The Dark Love

The Dark Love
176. Terus Terang


__ADS_3

Sheilla dan Digo tengah berjalan menuju ke ruang keluarga setelah mereka berdua telah selesai membersihkan tubuhnya.


Dan sesampainya keduanya berada di ruangan tersebut, mereka bisa melihat Nenek Sheilla yang tengah terbengong di dalam ruangan itu. Dan barulah wanita tua itu tersadar kembali kala Digo mengelus pundak nenek kekasihnya tersebut.


"Nek, Digo dan Sheilla sudah selesai mandi dan lebih baik sekarang kita langsung makan malam saja ya. Karena setelah kita makan malam, ada sesuatu yang ingin kita berdua katakan ke nenek," ucap Digo saat wanita tua itu menatap kearahnya.


"Kalian ingin mengatakan tenang apa?" tanya nenek Sheilla penasaran.


"Tentang hubungan kita berdua," ucap Digo tak bohong sama sekali karena memang selain mereka akan membicarakan tentang Sheilla yang sudah tau tentang identitas aslinya, mereka juga akan membicarakan tentang rencana pernikahan keduanya.


Dan ucapan dari Digo tadi membuat wanita tua itu kini menganggukkan kepalanya sebelum dirinya kini bangkit dari duduknya. Lalu berkata, "Ya sudah kalau begitu kita makan malam sekarang juga."


Nenek Sheilla lebih dulu melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan diikuti oleh Sheilla juga Digo yang berjalan di belakangnya.


Saat acara makan malam itu tak ada yang berbicara sedikitpun, mereka fokus dengan makanan yang berada di hadapan mereka masing-masing sampai makanan itu telah habis tak tersisa.


"Jadi apa yang ingin kalian katakan ke nenek?" tanya nenek Sheilla dengan menatap kearah kedua cucunya yang duduk berhadapan dengannya.


Dimana pertanyaan dari nenek itu membuat Digo menolehkan kepalanya kearah Sheilla yang kini tampak menundukkan kepalanya.


"Nek, sepertinya tidak baik jika kita berbicara didepan makanan ini. Lebih baik kita pindah ke ruang keluarga saja yuk biar kita ngobrolnya enak," ucap Digo yang membuat wanita tua tersebut tampak menghela nafas panjang sebelum ia menganggukkan kepalanya dan lagi-lagi dirinya pergi lebih dulu dari kedua cucunya yang masih duduk di tempat mereka sebelumnya.

__ADS_1


Dan setelah kepergian dari nenek Sheilla tadi, Digo meraih tangan Sheilla yang berada di atas paha perempuan tersebut lalu ia genggam tangan yang terasa dingin dan berkeringat itu.


"Apa kamu belum siap untuk mengatakan tentang semuanya kepada nenek, sayang?" tanya Digo kala Sheilla menatap kearahnya.


Dimana pertanyannya itu membuat Sheilla menghela nafas panjang.


"Jika kamu tanya seperti itu maka akan aku jawab jika aku memang belum siap mengatakannya ke nenek. Tapi karena kita sebentar lagi akan menikah, siap tidak siap aku harus mengatakannya ke nenek agar beliau nanti tidak bingung harus berbuat apa karena otomatis saat aku tidak mengatakan yang sebenarnya, nenek pasti akan mengupayakan segala cara untuk tetap merahasiakan tentang siapa diriku dan mungkin beliau akan mencari wali nikah palsu untukku. Aku tidak mau jika hal itu terjadi karena jika nenek melakukan hal tersebut, pernikahan kita nanti tidak akan sah," ujar Sheilla.


"Jadi?" tanya Digo.


"Aku tetap akan mengatakannya sekarang juga," ucap Sheilla dengan mantap yang membuat Digo kini tersenyum kearahnya.


"Jika begitu, ayo sekarang kita menyusul nenek. Jangan buat beliau menunggu kita terlalu lama," ajak Digo yang diangguki oleh Sheilla.


"Jadi apa yang akan kalian katakan!" ucap nenek Sheilla yang benar-benar tak sabaran ingin tau apa yang akan kedua cucunya itu bahas bersamanya dengan harap-harap cemas, semoga bukan hal yang tak ia inginkan yang akan keduanya bicarakan nantinya.


