ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH
ADU MEKANIK


__ADS_3

"Bah! Bawa masuk semua warga!" sergah Darto ketika sadar tengah ada sosok yang memperhatikan dirinya.


Mengingat hanya ada 10 rumah di dalam kampung tersebut, semua penduduk yang hanya berjumlah 24 orang, langsung digiring masuk ke dalam rumah Jaka dan juga rumah sebelahnya.


Dua rumah tersebut hanya terpisah bilik bambu, rumah mereka benar-benar menempel tanpa spasi. Sekarang dua rumah tersebut tengah dipenuhi oleh 22 orang saja, karena Jaka dan Abah Ramli menemani Darto yang sudah memasang posisi sigap di depan halaman.


"Bah ... lebih baik Abah masuk, jaga mereka dari dalam. Sepertinya keberadaan kalian sudah diketahui oleh mahluk yang mencari kalian," pinta Darto sembari terus mengedarkan pandangannya, dia terus menyapu tatapannya, untuk mencari suatu mahluk yang berhasil membuat bulu kuduknya berdiri.


Abah Ramli langsung mengangguk, dia menuruti permintaan Darto tanpa bertanya, kemudian pergi menuju rumah Jaka dan menyuruh semua orang untuk diam tidak bersuara.


Semua warga memasang ekspresi bingung di wajah mereka, namun meski begitu mereka tidak berani menanyakan tentang kebenaran yang sedang terjadi pada mereka. Penduduk hanya bisa pasrah, menuruti semua perintah dari sesepuhnya.


Darto yang melihat semua warga sudah masuk, dia menciptakan sebuah kubah yang mirip dengan kubah Kanjeng Rama. Dia melindungi dua rumah yang disinggahi warga, agar dia bebas melakukan pertarungan bersama Jaka.


Jaka yang melihat Darto sudah selesai menciptakan kubah, dia langsung ikut memasang ekspresi serius, kemudian menatap Darto dan dilanjut mengangguk. Jaka juga sekarang bisa merasakan kehadiran mengancam dari balik kegelapan, meski dia belum tahu tentang siapa dan bagaimana bentuk dari mahluk tersebut.


"Jak ... kalau kamu lihat posisi mahluk itu, kamu langsung ke sana, dan tusuk saja," ucap Darto sembari mengumpulkan energi di tangannya.


Mendengar perintah Darto, Jaka langsung menciptakan tombak yang sangat mirip dengan senjata yang digunakan oleh leluhurnya. Dia langsung berdiri memunggungi Darto dengan posisi siap menyerang dan juga bertahan.


Mereka berdua terus berputar, mencari keberadaan mahluk yang terus memancarkan hawa mencekam, dengan senjata yang sudah tergenggam dengan erat di lengan mereka.


Darto saat itu menciptakan panah, dia selalu merasa bahwa panah miliknya sangat berguna jika untuk melawan musuh yang menjaga jarak. Namun kali ini Darto belum menarik busurnya, karena sosok yang mengintai sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya.

__ADS_1


Suasana saat itu begitu hening, Darto dan Jaka bahkan bisa mendengar hembusan nafas mereka sendiri. Dua lelaki itu tenggelam dalam fokusnya, sembari terus mengedarkan pandangan ke segala arah penjuru.


Tanpa diduga, Darto melihat pantulan cahaya bulan yang mengkilap setelah menatap kegelapan di depannya. Darto langsung tahu jika itu adalah pancaran sinar rembulan, yang terpantul pada mata binatang.


Tanpa aba-aba, Darto langsung membusungkan dada, dan menarik senar busur sembari menciptakan sebuah anak panah bercahaya. Dalam satu kedipan, Darto melepas anak panah tersebut hingga melesat masuk menembus kegelapan.


Darto benar-benar jeli, tembakan anak panah pertamanya langsung mengarah tepat ke arah kepala sosok yang sedang mengitari mereka. Namun sayangnya sosok itu lebih dahulu menghindar, dia melompat dengan begitu cepat hingga anak panahnya hanya melewatinya begitu saja.


Sungguh mahluk yang begitu gesit, dia bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata. Sosok yang lincah dan juga cerdik, sekarang sedang dihadapi oleh Darto dan Jaka.


