The Dark Love

The Dark Love
173. Penyerahan Los Asteriscaz


__ADS_3

Kini keempat laki-laki tadi telah sampai di markas Los Asteriscaz, dimana kedatangan mereka langsung membuat semua anggota komplotan itu menyambut mereka dengan membungkukkan tubuhnya 90° dan tubuh mereka akan tegak kembali setelah keempat laki-laki itu sudah melewati mereka.


Dan setelah keempat orang itu kini berada di depan para anggota Los Asteriscaz tersebut, Yoga kini bersuara kala Bian memerintahkan dirinya.


"Perhatian untuk semuanya!" teriak Yoga yang membuat semua anggota Los Asteriscaz itu menatap kearah dirinya.


"Disini kita kedatangan kedua bos besar kita yang akan mengumumkan sebuah informasi untuk kita semua. Jadi harap untuk didengar secara baik-baik," ucap Yoga sebelum dirinya kini menolehkan kepalanya kearah Bian dan Papa Devano yang berada di samping kanannya itu.


"Silahkan bos," ucap Yoga mempersilahkan salah satu dari mereka untuk mengambil alih ucapannya tadi.


Bian tampak menganggukkan kepalanya untuk merespon ucapan dari Yoga tadi.


Tatapan mata Bian kini menatap puluhan anak buahnya yang berada di hadapannya itu dengan helaan nafasnya.


"Saya akan bicara to the point ke kalian. Jika kedatangan saya dan Devano disini untuk menyampaikan ke kalian semua jika Los Asteriscaz akan kita pindahkan kekuasaannya ke tangan calon menantu saya, putra pertama Devano yang selama ini kita jadikan target untuk misi kita sebelumnya."


Semua anggota Los Asteriscaz yang mendengar ucapan dari Bian tadi, mereka tampak terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan yang berada di otak mereka masing-masing.

__ADS_1


"Misi kita untuk menyatukan dia dengan Sheilla telah selesai. Semuanya berjalan lancar dan saya juga Devano mengucapakan terimakasih atas kerja keras kalian yang sudah ikut serta untuk melancarkan rencana utama dari di bentuknya Los Asteriscaz ini. Dan karena misi utama telah selesai. Maka dengan hal itu, saya dan Devano sudah berunding dan kita berdua sudah sepakat jika Los Asteriscaz mulai hari ini beralih kekuasaan berada di tangan Alsheyres Devra Rodriguez. Kita berdua harap kalian bisa bekerja sama dengan bos baru kalian. Dan kita berdua juga berharap tidak ada penghianat di dalam Los Asteriscaz ini. Peraturan awal yang berada di Los Asteriscaz akan tetap berlaku dan untuk tambahan peraturan yang mungkin akan di berikan bos baru kalian saya harap kalian bisa mematuhinya," ucap Bian dengan lantang sembari menolehkan kepalanya kearah Digo.


"Untuk peraturan tambahan dari saya belum ada. Tapi jika sewaktu-waktu saya berubah pikiran dan ingin memberikan peraturan tambahan akan saya beritahu kalian lewat Yoga karena walaupun saya mengambil alih kekuasaan Los Asteriscaz tapi saya tetap menunjuk Yoga sebagai pengendali kedua Los Asteriscaz," sela Digo yang berhasil membuat Yoga yang mendengarnya hampir tersedak ludahnya sendiri.


Ia pikir setelah Digo yang mengambil alih kekuasaan Los Asteriscaz, dia akan di tendang oleh laki-laki itu mengingat apa yang dia lakukan dulu kepada laki-laki itu ya walaupun dia hanya melakukan misi yang di berikan oleh Bian dan Papa Devano tapi tetap saja dia berpikir jika Digo akan dendam kepadanya. Namun ternyata salah, laki-laki itu justru mempercayai dia untuk tetap menjadi pengendali kedua Los Asteriscaz alias pemimpi kedua karena ia yakin, Digo akan menerapkan hal yang sama seperti pemimpin Los Asteriscaz sebelumnya yaitu bekerja di belakang layar, tidak mau ada seseorang yang tau jika dirinya lah pemimpin asli Los Asteriscaz.


