ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH
KEBINGUNGAN RAJA


__ADS_3

Jaka dan Darto berdiri berhadap-hadapan, di tengah sorakan meriah dari semua penontonnya. Mereka menunggu aba-aba dari Raja yang menjadi wasit, dalam bungkam mereka menghunus senjata di tangannya.


Raja tiba-tiba mengangkat tangannya. Semua penonton yang masih bersorak pun berangsur bungkam. Mereka melihat ke arah yang sama untuk mendengarkan titah selanjutnya.


"Mulai!" Teriak Raja di sambut riuh suara teriakan semua penonton, mereka kembali bersorak untuk menyemangati dua petarung di tengah lingkaran manusia.


Ditengah suara bising sorak manusia, Darto dan Jaka hanyut dalam konsentrasi mereka. Telinga mereka seakan tuli, semua suara tiba-tiba tidak mereka dengar lagi.


Dua pemuda itu sungguh memiliki tatapan yang sangat tajam, mereka terus memperhatikan lawannya dengan fokus yang sangat luar biasa.


Mereka terus melangkah ke samping, sembari memainkan senjata di tangan mereka. Untuk sesaat tidak ada pergerakan dengan maksud menyerang, mereka berdua terus fokus untuk mencari momentum.


Jaka yang sudah berkurang kesabarannya dalam mencari celah, dia mencoba menggertak Darto dengan cara menyentak kaki sambil mengayun tombaknya.


Darto yang tahu jika itu hanya gertakan, langsung mengambil tindakan cepat ketika tombak Jaka tengah mengayun.


Darto melesat mendekat, sepersekian detik sebelum tombak Jaka kembali pada posisi siap. Darto benar-benar melakukan langkah lebar dengan kecepatan di luar nalar. Semua orang bahkan langsung bungkam menyaksikan Darto yang melesat bagai kilat.


Namun sayangnya, serangan Darto masih bisa dihindari Jaka. Ketika Darto mendekat Jaka berpindah ke belakang Darto dengan teknik lempit, dan sejurus kemudian dia mengayunkan tombak miliknya lagi mengincar punggung Darto.


Darto yang menyadari lintasan perpindahan Jaka langsung berbalik dan mengangkat perisainya. Sesaat ketika tombak Jaka berbenturan dengan perisai di tangannya, Darto kembali mengayunkan pedangnya ke arah lengan Jaka, namun Jaka juga menepis serangan Darto menggunakan perisai miliknya.


Kedua perisai kayu milik Darto dan Jaka benar-benar terbelah, perisai itu hanya sanggup menerima satu serangan dari lawan mereka. Kini Darto dan Jaka benar-benar bertarung mengandalkan senjata saja, dan harus mengelak untuk menghindari luka.


Ketika dua perisai terbelah secara bersamaan, semua otak penonton seperti terlambat berfikir. Mata telanjang mereka tidak bisa mengikuti kecepatan lempit, namun mereka langsung berteriak ketika tersadar dan melihat dua perisai terbelah sudah jatuh di atas tanah dalam waktu yang bersamaan.

__ADS_1


Berbeda dengan sang Raja, dia bisa melihat setiap gerakan Darto dan Jaka. Matanya benar-benar jeli, itulah yang membuatnya pantas menyandang gelar di atas semuanya.


Raja bahkan tersenyum puas melihat pertarungan Darto dan Jaka, dia sampai berdiri dari tempat duduk miliknya, hanya sekedar memberikan tepukan tangan untuk aksi kedua pria di depannya.


Sungguh suasana berubah menjadi sangat bising ketika Raja bertepuk tangan, semua penonton berjingkrak hanya karena melihat Raja terkesima, mereka terus menyemangati Darto dan Jaka, agar mereka bisa bertarung dengan kekuatan penuhnya.


Darto dan Jaka kembali berjalan menyamping hingga memutar. Mereka kembali memasang posisi waspada, mengingat tidak ada lagi pelindung yang mereka bawa. Hanya butuh satu tebasan tombak maupun pedang di tangan lawan mereka, benar-benar bisa langsung merobek maupun memisah sebagian tubuh Darto maupun Jaka.


Sorak suara penonton kembali lenyap, Darto dan Jaka kembali hanyut dalam fokus mereka. Sungguh fokus yang sangat tinggi, mereka bahkan bisa merasakan setiap suara angin, detak jantung, maupun merasakan keringat yang merambat di sekujur tubuh mereka.


Mereka bisa mendengar satu suara yang sangat kecil, meski mereka tengah berdiri di tengah puluhan orang yang berteriak.


Kali ini Darto lebih dahulu maju, dia maju dengan langkah pelan menuju Jaka yang sudah bersiap. Baru beberapa langkah Darto mendekat, Jaka langsung menusuk arah lintasan Darto.


