
Orang-orang yang berdiri di kubu Raider satu persatu mereka tumbang, bukan hanya tumbang saja tapi lebih tepatnya mereka semua mati dan kini hanya tersisa Raider seorang dengan beberapa luka di tubuhnya, pakai yang tadinya bersih kini sudah dihiasi bercak darah di beberapa bagian. Tapi walaupun kondisinya cukup memprihatinkan, Raider tetap berdiri tegak. Wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan wajah-wajah orang yang ketakutan padahal dirinya saat ini tengah di kepung oleh puluhan anak buah Digo.
Digo senantiasa menodongkan pistolnya yang sayangnya tak ada satupun peluru di dalamnya. Tapi ia berharap dengan ia menodongkan pistol itu, semua orang yang kini tengah mengepungnya tak berani mendekatinya. Namun sayangnya harapannya itu tak akan menjadi kenyataan, buktinya bukannya orang-orang itu takut kepadanya, justru mereka menatap dirinya dengan tatapan bengis terlebih salah satu dari mereka yang sangat ia kenali yaitu Naka kini tengah tersenyum miring kepadanya dan dengan lengan tangan kirinya ia gunakan untuk mengusap wajahnya yang tadi tak sengaja terciprat darah musuhnya yang ia habisi dengan belati kesayangannya, kini tangan kanan itu dengan cepat mengganti belatinya menjadi sebuah pistol lalu dengan gerakan cepat ia mengarahkan pistol itu kearah Raider.
"Sekarang giliran anda, tuan Raider yang terhormat untuk menyusul para anak buah anda yang sangat bodoh itu," ucap Naka tak ada lagi tatapan penuh persahabatan yang selalu terpancar di mata Naka kali ini, justru tatapan itu seakan-akan memberitahu Raider jika Naka saat ini tengah menikmati apa yang tengah ia lakukan ini.
Raider yang mendengar ucapan dari Naka, ia hanya bisa diam tak berkutik. Ia sudah kehabisan ide untuk menyusun rencana agar ia bisa lari dari kepungan singa yang tengah kelaparan itu. Toh kalaupun ia lari, mereka pasti akan tetap mengejar dia dan dengan mudah juga mereka akan menangkapnya. Tapi yakinlah di dalam hatinya yang paling dalam, Raider sangat benci situasi dimana ia hanya bisa diam dan pasrah menerima semuanya.
Naka yang tak mendengar satu patah kata pun yang keluar dari bibir Raider, ia memilih untuk menarik pelatuk pistolnya. Namun ketika ia ingin melepaskan peluru di dalam pistolnya, suara seseorang menghentikan niatnya itu.
"Tugas kamu sudah selesai Naka." Suara itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara tapi beberapa dari mereka tetap menatap kearah Raider, takut-takut laki-laki itu melarikan diri saat fokus semua orang teralihkan.
"Tuan," ucap Naka sembari membungkukkan tubuhnya 90° kala orang yang ia panggil tuan dan tak lain adalah Digo itu sudah berdiri disampingnya.
Digo membalas salam dari Naka itu tersenyum sembari menepuk pundak Naka dua kali.
__ADS_1
"Kamu dan yang lainnya sangat hebat hari ini. Permainan kalian dua kali lipat meningkat dari sebelumnya dan saya sangat bangga akan hal itu," ujar Digo memberikan pujian tepat di depan lawannya yang saat ini menatapnya dengan tatapan tajam, bahkan tangan yang saat ini memegang pistol itu mengerat bertepatan dengan rahangnya yang terlihat mengeras. Tanda jika Raider sangat tak suka dengan kedatangan Digo, tangannya pun sudah gatal untuk segera membunuh laki-laki yang berdiri tak jauh dari hadapannya. Namun mengingat senjata yang ia bawa kali ini sudah tak bisa lagi ia gunakan, ia harus cepat memutar otaknya, mencari cara untuk membunuh Digo hari ini juga.
Sedangkan Digo yang sedari tadi memperhatikan Raider lewat ekor matanya, kini ia menatap sepenuhnya kearah Raider yang terlihat sangat gelisah.
