ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH
BIMBINGAN


__ADS_3

Sembari merebahkan tubuh, Darto mengangkat lengan miliknya


Dia melihat cincin di jari miliknya kemudian berkata, "Brahmana, Kanti, Abirama ... kalian bisa keluar sekarang."


Cincin Darto langsung bersinar terang kala itu, cahaya putih terpancar dari jari miliknya, kemudian tiga sosok yang dipanggil keluar dari dalamnya.


"Kamu sudah mengurus lantai sepuluh secepat ini, Dar?" tanya Abirama heran.


"Alhamdulillah ... semuanya lancar, he he he," Darto cengengesan masih dengan posisi rebah.


"Berapa hari yang kamu habiskan, Le?" Kanti penasaran.


"Belum genap satu hari. Kita langsung berpencar setelah keluar dari kamar Eyang," jawab Darto sembari mencoba bangun. Dia hendak duduk karena merasa kurang sopan saat berbicara dengan posisi tiduran.


"Tidur saja ... tidak apa-apa... kalian pasti lelah sudah melawan tujuh mahluk secara berturut-turut," Brahmana membuka suara sembari mendorong tubuh Darto agar tidak bangun, "Masih ada sisa mahluk di kamar ini, Kan?" sambungnya sembari menatap wajah Darto.


"Masih ... Aku cuma mengalahkan satu saja seperti yang Eyang minta," jawab Darto sembari membalas tatapan Brahmana.


"Bagus ... Dengan begitu pemilik kamar satu sampai sembilan pasti masih bisa merasakan energi temannya. Mereka pasti berfikir jika kalian sedang tersesat di dalam kamar ini," Brahmana tersenyum, dia memaparkan barisan gigi di wajahnya hingga membuat Kanti dan Abirama ikut tersenyum setelah melihat ekspresi Brahmana.


"Sekarang kalian istirahat saja dulu, kalau nafas kalian sudah beraturan, kalian semua akan mulai mendapat masukan dari kami bertiga," ucap Abirama.


"Kami semua?" timpal Jaka yang juga masih tertidur telentang diatas tanah.


"Iya ... Kalian semua pasti akan lebih bisa dijadikan bantuan oleh cucuku, setelah keluar dari kamar ini," sahut Brahmana.


Bukan hanya Jaka, semua teman Darto benar-benar merasakan hal yang sama. Meraka merasa senang karena akan mendapat pelatihan, dari guru yang pernah melatih Darto dulu kala.


Mereka semua berharap bisa menjadi sekuat Darto, agar tidak menjadi beban lagi kedepannya.


Setelah nafas mereka mulai teratur, satu persatu dari enam pria tersebut bangun. Mereka mulai duduk dan menunggu yang lainnya, sembari melakukan perbincangan tentang tehnik menggunakan energi yang Brahmana usulkan.


Enam pria yang mendengar hal tersebut benar-benar terkejut. Bahkan Darto sampai bertanya, "Apa bisa energi kita digunakan seperti itu?"

__ADS_1


"Pasti bisa kalau itu kalian. Itu sebabnya Aku, Kanti dan Abirama berniat membimbing kalian di sini," jawab Brahmana dibarengi anggukan kepala Kanti dan Abirama.


Darto dan lima temannya langsung tersenyum begitu begitu lebar, wajah mereka tampak sangat sumringah, setelah mendengar ucapan Brahmana.


Setelah mendengar kata itu, Darto langsung berdiri dari duduknya, dia menatap lima temannya secara bergantian, kemudian mengangguk untuk sebuah isyarat.


Kelima teman Darto langsung berdiri, mereka semua menatap ke arah tiga mahluk yang masih duduk, kemudian membiarkan Darto berbicara.


"Sebaiknya kita mulai sekarang, Eyang. Bukannya aku terburu-buru, tapi ada keluarga yang menunggu di rumah," Darto berkata dengan wajah yakinnya.


Brahmana, Kanti dan Abirama benar-benar tersenyum. Mereka kemudian berdiri, dan memilih dua murid yang akan mereka ajari kedepannya.


Darto dan Jaka bersama Brahmana, mereka mendapat pelajaran sebuah tehnik yang hanya bisa digunakan oleh manusia. Dia adalah guru yang sangat tepat untuk Darto dan Jaka, mengingat dulu Brahmana pernah hidup sebagai manusia, tidak seperti Kanti dan Abirama yang memang terlahir di alam sebelah.


Sastro dan Wajana meninggalkan goa bersama Kanti, mereka memilih salah satu goa yang dekat dengan tempat Darto dan Jaka berlatih, untuk mempelajari tehnik yang akan Kanti ajarkan.


Sedangkan Maung dan Komang mengikuti Abirama, mereka juga meninggalkan tempat yang digunakan oleh Darto dan Jaka, kemudian memilih goa yang berbeda dengan Sastro dan Wajana.


