ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH
KALAH JUMLAH


__ADS_3

Darto dan Jaka benar-benar terkejut setelah melihat puluhan mahluk tidak berkulit itu berenang ke arah mereka. Mahluk tersebut berenang dengan kecepatan gila, dengan tubuh yang terus timbul tenggelam, membelah arus sungai yang begitu deras.


Mereka tampak begitu lihai dalam melawan lonjakan arus, hingga hanya butuh beberapa detik saja mereka sudah berhasil menyebrang dan sampai di sisi yang sama dengan tempat dimana Darto dan Jaka berdiri.


Setelah berhasil menyeberang dan mengangkat tubuh mereka ke daratan, secara beringas makhluk-makhluk tersebut berlari ke arah Darto dan Jaka. Mereka melangkah tergesa dengan tubuh membungkuk sembari menggunakan kedua tangan panjang mereka sebagai topangan selayaknya kaki depan pada binatang berkaki empat.


Mereka semua berlari sembari menjulurkan lidah, selayaknya sekumpulan anjing liar yang hendak berebut sebuah buruan mangsanya. Benar-benar satu kejadian yang tidak terduga, hingga Darto dan Jaka yang cukup terkejut, sampai terlambat memasang posisi siaga.


Darto dan Jaka benar-benar sudah dikelilingi oleh puluhan mahluk tersebut dalam sekejap mata, mereka tidak mengira jika sosok yang mirip dengan penuntun jalan akan menyerang mereka setelah berada di tempat tersebut.


Namun meski sudah terkepung oleh puluhan sosok di sekeliling mereka, Darto dan Jaka masih bisa menjaga pikiran mereka, agar tetap tenang dalam menghadapi kejutan yang mereka terima.


Darto dan Jaka langsung berdiri saling bertolak punggung, untuk saling melindungi sahabatnya dari serangan yang mungkin dilancarkan oleh musuhnya dari titik buta. Mereka mulai memasang tatapan serius, sembari menyapu pandangan ke seluruh area di sekitarnya.


Untuk cukup lama tidak ada pergerakan dari kedua kubu yang tengah berhadapan tersebut, mereka saling menunggu dan mengamati, untuk mencari sebuah momentum yang tepat agar bisa menyerang.


Ditengah suasana genting tersebut, satu sosok buruk tersebut melompat ke arah Jaka dengan begitu gesit. Dia kehilangan kesabaran dan mencoba menyerang dua pemuda di depannya secara membabi buta.


Ketika kuku tajam di jari mahluk tersebut hampir menggapai leher Jaka, Jaka berhasil menghentikan serangan yang mahluk itu lancarkan dengan cara memotong lengan yang tengah mendekat padanya, hanya dengan satu ayunan tombaknya saja.


"Aaarrgghh!" sosok itu meraung kesakitan setelah satu lengan miliknya jatuh ke atas tanah. Dia berlari menjauh dari Jaka dengan kecepatan yang luar biasa, kemudian terjun ke dalam arus sungai berwarna merah di dekatnya.


Darto dan Jaka yang melihat lawannya kabur, merasa sedikit lega karena musuhnya terpampang tidak begitu membahayakan.


"Mereka lemah, Kang," ucap Jaka setelah merasa tebasan ringannya saja mampu membuat musuhnya kabur.

__ADS_1


"Tapi firasatku tidak enak, Jak," sahut Darto masih dengan posisi siaga dan menunggu momen menguntungkan.


Mendengar jawaban tersebut, Jaka tidak membuka percakapan lagi. Dia justru menerjang maju, menuju puluhan sosok yang tengah membungkuk mengitari mereka.


Jaka berlari dengan kecepatan yang sangat gila, sembari mengayun tombak di tangannya secara teratur. Setiap ayunan tombak Jaka selalu berhasil memisahkan bagian tubuh lawannya, hingga tanpa sadar dia sudah berhasil mengatasi separuh dari jumlah keseluruhan penyerangnya.


"Benar kan, Kang? Mereka lemah!" ucap Jaka mencoba memastikan kekuatan lawannya.


Mendengar ucapan tersebut, Darto langsung melompat ke arah musuh yang tersisa, dia menebas puluhan musuh dengan pedang di tangannya, hingga tidak ada lagi satu pun sosok yang masih berdiri di depannya.


"Sepertinya firasatku salah, Jak. Mereka benar-benar lemah," sahut Darto setelah berhasil meringkus semua musuhnya.


Melihat musuhnya menggeliat di atas tanah, Darto dan Jaka tidak melakukan apa-apa lagi. Meski daging dari sosok yang sudah terkapar di atas tanah itu benar-benar masih merangkak, dan bergerak secara perlahan menuju tempat yang sama.


Darto dan Jaka yang penasaran dengan hal tersebut mulai mengikuti arah dari laju potongan daging tersebut. Mereka melangkah pelan dan memperhatikan satu persatu bagian tubuh yang sudah tercincang mulai memasuki arus sungai secara masal.


Darto dan Jaka tidak menyangka, jika tubuh yang sepenuhnya sudah terpisah, benar-benar bisa menyatu kembali jika mereka masuk ke dalam sungai. Mereka bahkan lebih gesit jika berada di dalam air tersebut, dan kekuatan mereka benar-benar berkali-kali lipat dibanding disaat mereka ada di daratan.