"Jadi saya harap kalian tetap menghormati Yoga sebagai pemimpin kalian. Dan sepertinya saya tidak perlu menyebutkan konsekuensi jika kalian menjadi penghianat di Los Asteriscaz ini karena saya yakin kalian sudah tau siapa saya yang otomatis kalian juga tau konsekuensi apa yang akan kalian dapatkan jika berani menjadi penghianat. Apa kalian mengerti!" ujar Digo.


"Siap, mengerti!" balas semua anggota Los Asteriscaz yang berada di markas tersebut.


Digo yang mendengar jawaban serempak dari anggota Los Asteriscaz itu, ia menganggukkan kepalanya lalu ia menatap kearah kedua laki-laki paruh baya yang berada di sisi kirinya tersebut.


Dan setelah penyerahan Los Asteriscaz tersebut. Mereka tampak menikmati sebuah pesat kecil-kecil yang sengaja Bian dan Papa Devano adakan.


Keempat laki-laki itu bahkan sekarang tengah duduk di satu tempat yang sama.


"Jadi bagaimana? Apakah kepercayaan kamu ke kita berdua sudah kembali lagi?" tanya Bian yang tentunya ia tujukan kepada Digo.

__ADS_1


Digo tampak menyeruput kopinya sebelum ia menatap kearah kedua laki-laki itu dengan anggukan kepalanya.


Dimana hal tersebut membuat Bian serta Papa Devano menghela nafas lega. Tapi beberapa saat setelahnya keduanya kembali di buat tegang kala Digo berkata, "Aku mengangguk bukan berarti percaya sepenuhnya. Tapi aku mengangguk dengan artian jika memang benar aku percaya dengan Uncel dan Papa namun kepercayaan ini belum sepenuhnya kembali. Karena masih ada satu hal yang belum kalian lakukan untukku dan Sheilla."


Bian dan Papa Devano tampak mengerutkan keningnya.


"Satu hal? Apa itu? Katakan?" tanya Papa Devano tak sabaran.


"Menikahkan Digo dan Sheilla dalam waktu satu minggu lagi."


Bian dan Papa Devano yang baru ingat jika Digo juga meminta akan pernikahannya dan Sheilla dilaksanakan satu minggu lagi pun mereka berdua tampak menghela nafas. Mereka pikir satu hal yang belum mereka lakukan itu adalah satu hal besar yang memang tak bisa mereka lakukan. Tapi ternyata oh ternyata hanya sebuah pernikahan yang merupakan impian dari Bian juga Papa Devano.


"Masalah pernikahanmu dan Sheilla. Kamu tenang saja. Pernikahan itu satu minggu lagi akan terlaksana sama seperti yang kamu inginkan. Setelah pulang dari sini nanti kita akan berembuk mengenai konsep dan lain sebagainya dengan Mama kamu, Aunty Franda dan Sheilla sebelum kita bergerak untuk menyiapkan segala sesuatu tentang pernikahan kalian berdua," ucap Papa Devano yang diangguki setuju oleh Digo.


Namun dibalik anggukan kepalanya itu terdapat sebuah senyuman tipis yang tercetak di bibir seksinya itu.


"Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Los Asteriscaz telah berada di tanganku dan Sheilla akan segera menjadi istriku tanpa harus melewati lika-liku tentang mendapatkan restu terlebih dahulu kepada Uncle Bian dan Aunty Franda. Huh ternyata aku baru tau istilah tentang, pasti akan ada pelangi setelah hujan badai yang bikin sakit kepala itu. Good job Digo, tak tikmu membuahkan banyak hasil yang sangat memuaskan dan aku bangga dengan diriku sendiri," batin Digo penuh dengan kebahagiaan karena ia sangat mudah mendapatkan semua yang dia inginkan termasuk menikahi Sheilla dalam waktu dekat ini hanya dengan sebuah kepercayaan saja.

__ADS_1


Luar biasa!


__ADS_2