansion yang cukup luas. Raider kini menghentikan mobilnya, dan tanpa turun dari dalam mobil, ia menatap ke sekeliling. Dan seperti dugaannya tadi jika Digo tak membuat persiapan apapun untuk melawannya nanti. Karena dapat dilihat mansion itu terlihat lumayan sepi hanya ada beberapa anak buah Digo yang berjalan disekitar sana.
"Hari ini adalah hari yang selama ini aku tunggu-tunggu karena hari ini aku akan mengirimmu ke neraka Digo. Hari ini merupakan hari kematianmu!" Desis Raider dengan kobaran amarah yang sangat jelas terlihat di pancaran pandangan matanya.
Tangan Raider kini bergerak, menekan earpiece miliknya.
"Lakukan sekarang!" perintah Raider tentunya yang ia tujukan ke seluruh anak buahnya. Dan tak berselang lama, terdengar suara langkah kaki mendekati mansion itu.
Raider yang mendengar itu pun ia kembali tersenyum, lalu ia segara keluar dari dalam mobilnya tentunya dengan senjata api yang berada di kedua tangannya. Diikuti oleh kelima anak buahnya yang juga sudah siap untuk melenyapkan seluruh orang yang sekiranya menjadi musuh mereka.
Dan bertepatan dengan keluarnya Raider dari dalam mobil, terdengar orang-orang yang Raider yakini adalah anak buahnya itu tampak mendobrak paksa gerbang mansion. Dan setelah berhasil, mereka langsung mengeluarkan seluruh senjata mereka. Senjata-senjata itu kebanyakan berjenis senjata api dan juga panah racun. Namun sayangnya, orang-orang itu bukannya mengarahkan senjata mereka kearah mansion, tapi justru mengarahkan senjata mereka kearah Raider dan juga kelima anak buahnya.
__ADS_1
Tentu saja hal tersebut membuat Raider terkejut bukan main. Ia kira yang datang tadi adalah anak buahnya yang ia perintahkan untuk segara datang agar mereka bisa langsung memusnahkan seluruh manusia di mansion itu, tapi sayangnya dugaannya itu salah besar. Orang-orang yang saat ini mengepungnya dan kelima anak buahnya merupakan anak buah milik Digo. Ia pikir musuhnya itu tak memiliki persiapan apapun tentang penyerangannya ini. Namun ternyata ia salah lagi. Digo justru memiliki persiapan yang sama sekali tak ia ketahui.
Sial! Bisa-bisanya ia kecolongan seperti ini. Dan dimana mata-mata yang ia tempatkan di sekitar Digo? Dimana Bomi berada? Kenapa dia tidak memberitahu rencana Digo sama sekali? Dan dimana seluruh anak buahnya tadi? Kenapa sampai sekarang mereka belum datang dan melakukan pengepungan balik kepada seluruh anak buah Digo? Kemana orang-orang itu?!