"Raider, long time no see," sapa Digo seakan-akan ia menyapa kawan lamanya. Padahal tak pernah sama sekali mereka berteman.
Raider yang sedari tadi menatap kesana kemarin mencari celah agar ia bisa mengambil salah satu senjata entah dari anak buahnya yang sudah tewas atau dari salah satu anak buah Digo, kini tatapan matanya terfokus kearah laki-laki yang selama ini menjadi musuhnya.
"Bagaimana? Apakah kamu sudah siap menyusul kedua orangtuamu dan saudara-saudaramu yang sudah lama saya habisi?" tanya Digo dengan entengnya.
Gigi Raider bergemlutuk mendengar ucapan dari Digo. Kilas bayang-bayang saat keluarganya dihabisi didepan matanya secara langsung membuat darahnya mendidih. Rasa ingin membunuh Digo pun semakin tinggi.
Orang yang Digo panggil sayang itu kini mulai mendekati dirinya lalu membalas uluran tangan dari Digo dengan senyum di bibirnya. Tentunya senyum manis itu selalu menular sehingga Digo ikut tersenyum kepadanya.
Digo kini memeluk pinggang ramping istrinya yang tak lain adalah Sheila sebelum tatapan matanya kembali kearah Raider berada. Ia sangat yakin jika laki-laki itu semakin ingin membunuh dirinya bahkan mungkin istrinya sekaligus.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu keget melihat seseorang yang kemarin mendatangimu dengan pengakuan jika dia adalah istri Bomi sekarang justru berada di pelukan saya?" tanya Digo yang tentu saja tak ada balasan dari Raider karena laki-laki itu masih setia membungkam bibirnya.
"Ahhhh tapi saya rasa kamu tidak terkejut karena kamu sudah tau jika memang dia bukan istri Bomi. Jadi bagaimana kalau saya perkenalan dia kepadamu terlebih dahulu supaya kamu di neraka nanti bisa menceritakan kepada kedua orangtuamu jika seseorang yang dulu pernah mereka inginkan kematiannya kini masih hidup dan berdiri di samping saya sebagai pendamping saya untuk selamanya. Perkenalkan dia, Arsheilla Anastasya, mungkin kamu sangat asing bukan dengan nama istri saya ini. Tapi apakah kamu ingat dengan satu nama ini, Ayura Gearge Fabian?" tanya Digo yang membuat Raider diam-diam mengerutkan keningnya. Tentu saja Raider tidak lupa dengan salah satu nama sepupunya sendiri yang ia ketahui jika dia sudah meninggal bahkan alasan meninggalnya Yura pun ia juga tau karena saat kedua orangtuanya dulu merencanakan pembunuhan Yura, ia yang saat itu berusia 15 tahun berada di satu ruangan yang sama dengan kedua orangtuanya yang secara blak-blakan membicarakan cara keji itu dihadapannya langsung. Tapi yang menjadi pertanyaannya saat ini, kenapa Digo mengungkit masalah Yura saat ada perempuan lain yang katanya istrinya tengah berada di sampingnya. Apakah dengan tindakan bodohnya itu tak akan membuat istrinya itu cemburu nantinya dan justru akan memancing pertengkaran? Tapi jika mereka sampai bertengkar Raider justru bersyukur, apalagi kalau sampai mereka bercerai, pasti Raider sangat bahagia karena salah satu alasan yang membuat Digo bahagia hilang. Dan tentunya kehilangan orang yang dicintai Digo akan membuat laki-laki itu tak semangat untuk hidup lagi dan akan menyerahkan dirinya kepada Raider, meminta Raider untuk membunuhnya.
Pikiran Raider sudah menjalar kemana-mana, bahkan senyum tipis pun terlihat di bibirnya hanya karena ia membayangkan Digo mati di tangannya dengan alasan konyol. Ayolah, itu hanya bayangan Raider saja yang terlalu jauh pasalnya satu fakta yang baru saja masuk kedalam indra pendengarannya itu melenyapkan bayang bahagia yang berhasil membuat hatinya membuncah.
