The Dark Love

The Dark Love
96. Berjalannya Rencana Pertama Vina


__ADS_3

Dengan terbatuk-batuk serta merasakan sakit kepala yang teramat sangat, Vina berjalan menuju kedalam kamarnya. Dan setelah dirinya sampai di kamarnya itu, ia menatap dirinya sendiri dipantulan cermin meja riasnya. Dimana dipantulkan kaca itu memperlihatkan dirinya yang tampak begitu kacau bahkan terlihat jelas bekas cekikan yang dilakukan oleh Henry tadi di lehernya. Dan hal tersebut membuat dirinya kini mengepalkan kedua tangannya.


"Aku akan balas kalian berdua. Dan sebelum aku menyingkirkan Sheilla akan aku pastikan kalian berdua akan tersingkir terlebih dahulu dari mansion ini bahkan dari dunia ini sekalipun," gumam Vina dengan kobaran api kebencian dimatanya. Sebelum dirinya memilih untuk masuk kedalam kamar mandi untuk berendam air hangat agar pikirannya itu sedikit tenang.


...****************...


Dan seperti yang dikatakan olehnya tadi tepat di malam harinya saat di manison itu sepi karena 1 jam sebelumnya Digo dan Sheilla pergi entah kemana dan beberapa maid juga bodyguard tengah istirahat. Vina dengan jalan yang mengendap-endap ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur dengan mata yang aktif melihat situasi sekitarnya itu. Dan setelah dirasa aman, Vina yang sudah berada di dalam dapur pun ia segara membuka isi kulkas disana yang isinya selalu sangat lengkap itu.


Namun mata Vina langsung tertuju ke salah satu buah yang ada di dalam kulkas tersebut yaitu buah alpukat dan tanpa pikir panjang lagi, ia segera mengambil buah tersebut. Lalu setelahnya ia langsung mengeksekusi buah tersebut menjadi dua gelas jus yang kini sudah ia sajikan di dalam gelas.


Vina tersenyum kala jus buatannya itu telah jadi dan masih dengan mata yang bergerak was-was, ia memasukkan dua buah pil yang sudah ia haluskan kedalam dua gelas tersebut. Dan untuk menghilangkan jejak, Vina tidak membuang bungkus pil tersebut namun ia akan tetap menyimpannya.


"Setelah ini kalian berdua akan lenyap dari muka bumi ini," gumam Vina dengan senyum miringnya sebelum dirinya membawa salah satu gelas tersebut ke meja makan khusus untuk para pekerja di mansion tersebut untuk menaruh satu gelas jus itu di kursi yang sering Monik tempati. Namun Vina bukan hanya sekedar menaruhnya begitu saja tapi dia juga memberikan secarik kertas yang menandakan jika jus itu untuk Monik seorang dan untuk mencegah agar orang lain tidak meminumnya.

__ADS_1


Dan setelah menaruhnya, Vina berlari kecil kembali ke dalam dapur. Namun saat dirinya ingin masuk kedalam, langkahnya dengan cepat ia hentikan saat matanya melihat seseorang yang tengah berdiri tepat di depan segelas jusnya yang masih berada di atas bar dapur. Dan kebetulan orang itu adalah Henry, orang yang tengah Vina targetkan.


Vina yang tak ingin ketahuan pun ia segera bersembunyi di balik tembok penghubung antara dapur dan ruang makan para pekerja.


Sedangkan Henry yang tadinya berniat untuk mengambil minuman pun matanya salah fokus ke sebuah jus yang terletak diatas bar tersebut. Dan karena penasaran dengan secarik kertas yang berada di bawah gelas jus tersebut, ia segara mengambil secarik kertas tadi dimana di kertas itu tertulis...


"Jangan diminum! Karena ini khusus untuk tuan Henry.


Henry mengerutkan keningnya setelah ia membaca isi dari secarik kertas tersebut.


"Sejak kapan aku memiliki penggemar rahasia? Dan penggemar rahasia ini memanggilku dengan sebutan tuan yang berarti orang itu adalah salah satu maid di rumah ini. Jika memang benar, siapa orang itu? Kenapa dia harus main rahasia-rahasiaan segala seperti ini? Bukankan mengungkapnya secara langsung akan lebih baik? Haishhhh tapi kan ini seorang perempuan yang pastinya akan gengsi kalau mengungkapnya secara langsung. Huh ya sudahlah tak apa karena cepat atau lambat aku juga akan tau siapa orang di balik penggemar rahasia ini," gumam Henry. Lalu setelahnya ia memilih menyimpan kertas tersebut ke dalam saku celananya. Dan tanpa curiga sedikitpun, ia mengambil jus tadi dan membawanya ke area taman belakang mansion tersebut.


