The Dark Love

The Dark Love
39. Modus yang Terselubung


__ADS_3

"Saya tidak mau dengar apapun alasan kamu. Dan karena kamu berani melanggar hukuman saya sebelumnya maka saya akan menambah hukuman kamu untuk tidur di kamar saya selama 2 Minggu." Sheilla kembali membelalakkan matanya.


"Hah? Dua Minggu? Yang benar saja tuan. Tidak, saya tidak mau!" tolak Sheilla. Jika ia menuruti ucapan Digo, sama saja ia melukai hati perempuan yang ia duga pacar tuannya itu. Walaupun didalam hatinya sudah ada nama laki-laki itu tapi jika dia sudah memiliki tambatan hati, ia juga sadar diri dan akan menghapus rasa sayang yang sialnya menjadi cinta ini.


"Baik, kalau begitu 3 minggu." Sheilla semakin melongo. Namun saat dirinya ingin protes Digo kembali berucap.


"Oke, 1 bulan," ucap Digo dengan enteng.


"Tuan---"


"Ohhh masih kurang oke saya tambah---"


"Oke baiklah baiklah. 2 Minggu," ujar Sheilla pada akhirnya.


"Dua Minggu? Perjanjian kita yang terakhir adalah satu bulan. Maka hukuman kamu akan saya tambah menjadi satu bulan. Jika kamu protes akan saya tambah menjadi satu tahun," ucap Digo yang membuat Sheilla sebal setengah mati. Ia ingin mencakar wajah tampan laki-laki di depannya itu. Tapi ia sadar jika dirinya melakukan hal tersebut, Digo pasti akan membalasnya lebih kejam dari yang ia lakukan.


"Baiklah. Satu bulan," final Sheilla dengan wajah yang tertunduk lesu.


Digo diam-diam tersenyum mendengar ucapan Sheilla tersebut. Hingga tangannya bergerak untuk mengacak rambut Sheilla dengan gemas.


"Good girl," ujar Digo lalu setelah melakukan hal tersebut, laki-laki itu segera beranjak dari depan Sheilla menuju ke arah balkon dengan ponsel yang menempel di telinganya. Sedangkan Sheilla yang di tinggalkan begitu saja dengan detak jantung dua kali lipat berdetak dari ritme seharusnya pun ia menghela nafas menatap punggung tegap Digo. Lalu setelahnya ia mengalihkan pandangannya kembali lurus kearah depan dengan pikiran yang berkelana.


"Jika aku satu bulan di kamar ini yang otomatis satu kamar dengan tuan Digo. Bagaimana dengan perasaan pacar tuan jika dia melihat hal ini?" gumamnya.


"Pacar? Sedari tadi kamu berbicara mengenai pacar? Pacar siapa yang kamu maksud?" ucapan dari seseorang yang ada di belakangnya membuat Sheilla mengigit bibir bawahnya.


"Katakan siapa yang kamu maksud pacar?" ucap Digo dengan berdiri di tempatnya semula.


"Anu itu saya tidak bermaksud membicarakan calon nyonya di rumah ini. Maafkan saya tuan?" Digo mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Calon nyonya di rumah ini? Maksud kamu siapa? To the point, Sheilla!" geram Digo.


"Itu perempuan yang berada di kamar sebelah bukannya pacar tuan, calon istri tuan yang artinya calon nyonya di rumah ini. Maafkan saya tuan, saya benar-benar tak berniat untuk membicarakan beliau. Saya hanya tak ingin melukai perasaan beliau jika---"


Cup!


Mata Sheilla terbuka lebar saat ia merasakan benda kenyal yang menempel di bibirnya. Jantungnya semakin berpacu cepat membuat dirinya seakan-akan ingin pingsan saat itu juga karena tak mendapat pasokan oksigen.


Digo, si pelaku yang sudah lancang mencium bibir Sheilla, ia tersenyum dibalik ciumannya. Sebelum dirinya menjauhkan wajahnya dari wajah Sheilla yang memerah. Bahkan perempuan itu kini sudah menundukkan kepalanya.


"Manis walaupun saya hanya menempelkan bibirnya saya saja," ujar Digo yang semakin membuat wajah hingga telinga Sheilla memerah.


Sedangkan Digo yang melihat memerahnya wajah perempuan itu, ia sudah tak bisa menahan tawanya lagi hingga suara tawa yang sudah lama tak ia perlihatkan terdengar memenuhi ruangan tersebut yang membuat Sheilla menengadahkan kepalanya menatap wajah Digo yang berkali-kali lipat terlihat tampan dari sebelumnya. Dan hal tersebut bisa menghipnotis Sheilla dalam sekejam mata. Ingin sekali Sheilla menghentikan waktu saat ini juga supaya dia bisa lebih puas melihat tawa Digo itu.


"Ya ampun Sheilla. Kenapa wajah kamu merah seperti tomat? Lucu sekali," ujar Digo sembari mencubit pipi Sheilla yang membuat perempuan itu tersadar dari tatapan penuh pujanya tadi. Bahkan raut wajahnya sekarang sudah berubah menjadi tertekuk.