Bukannya panik maupun melakukan gerakan menghindar, Darto malah justru tersenyum ketika ujung tombak Jaka hampir menyentuh tubuhnya.


Darto berpindah sembari mengayunkan pedangnya secara horizontal, dia berniat untuk memberikan luka fatal pada lengan lawannya.


Jaka benar-benar terkejut, dia mengelak dengan cara berjongkok dengan posisi tangan yang masih dalam kondisi menusuk.


Tebasan samping Darto benar-benar dimentahkan, Darto hanya berhasil menebas sedikit rambut Jaka , karena Jaka tiba-tiba menunduk. Jika Jaka lebih pelan sedikit saja, pedang Darto benar-benar bisa menebas kepala miliknya.


Namun meski gagal, Darto kembali menebaskan pedangnya secara vertikal, namun kali ini Jaka bisa menangkis menggunakan tombak yang sudah tidak dalam posisi menusuk. Jaka menahan tebasan Darto dengan gagang tombak, namun tombaknya sama sekali tidak bisa menahan sepenuhnya.


Tombak Jaka benar-benar terbelah, sedangkan pedang Darto masih terus mengayun ke arah bawah. Untungnya Jaka sama sekali tidak tergores, meskipun sudah kehilangan senjata.

__ADS_1


Melihat posisi Darto yang tengah condong ke depan ketika mengayun pedang, dengan posisi jongkok Jaka menendang tulang kering Darto dengan gerakan tendangan memutar. Kekuatan tendangan Jaka benar-benar gila, hingga semua penonton spontan kembali berteriak melihat aksinya.


Darto benar-benar menerima tendangan itu secara telak, karena posisinya memang mustahil untuk menghindar ketika menyerang. Tulang kering milik Jaka dan Darto benar-benar berbenturan, menciptakan suara yang cukup untuk membuat semua penonton merasa ngilu.


Darto benar-benar tersungkur, namun dia kembali berdiri dengan gerakan kayang. Jaka yang melihat Darto hampir berdiri tegap, memanfaatkan momentum itu untuk kembali menendang Darto sekuat tenaga.


Tendangan Jaka berhasil ditepis menggunakan lengan Darto, namun Darto juga menjatuhkan pedangnya di waktu yang bersamaan.


Darto sebenarnya bisa menepis tendangan Jaka dengan pedang di tangannya, tapi mengingat ketajaman pedang tersebut, Darto memilih untuk melepas senjatanya, kemudian menepis tendangan Jaka dengan telapak tangannya saja. Darto tidak ingin lawannya kehilangan kaki, karena dia bisa menjadi teman yang hebat jika suatu saat nanti berdiri di pihak yang sama.


Melihat tindakan Darto, raja benar-benar merasa kecewa dan senang dalam waktu bersamaan. Dia kecewa karena salah satu calon Raja bersikap lunak, tapi dia senang karena tidak kehilangan satu pria yang juga juga memiliki keahlian yang tampak sepadan.


Pertarungan masih berlanjut, kini pertarungan itu berlangsung tanpa senjata. Mereka saling menendang dan meninju dengan kekuatan yang sama, sebelum akhirnya pukulan Darto mendarat telak di dada Jaka.


Jaka masih belum menyerah, dia terus maju dengan bibir berdarah sembari terus berpindah ketika sudah melakukan gerakan menyerang. Namun Darto tidak memberikan tempat untuk Jaka menghindar, di mana pun Jaka berpindah, di situ Darto sudah berdiri terlebih Dahulu.


Meski begitu, Darto juga banyak menerima pukulan Jaka, mereka bertarung dengan gaya yang sama, mengingat di kehidupan aslinya mereka memiliki guru yang sama.


Ditengah pertarungan sengit, Jaka yang sudah terpojok berteriak mengeram sembari melompat, dia menciptakan tombak api di tangannya ketika melambung, Darto yang melihat senjata di tangan Jaka langsung melompat, dan menciptakan panah chandrabha di tangannya, ketika tubuhnya berada pada posisi lebih tinggi dari Jaka.


Semua orang benar-benar terkesiap, suasana langsung berubah menjadi hening. Mereka tidak bisa mempercayai apa yang tengah mereka saksikan, bahkan sang Raja juga sangat terkejut.


Semua orang sangat heran, ketika mereka melihat dua pria di depannya, memiliki ilmu kanuragan yang seharusnya diwariskan dan diajarkan oleh Raja sebelumnya.


Sungguh fenomena langka, semua orang benar-benar bergidik takut dan senang dalam waktu yang sama, setelah melihat senjata yang terhunus di tangan dua pria kuat, yang sedang melambung di udara.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2