Vina yang melihat jika jus buatannya itu berhasil di bawa oleh Henry tanpa membuat laki-laki itu curiga pun ia tersenyum penuh arti yang tandanya jika sebentar lagi Henry akan menyingkir dari dunia ini dan tidak akan pernah mengganggunya ataupun menghalanginya menjadi nyonya di mansion tersebut.

__ADS_1


Dan baru saja ia tersenyum bahagia, ia dibuat kalang kabut saat mendengar suara langkah seseorang yang tengah berjalan menuju ke arah ruang makan khusus untuk pekerja itu. Dan saking takut ketahuan, Vina sampai tak melihat ada sebuah undakan kecil hingga membuat dirinya kini tersandung dan berakhir dirinya tersungkur mencium lantai tersebut hingga membuat bibirnya berdarah.


"Arkhhhh sial," umpat Vina sebelum dirinya kini bangkit kembali dan segera berlari menuju ke bawah meja makan utama. Ia bersembunyi di bawah meja makan tersebut dengan beberapa kursi yang ia tata sedemikian rupa agar menghalangi tubuhnya yang tengah memantau pergerakan orang yang kini tengah duduk di kursi makan khusus pelayan itu. Dimana disana sudah ada Monik yang tengah terheran-heran setelah membaca secarik kertas yang ia dapatkan dari bawah gelas jus yang ada di hadapannya itu.


Dan isi dari kertas itu sangat-sangatlah mirip dengan yang Henry dapatkan tadi namun bedanya hanya di namanya saja.


"Huh, penggemar rahasia lagi. Kapan sih dia akan memunculkan dirinya dihadapanku langsung? Apakah dia juga tidak bosan main rahasia-rahasiaan seperti ini terus menerus? Sudah terhitung hampir 5 bulan si penggemar rahasia itu sering melakukan hal seperti ini. Kalau tidak kasih makanan ya minum, begitu saja terus sampai aku gendut tanpa tau siapa orang dibalik kata penggemar rahasia itu. Haishhhhh. Tapi tak apa lah aku tidak tau dia untuk hari ini, mungkin di suatu saat nanti aku akan mengetahuinya. Dan btw terimakasih pengemar rahasia yang selalu saja tau apa yang sedang aku butuhkan," gumam Monik dengan senyum yang mengembang di bibirnya sebelum ia kini mengambil jus tadi lalu menengguknya.


"Hmmmm enak juga jus buatannya. Sangat pas dengan cuaca yang sangat panas ini padahal sekarang sudah jam 7 malam," ucap Monik dengan menatap kearah jendela yang memperlihatkan suasana di malam hari yang masih tampak terang benderang itu karena kebetulan bulan ini adalah musim panas yang artinya matahari yang berada di langit Paris itu akan terbenam pukul 20:49 waktu Paris.


Dan saat Monik tengah menikmati jus tadi dengan menikmati pemandangan di luar sana dari balik jendela, berbeda dengan Vina yang lagi-lagi ia di buat kegirangan saat rencananya itu berhasil.


"Mereka benar-benar sangat bodoh. Bisa-bisanya langsung percaya dan meminum jus itu tanpa mereka selidiki terlebih dahulu. Tapi kebodohan mereka itu akan membuatku bahagia mulai sekarang dan selamanya. Bye Monik, bye Henry. Semoga kalian mati mengenaskan setelah obat itu bereaksi nanti," gumam Vina dengan perlahan ia keluar dari persembunyiannya. Lalu setelah ia berhasil keluar tanpa menimbulkan suara sedikitpun, ia kini berlari menuju kearah lift yang akan mengantarkan dirinya ke kamarnya kembali. Ia akan menunggu kehebohan yang sebentar lagi akan terjadi di mansion itu didalam kamar saja agar mereka tidak curiga jika penyebab dari kehebohan yang akan terjadi nanti itu adalah ulahnya. Dan kehebohan itu tentunya kehebohan mengenai kematian dua monster yang selalu menghalangi jalan Vina untuk bersanding dengan Digo.

__ADS_1


__ADS_2