"Tuan. Apa yang tuan lakukan tadi tidak lucu sama sekali. Bagaimana jika apa yang tuan lakukan tadi di lihat oleh pacar tuan? Saya akan kena omel tuan atau bahkan dia akan menjambak, mencakar atau memukul saya. Dan lebih parahnya lagi itu first kiss saya," ucap Sheilla dengan suara lirih diakhir kalimat.


"Ohhh jadi tadi first kiss kamu? Bagus dong kamu sudah memberikan ciuman pertama kamu di orang yang tepat," ucap Digo.


"Hah? Orang yang tepat? Yang benar saja. Saya akan memberikan first kiss saya ke suami saya nanti. Tapi--- sudah di ambil tuan terlebih dahulu," ujar Sheilla dengan mengerucutkan bibirnya.


"Yahhhh kasihan sekali suami kamu. First kiss untuknya sudah saya ambil duluan. Siapa suruh calon suami kamu lama buat ambil ciuman itu. Jadi tidak salah bukan jika saya yang ada disini mengambilnya terlebih dahulu," tutur Digo seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


"Tuan!!! ishhh menyebalkan!" ucap Sheilla dengan melempar bantal kearah Digo yang berhasil laki-laki itu hindari.


Sheilla terus melempar bantal serta guling yang ada di kamar tersebut namun sayangnya lemparannya sama sekali tak mengenai tubuh Digo. Dan laki-laki itu justru semakin meledeknya membuat Sheilla yang sudah kesal setengah mati memilih untuk menangis saja. Biarkan jika Digo menganggapnya cengeng atau apalah. Dia tak peduli. Ia kesal dengan laki-laki itu yang telah mengambil first kiss-nya.


Digo yang melihat Sheilla kembali meneteskan air matanya ia mendekati perempuan tersebut dengan membawa dua bantal dan guling yang Sheilla lempar tadi.

__ADS_1


"Kenapa malah menangis?" tanya Digo yang sudah duduk disamping Sheilla sembari tangannya menata kembali bantal dan guling tadi ke tempat semula.


"Hiks tuan jahat," ucapnya dengan kedua tangan yang ia gunakan untuk menutup wajahnya.


"Saya jahat kenapa? Saya rasa saya tidak melakukan apapun hingga melukai kamu," ujar Digo.


Sheilla dengan kasar menjauhkan tangannya dari wajahnya. Kemudian ia memiringkan tubuhnya hingga tubuhnya kini berhadapan dengan Digo yang tengah menahan tawanya. Demi apapun, mood Digo hari ini melonjak drastis saat melihat wajah Sheilla yang beberapa hari tak ia lihat itu.


"Tuan bilang tuan tidak melakukan apapun kepada saya. Terus ini, siapa yang sudah mengambil first kiss saya tadi kalau bukan tuan?" ujar Sheilla dengan menunjuk kearah bibirnya.


"Ya terus? Saya harus apa? Mengembalikan first kiss kamu itu?" Sheilla tampak menganggukkan kepalanya dengan isakan kecil di bibirnya.


"Iya. Tuan harus mengembalikan first kiss saya!"


"Bagaimana caranya?" tanya Digo yang membuat Sheilla terdiam. Sepertinya perempuan itu tengah berpikir bagaimana caranya Digo mengembalikan first kiss-nya.


"Saya tidak tau. Pokoknya tuan harus mengembalikannya. Hiks," ucap Sheilla kembali menangis. Digo terkekeh kecil melihat Sheilla yang menangisi ciuman pertamanya itu. Perlu diketahui saja bukan hanya Sheilla yang kehilangan first kiss-nya melainkan Digo pun juga sama. Entah kenapa bibir yang selalu ia jaga agar tak mencium perempuan kini tanpa pikir panjang Digo memberikannya kepada Sheilla, si perempuan yang hampir membunuhnya.


"Baiklah saya akan mengembalikan ciuman pertama kamu." Sheilla tampak mengerjab-ngerjabkan matanya. Dan kemudian ia mengusap air matanya menggunakan punggung tangannya, persisi seperti anak kecil.


"Bagaimana caranya?" tanya Sheilla penasaran.


"Kamu mau tau caranya?" Sheilla menganggukkan kepalanya.


"Dekatan sini. Saya akan memberitahu kamu bagaimana caranya." Tanpa curiga sedikitpun Sheilla mendekatkan tubuhnya ke tubuh Digo. Dan hanya beberapa senti saja dirinya mendekati Digo, laki-laki itu justru dengan cepat menarik pinggangnya dan seperkian detik setelahnya Digo menempelkan bibirnya ke bibir ranum milik Sheilla.


...****************...


Babang Digo mah modus bukan mengembalikan first kiss Sheilla. Dasar anak Papa Dev bisa aja.

__ADS_1


Ohhh ya kenapa kalian tidak semangat sama sekali sih buat ngasih aku Like hiks nangis nih😭 Dahhh lah pokoknya eps ini harus mencapai 50 Like sebelum jam 6 sore titik gak pakai koma. Aku maksa soalnya 🔥 Jangan lupa kasih VOTE dan Hadiahnya juga ya. Terimakasih 💜


__ADS_2