Tiga kelompok tersebut melakukan pelatihan terpisah, mereka benar-benar mendapat satu pelajaran baru, dari sosok yang jauh lebih tua dibandingkan dengan umur mereka.


Mereka semua benar-benar menemukan satu pengetahuan baru, tentang bagaimana cara menggunakan energi di dalam tubuh mereka.


Di dalam goa yang gelap tersebut enam pria terus mencurahkan energi serta keringat mereka. Semuanya berusaha keras untuk meraih hasil yang diinginkan, hingga tidak terasa sudah cukup banyak waktu yang terbuang.


Karena tempat latihan mereka begitu gelap, mereka tidak menyadari jika sudah enam hari berlalu sejak saat mereka memulai latihan. Mereka semua bahkan tidak tidur, dan hanya melakukan istirahat ketika makan.


Hari ini, di hari ke enam, Darto adalah orang pertama yang menguasai tehnik yang semula dirinya anggap mustahil. Brahmana yang melatihnya juga terkejut setelah melihat Darto bisa melakukan melebihi apa yang dirinya ajarkan.


"Bagaimana kamu bisa melakukan itu, Dar?" tanya Brahmana.


"Tidak tahu Eyang ... aku hanya berfikir akan lebih bagus jika digunakan seperti ini," jawab Darto sedikit bingung, "Tapi sepertinya tidak sekuat teknik yang Eyang ajarkan, soalnya gundukan itu hanya berasap, tidak seperti saat Eyang memberi contoh dulu," sambung Darto sedikit kecewa.


"Kamu bicara apa? Itu batu, Dar! Bayangkan jika itu mahluk yang bernyawa, bahkan teknik milikku tidak bisa membuat batu itu menguap!" Brahmana benar-benar bersemangat, dia bahkan berbicara dengan nada yang begitu lantang, karena merasa sangat senang.

__ADS_1


"Apa benar, Eyang?" Darto sedikit merasa lega.


"Coba nanti praktekkan pada ratu yang tersisa setelah latihan, kamu akan tahu sendiri jawabannya," Brahmana terkekeh pelan, "Sekarang kamu bisa istirahat, tidur juga merupakan bagian dari latihan," sambungnya lagi.


Darto langsung mengangguk kemudian meninggalkan Brahmana, dia beringsut ke pojok ruangan,dan menonton Brahmana yang kembali melatih Jaka di depannya.


Saat itu Darto benar-benar langsung terlelap, mengingat sudah lima malam dirinya tidak memberikan waktu pada tubuhnya untuk beristirahat.


Sedangkan lima teman yang lain masih terus melanjutkan latihan mereka, hingga tidak terasa suara yang sangat Darto kenal kembali terdengar pada kedua telinganya.


"Dar ... bangun Dar ... Bangunkan teman kamu juga, kalian sudah tidur terlalu lama," ucap Kanti sembari menggoyang pundak Darto.


Darto benar-benar terkesiap setelah mendapat sentuhan dari Kanti, dia bergegas duduk dengan tergesa, kemudian mengerjap kedua matanya.


Setelah kesadarannya kembali, Darto membangunkan satu persatu teman yang tidur tidak jauh dari dirinya.


Lima pria itu bangun dengan ekspresi yang sama, karena tersentak dalam tidur lelapnya.


"Sebenarnya kita tidak ingin membangunkan kalian, tapi kalian sudah tidur seharian penuh. Terutama Darto, dia benar-benar seperti orang mati selama dua hari," ucap Brahmana.


"Apa?! Dua hari?!" Darto benar-benar tersentak. Dia merasa hanya beberapa detik saja memejamkan mata, namun nyatanya sudah lebih dari satu hari terlewati dan terbuang sia-sia.


"Iya, Dar ... Teman kamu selesai latihan sehari setelah kamu tertidur, mereka benar-benar tidur seperti orang mati, ha ha ha ha," sambung Abirama.


"Tidak apa-apa, Le. Dengan begitu energi yang sudah terbuang saat latihan pasti sudah kembali. Kalian benar-benar prima sekarang," timpal Kanti mencoba menenangkan.


"Sekarang kalian coba saja pada pemilik kamar yang tersisa, aku yakin jerih payah, waktu dan keringat yang kalian korbankan tidak akan mengecewakan," Brahmana tersenyum lebar, "Sekarang bawa kami di dalam cincinmu lagi, Dar. Panggil kami ketika kalian sampai di depan singgasana pemilik tempat ini," sambungnya lagi.


Enam pria yang masih sedikit bingung itu langsung saling mengangguk, Darto menyalurkan energi ke tangannya kemudian membiarkan Brahmana, Kanti dan Abirama masuk.


Setelah semua siap, enam pria itu kembali menyusuri goa, mereka berdiri di depan mulut satu-satunya goa yang belum di masuki, kemudian melangkah dengan penuh rasa penasaran.


Seperti apa kemajuan yang mereka alami?

__ADS_1


Apa benar tehnik yang Darto kuasai sekuat yang Brahmana katakan?


Bersambung ....


__ADS_2