"Begini nek, setelah kita berdua berembuk, kita berdua memutuskan untuk menikah satu minggu lagi. Nenek tidak perlu khawatir tentang persiapan pernikahan kita berdua karena Digo sudah menyuruh orang untuk mengatur semuanya," ucap Digo.


Nenek Sheilla yang mendengar perkataan dari Digo tadi, ia sempat terkejut tentang kabar itu.


"Apa kalian yakin akan menikah di waktu yang singkat itu?" Digo dan Sheilla dengan serempak menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, nenek akan mendoakan semoga acara kalian berdua lancar. Dan untuk wali nikah Sheilla, nenek akan menghubungi salah satu keluarga ayah Sheilla yang berada di kampung nanti agar dia bisa datang untuk menikahkan kalian berdua," ucap nenek Sheilla yang membuat Digo dan Sheilla saling pandang satu sama lain. Sebelum Digo memberikan kode kepada Sheilla untuk segara menjelaskan semuanya ke nenek.


Dimana hal tersebut membuat Sheilla kini menganggukkan kepalanya dan setelahnya ia kini mengalihkan pandangannya kearah sang nenek yang duduk di depannya itu.


"Nek," panggil Sheilla dengan suara lembutnya.


"Ya, kenapa nak?" tanya nenek.


"Nenek tidak perlu menghubungi salah satu saudara ayah untuk menjadi wali nikah Sheilla karena wali nikah Sheilla sudah ada dan sudah Sheilla temukan." Wanita tua itu kini tampak mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu menemukan wali nikah kamu apa? Dan siapa orang itu?" tanya nenek Sheilla dengan degup jantungnya.


"Wali nikah Sheilla itu adalah Papa Bian, Abian Prayoga Bantara." Ucapan dari Sheilla tadi membuat sang nenek benar-benar sangat terkejut bukan main. Namun sebisa mungkin wanita tua itu mengontrol ekspresi wajahnya itu.


"Siapa dia? Kenapa kamu memanggil laki-laki itu dengan sebutan Papa?" Tanya nenek Sheilla yang masih saja ingin menyembunyikan identitas asli Sheilla itu.


Dimana hal tersebut membuat Sheilla kini menghela nafas panjang sebelum dirinya kembali angkat suara.


"Nek, nenek tidak perlu menyembunyikan tentang siapa Sheilla sebenarnya karena Sheilla sudah tau semuanya," ucap Sheilla sembari berjalan menuju kearah sang nenek yang tampak membeku di tempatnya.


Dan setelah ia sampai di samping tubuh wanita tua itu, ia mendudukkan tubuhnya disamping tubuh sang nenek lalu memeluk tubuh yang sudah rentan tersebut.

__ADS_1


"Sheilla sudah tau semuanya nek. Sheilla tau jika Sheilla bukan keluarga kandung dari nenek, Sheilla tau jika Sheilla itu hanya di titipkan ke ayah dan ibu saat Sheilla lupa ingatan dulu. Dan Sheilla sekarang sudah tau siapa orangtua kandung Sheilla, siapa keluarga Sheilla yang asli dan perlu nenek tau jika ingatan Sheilla sekarang sudah kembali. Tapi walaupun Sheilla sudah tau identitas Sheilla yang asli dan Sheilla sudah ingat semuanya, nenek akan tetap menjadi nenek Sheilla sampai kapanpun. Walaupun tidak ada darah yang mengalir di tubuh Sheilla, Sheilla berharap nenek tetap mau mengakui jika Sheilla ini adalah cucu nenek. Karena Sheilla benar-benar sayang nenek, Sheilla tidak mau kehilangan nenek hanya karena semua rahasia tentang Sheilla yang selama ini nenek sembunyikan terbongkar. Sheilla ingin nenek menjadi salah satu keluarga Sheilla. Jadi Sheilla mohon tetap sayangi Sheilla sebagai cucu nenek seperti sebelum-sebelumnya karena Sheilla tetap menganggap nenek sebagai nenek Sheilla," ucap Sheilla dengan sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak keluar.


Nenek yang sedari tadi mendengar ucapan dari Sheilla kini dengan cepat ia melepaskan rangkulan Sheilla tadi yang membuat Sheilla tampak terkejut dan tentunya dengan rasa takut jika nenek akan menjauhinya.


__ADS_2