Dan ucapan Digo yang ia dengar tadi itu berbunyi, "Saya rasa kamu tidak pernah lupa akan nama yang baru saja saya sebutkan tadi. Nama yang disandang oleh seorang gadis kecil cantik dengan keceriaan yang selalu dia pancarkan walaupun hidupnya selalu dalam bayang-bayang mengerikan. Nyawanya selalu menjadi incaran para orang-orang serakah termasuk kedua orangtuamu. Hingga di usia dia yang baru menginjak 7 tahun sebuah insiden besar terjadi. Dan insiden itu tentunya atas ulah kedua orangtuamu. Dan dari insiden itu pula nama Ayura Gearge Fabian telah tiada. Masyarakat sekitar termasuk keluargamu bahkan saya sendiri menganggap jika dia sudah meninggal karena insiden sialan itu. Tapi sialnya kita semua sudah tertipu. Orang yang kita anggap mati justru sekarang masih menghirup udara yang sama dengan kita, berdiri kokoh di sekitar kita, lebih tepatnya berdiri di samping saya. Dia, yang memiliki nama Arsheilla Anastasya adalah orang yang sama dengan gadis kecil yang memiliki nama Ayura Gearge Fabian. Yura yang kamu bahkan keluarga kamu anggap mati ternyata masih hidup dalam keadaan sehat bahkan tumbuh menjadi perempuan cantik yang sialnya bisa meluluhkan hati saya."
Digo mengecup singkat bibir Sheila yang sedari tadi menatapnya. Lalu setelahnya ia menolehkan kepalanya kearah Raider dengan seringai di bibirnya.
"Jadi bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah kamu bahagia karena bertemu lagi dengan salah satu sepupu kamu? Atau kamu masih akan meneruskan cita-cita keluargamu yang akan membunuh Sheila alias Yura?" Ujar Digo. Namun untuk yang kesekian kalinya, Raider hanya diam. Entah apa yang tengah musuhnya itu pikirkan sekarang. Tapi ketika ia melihat urat di leher bahkan tangan Raider, ia tau jawaban Raider atas pertanyaan yang ia layangkan tadi.
"Melihat kamu hanya diam saja membuat saya yakin jika kamu memiliki niatan untuk meneruskan cita-cita keluarga kamu untuk melenyapkan Sheila alias Yura bukan? Jika memang begitu maka, saya persilahkan," ucap Digo sembari melepaskan pelukannya dari pinggang Sheila, membuat semua orang yang ada di sekitarnya menatap heran sekaligus bertanya-tanya kepada Digo. Apakah Digo yakin dengan ucapannya tadi? Apakah Digo yakin melepaskan nyawa istrinya sendiri bahkan mempersilahkan musuhnya lah yang membunuhnya? Apakah Digo selama ini hanya pura-pura sayang dan cinta kepada Sheila padahal selama ini dia menyimpan dendam dengan istrinya sendiri? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang berada di otak para anak buah Digo yang tak sedikit dari mereka berpikir jika Digo orang bodoh dan lain sebagainya bahkan mereka diam-diam mengumpati Digo didalam hati karena sekejam-kejamnya mereka, mereka tak akan pernah tega mengkhianati belahan jiwa mereka sendiri. Tapi apa ini? Bosnya itu malah melakukan hal yang membuat mereka benci setengah mati dengan Digo! Jangan sampai setelah ini mereka yang awalnya menjadi anak buah Digo, justru mereka berbondong-bondong untuk memusnahkan bosnya sendiri.
...****************...
__ADS_1
***Hay Hay bagaimana kabar manusia-manusia yang selalu nunggu nih cerita update? Tapi sepertinya sudah tidak ada lagi manusia disini 😂 Maaf ye selalu lama buat update bab baru disini. Yakinlah kala hati ingin rutin update tapi pikiran tidak bisa diajak kerjasama. Tapi bulan Oktober ini InsyaAllah akan aku usahakan. Ohhh ya aku mau tau dong apakah ada yang rindu cerita ini? Coba tulis jawabnya di komentar ya biar sekalian aku tau masih ada berapa banyak orang yang setia dengan cerita ini. ***
Udah itu aja yang mau saya sampaikan, sekian dan terimakasih. Salam sayang sekebon untuk kalian semua. Love you 😚❤️