Jaka langsung gemetar, tangannya yang tengah memegang tombak langsung bergetar setelah menyaksikan kegesitan lawannya malam itu. Dia tidak menyangka ada mahluk yang bisa menghindar dari panah Chandrabha milik Darto. Padahal dia kira panah milik Darto merupakan senjata terkuat yang pernah dia lihat semasa latihan kemarin.


"Jak, jangan pernah kendurkan konsentrasi. Cuma kamu yang bisa menjaga punggungku," ucap Darto setelah dia merasakan tubuh jaka gemetar di punggungnya.


"Maaf, Kang. Saya hampir saja lepas kendali," sahut Jaka singkat, kemudian menghela nafas secara rakus, dan menahan nafasnya di dalam dada.


Anak panah tersebut melesat dua kali lipat dari anak panah pertama, namun sayangnya sosok itu kembali melompat dan melangkahi laju anak panah sekaligus menerkam Darto dalam satu kali gerakan.


Sungguh lawan yang cerdik. Dia bisa melakukan gerakan bertahan dan menyerang dengan satu kali lompatan.


Darto yang belum siap menerima serangan, dia berteriak memanggil Jaka untuk meminta bantuan ketika sosok itu tengah melambung dan siap menerkam di atas udara.


Mendengar teriakan Darto, Jaka seketika memutar tombaknya, dia mengayun tombak miliknya secara vertikal untuk memindah polisi bilah senjatanya. Dalam satu gerakan, tombak di tangan Jaka sudah berhasil memindah ujung runcing tombak ke arah belakang, ke arah sosok yang tengah melambung dan siap menerkam Darto di belakangnya.

__ADS_1


Crat ...


Ujung runcing tombak Jaka berhasil menggores wajah harimau jawa yang memiliki ukuran diluar nalar. Serangan fatal Jaka benar-benar bisa dihindari hanya dengan menggoyang ekornya, hingga tubuh harimau tersebut sedikit berbelok ketika terjun ke arah Darto.


Darto yang melihat arah lintasan harimau berubah, dia seketika mengganti panah di tangan menjadi cambuk yang begitu panjang. Dalam sekejap Darto mengayunkan cambuknya dan berhasil memecut wajah harimau sebelum sosok itu kembali menerkam.


suara riuh gelegar petir kembali terdengar. Ketika serangan Darto dan Jaka berhasil menciptakan dua garis guratan luka di wajah lawan mereka.


Harimau tersebut kembali melompat ke arah kegelapan, dia merasa terkejut dengan kesigapan dua lawan yang sedang dirinya hadapi. Namun meski wajahnya sudah tergores dua kali, dia tetap tidak kabur. Dia hanya mengulur waktu, untuk kembali mengatur rencana serangan selanjutnya.


Jaka dan Darto tidak mengendurkan kewaspadaannya, kali ini Darto kembali merubah senjata di tangannya menjadi panah. Dia menembak segala arah secara bertubi-tubi, untuk memancing lawannya keluar dari dalam kegelapan lagi.


Sosok harimau sungguh cepat, dia melebihi sosok kelabang yang pernah dilawan oleh Darto. Sosok itu dengan mudah menghindari semua rentetan anak panah, dengan bergerak secara gesit dan akrobatik. Saking meremehkan serangan Darto, sosok harimau itu sampai tersenyum kecut sembari membuka suara yang begitu menggema, "Lemah kau manusia!"


Darto yang mendengar asal suara harimau berpindah dengan kecepatan diluar nalar. Dia melesat sembari mengubah senjatanya menjadi pedang, dan langsung mengayunkan pedangnya sebelum berpindah.


Di waktu yang sama, Jaka juga langsung ikut berpindah, mereka menggunakan teknik lempit, dan langsung sampai di atas tubuh mahluk yang tengah menjadi lawan mereka.


Darto yang tengah mengayun pedang, dan Jaka yang tengah menghunus tombak, mereka berdua melayang tepat di atas tubuh harimau yang begitu besar. Mereka mengincar titik yang sama, untuk memotong leher dari sosok harimau yang tengah menjadi musuh mereka.


Apakah serangan kejutan mereka akan berhasil?


Mari kita saksikan pada episode selanjutnya.

__ADS_1


Bersambung ....


Ehem ... hari senin biasa pada punya vote 😁


__ADS_2