Kaki Darto dan Jaka yang sudah tertangkap basah oleh salah satu lengan dari mahluk tersebut, benar-benar tidak bisa membuat gerakan perlawanan ketika kaki mereka diseret masuk menuju arus sungai tersebut.


Darto dan Jaka benar-benar masuk ke dalam aliran darah yang begitu deras, dengan puluhan tangan yang berebut memegangi kaki hanya untuk menarik dua pemuda itu agar mereka tenggelam.


Darto dan Jaka benar-benar merasa sudah terbodohi oleh sekumpulan mahluk lemah, mereka tidak menyangka jika rasa penasaran mereka akan berimbas menjadi hal yang mengerikan setelah membiarkan lawannya tetap hidup dan merangkak.


Namun meski begitu, Jaka dan Darto yang kini sudah sepenuhnya tenggelam di dalam air tidak pasrah begitu saja. Mereka saling mengaliri sekujur tubuhnya dengan energi, hingga lengan dari setiap mahluk yang tengah memegangi kakinya, mulai terbakar hanya dalam hitungan detik saja.

__ADS_1


Melihat semua tangan sudah melepas genggaman kakinya, Darto dan Jaka langsung mencoba berenang ke atas untuk meraih nafas. Mereka berenang cukup tergesa hingga akhirnya muncul di permukaan darah yang tengah menghanyutkan tubuh mereka.


Melihat jarak Darto dan Jaka yang berdekatan, mereka berusaha saling mendekat untuk berjaga-jaga jika mendapat satu serangan lagi. Ketika Darto dan Jaka sudah saling mendekat, puluhan tangan di bawah kaki mereka kembali menarik tubuh dua pemuda itu secara paksa. Mereka sudah sembuh dari luka yang lengan mereka derita, dan kembali berusaha membawa dua pemuda tersebut ke rumah milik mereka.


Untuk menanggapi hal tersebut, Darto dan Jaka kembali melapisi kaki mereka dengan energi, dan hanya dalam hitungan detik saja semua lengan yang mencengkram kakinya kembali melepas genggamannya.


Sesaat Darto dan Jaka langsung beranjak naik kembali, mereka saling mendekat lagi, dengan satu rencana yang sudah tertata rapi di kepala Darto.


Saat tubuh mereka sudah saling berdekatan Darto berbisik kepada Jaka, "Tarik nafas sedalam mungkin, Jak. Kita singkirkan mereka sekaligus."


Mendengar itu Jaka langsung mengangguk kemudian memegang pundak Darto, mereka sengaja menunggu lawannya untuk menyergap dan mereka berencana akan membalas serangan mereka dengan satu serangan yang lebih besar.


Hanya dalam beberapa detik penantian, Darto dan Jaka kembali ditarik dari dalam air oleh puluhan tangan tersebut. Mereka tenggelam dalam posisi saling merangkul pundak, dan membiarkan puluhan lengan tersebut menarik tubuh mereka semakin dalam.


Ketika sudah cukup lama Darto dan Jaka ditarik ke dalam arus sungai darah. Mereka mulai membenturkan energi milik mereka berdua di dalam air merah tersebut. Dentuman yang begitu menggelegar seketika tercipta di dalam arus, hingga membuat air yang tengah mengalir begitu deras melambung begitu tinggi setelah ledakan itu terjadi.


Dari ledakan tersebut tercipta satu ruangan yang membuat Darto dan Jaka bisa bernafas. Mereka menciptakan satu kondisi dimana air mencuat naik dan membuat sebuah rongga kosong ditengah sungai, hingga dalam kesempatan sepersekian detik tersebut mereka bisa bernafas karena air disekitar mereka tengah terhempas.


Meskipun hanya sepersekian detik saja, Darto dan Jaka memanfaatkan hal tersebut semaksimal mungkin. Mereka terjun ke dasar sungai, kemudian berpindah setelah kaki mereka menyentuh tanah.


Akhirnya, dua pemuda yang sempat tenggelam tadi bisa melepaskan diri dari kondisi yang sangat menyebalkan. Kondisi dimana mereka bertarung di tempat yang tidak menguntungkan, di tambah jumlah musuh yang sama sekali tidak berkurang.


Setelah berpindah ke tempat semula mereka di tarik, Darto dan Jaka menunggu serangan susulan yang mungkin akan terjadi. Mereka terus memasang mata ke arah arus sungai, untuk menunggu pergerakan dari puluhan mahluk yang sudah menyerangnya tadi.


Namun, setelah cukup lama Darto dan Jaka menunggu, sosok yang dinantikan itu tidak lagi menampakkan wajah busuk mereka. Mereka sama sekali tidak berani mengusik sepasang manusia itu lagi, karena serangan yang mereka terima benar-benar sudah berhasil memasang sebuah ingatan menakutkan di dalam kepala pelontos milik mereka.

__ADS_1


Akhirnya, setelah cukup lama menanti, Darto dan Jaka memutuskan untuk tidak membuang waktu lagi. Mereka bergegas berjalan ke arah yang berlawanan dengan arus sungai, dengan harapan bisa menemukan apa yang mereka cari, pada tempat dimana semua darah itu berasal.


Bersambung ....


__ADS_2