The Dark Love

The Dark Love
249. Gagal!


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu lakukan di meja Pak Raider?" tanya seorang perempuan dengan penampilan seksinya. Sheilla tak heran lagi dengan pakaian semua orang yang ada di perusahaan ini. Selain terletak di negara bebas, perusahaan itu juga membebaskan para karyawannya memakai pakaian dengan bentuk seperti apa terserah mereka, mau hanya memakai pakaian dalam saja mereka tidak mempermasalahkan, dan informasi itu tentunya ia dapatkan dari Digo yang sudah mencari tahu perusahaan milik Raider itu sebelum pergerakan ini terlaksana.


Sheilla dengan pergerakan cepat ia mencabut flashdisk tadi dari laptop milik Raider tadi, lalu dengan diam-diam ia memasukkan flashdisk tadi kedalam saku celananya sembari ia berucap, "Hmmm maaf sebelumnya jika saya terlalu lancang mendekati meja kerja tuan Raider. Tapi niat saya hanya ingin melihat foto yang ada di atas meja ini saja kok, tidak lebih."


Perempuan tersebut yang sudah masuk kedalam ruangan Raider, ia menatap Sheilla dari atas sampai bawah. Sedangkan Sheilla yang di tatap seperti itu, ia menundukkan kepalanya, berakting jika dirinya tengah merasa terintimidasi dan merasa takut akan perempuan itu.


Sedangkan perempuan tersebut kini memutar bola matanya malas kala ia tak menemukan hal mencurigakan dari perempuan yang masih berdiri dibelakang meja kerja bosnya tersebut. Karena ia tadi memang tidak melihat saat Sheilla mencabut dan memasukkan sebuah flashdisk di dalam sakunya.


Dan dengan berjalan melenggak-lenggok, perempuan itu kini mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa di ruang tersebut, menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa itu dengan kedua tangan yang bersedekap di depan dadanya tak lupa kepala perempuan tersebut selalu mendongak, terkesan angkuh dan sombong di mata Sheilla.

__ADS_1


"Duduk!" perintah dari perempuan tadi dengan menggerakkan dagunya, kode agar Sheilla segara duduk.


Dimana perintahnya tadi langsung di laksanakan oleh Sheilla. Ia kini berjalan mendekati perempuan tadi masih dengan kepala yang ia tundukkan. Tapi diam-diam ia berdesis kesal saat rencanannya harus di gagalkan oleh perempuan itu yang Sheilla yakini adalah sekretaris Raider. Dan sepertinya kedatangan dari perempuan itu atas perintah Raider yang sempat Sheilla anggap bodoh karena sudah terlalu percaya dengan orang asing seperti dirinya. Tapi setelah kejadian ini, Sheilla sepertinya menarik ucapannya kembali.


Dan saat Sheilla baru saja mendudukkan tubuhnya di sofa tepat di depan perempuan tadi sehingga mereka saling berhadapan, perempuan itu kembali angkat suara, "Siapa kamu?"


"Ada hubungan apa kamu dengan tuan Raider?"


Sheilla menggelengkan kepalanya. Sumpah demi apapun Sheilla sebenarnya sangat muak jika harus bertindak seperti orang lemah begini. Cukup sekali saja dulu ia bertindak lemah di hadapan lawan saat ia berhadapan dengan Vina dan ia tak ingin mengulangi lagi. Tapi sayangnya hari ini harus bersikap seperti itu yang benar-benar membuat dirinya sangat geram dan jika saja ia tak mengingat misinya, ia sedari tadi mungkin sudah menembak perempuan yang saat ini tengah berada di hadapannya. Dan mungkin ia juga sudah menembak Raider. Tapi berhubung ia ingat misi alhasil ia harus menahan keinginannya untuk membunuh dua orang itu.

__ADS_1


Sedangkan perempuan itu yang melihat gelengan kepala dari Sheilla, ia merasa tak puas dengan jawaban tersebut.


"Kamu tidak bisu bukan! Jadi jawab pertanyaan saya tadi dengan suara kamu bukan dengan pergerakan kepala kamu!" sentak perempuan tadi.


Sheilla sempat terkejut mendengar ucapan perempuan itu saat tiba-tiba meninggi. Sebelum ia menjawab, "Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan tuan Raider, nona. Saya kesini hanya karena pertemuan biasa saja, tidak ada yang spesial. Saya juga sudah mempunyai suami, nona. Jadi saya tidak berniat untuk berpindah hati."


Ucapan yang terdengar tidak ada kebohongan itu membuat perempuan tersebut mengembangkan senyumannya.


"Bagus jika kamu tidak memiliki hubungan apapun dengan tuan Raider karena tuan Raider hanya milik sa---" belum sempat ia melanjutkan ucapannya, suara pintu terbuka pun menghentikan ucapannya dan membuat kedua perempuan yang saling berhadapan itu mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara. Dimana disana sudah ada Raider yang membawa nampan diisi minuman di atasnya. Hal itu tentunya membuat sang sekretaris melongo tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2