ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH
SENGIT


__ADS_3

Ketika Jaka dan Darto tengah melayang, untuk sepersekian detik mereka saling menatap. Mereka saling mengangguk, kemudian langsung menghunus senjata mereka sekuat tenaga ke arah leher lawannya. Namun meski dari jarak sedekat itu, sesuatu hal yang mengganjal kembali mereka berdua temui.


Gemuruh dan kilat petir kembali menggelegar, hutan gelap seketika menjadi terang ketika senjata Jaka dan Darto berhasil mengenai tubuh lawannya.


Sayangnya, senjata mereka tidak berhasil menggores harimau tersebut, sosok harimau sudah terlebih dahulu melindungi tubuhnya dengan energi hitam yang membalut seluruh tubuhnya.


Ketika senjata Darto dan Jaka menyentuh energi pelindung harimau tersebut, mereka merasakan seperti tengah memukul batu. Senjata mereka hanya memantul, dan tidak meninggalkan goresan sama sekali pada tubuh utamanya.


"Jaka!" teriak Darto setelah sadar senjata mereka tidak berhasil melukai musuhnya.


Jaka langsung merespon teriakan Darto, dia berpindah sedikit menjauh, namun sayang sosok harimau sudah terlebih dahulu sampai di tempat Jaka berpindah. Harimau itu Seperti tahu kemana Jaka akan berlari, dan dia bisa dengan mudah mendahului Jaka yang masih awam menggunakan teknik lempit miliknya.


Darto yang melihat Jaka dalam bahaya, dia juga langsung berpindah ke tempat di mana Jaka dan harimau sedang berhadapan. Sayangnya, ketika Darto sampai, tubuh Jaka sudah terlebih dahulu terpelanting setelah menahan cakaran harimau dengan energi miliknya.


Jaka benar-benar terpental meski berhasil menghindari serangan fatal dari harimau. Setelah mengalami sendiri, Jaka langsung sadar seberapa kuat lawan yang tengah dirinya hadapi.


Ketika tubuh Jaka masih melayang karena terpental, sosok harimau tiba-tiba menghilang. Dia muncul di belakang Jaka, bahkan sebelum Jaka menyentuh tanah. Sekali lagi Jaka menerima serangan cakar yang diayun oleh harimau di belakangnya.


Kali ini cakar harimau mampu merobek energi merah yang melindungi Jaka. Punggung Jaka seketika tersayat, ketika tubuhnya terpental berbalik ke tempat semula. Jaka seperti sedang dipermainkan oleh harimau itu, dia benar-benar menghiraukan Darto, dan hanya fokus menyerang Jaka.


Darto seketika gemetar melihat kejadian itu, Jaka benar-benar seperti bola dari gulungan benang wol yang sedang dipermainkan oleh seekor kucing. Jaka hanya bisa pasrah terus terpental dan kembali mendapat pukulan bahkan sebelum mencapai tanah. Tubuhnya terus terombang-ambing, dengan tangan menyilang di depan dada, dan kaki yang meringkuk sebagai pertahanan di udara.


"Keluarkan semua yang kamu punya! JAKA!" teriak Darto. Teriakannya begitu lantang, suaranya memantul menciptakan gema yang menyeruak ke seluruh penjuru hutan belantara.

__ADS_1


Jaka yang semula hanya bisa fokus mempertahankan posisi meringkuk, seketika membulatkan mata dan berteriak sekencang yang dirinya bisa, ketika tengah terpental.


"ALLAHUAKBAR!" teriak Jaka sembari merentangkan kedua tangan dan kakinya di udara.


GLEDIAR!


Bersamaan dengan teriakan Jaka, petir dan gemuruh kembali menggila. Tubuh Jaka benar-benar menjadi merah, dia terselimuti energi yang berkobar membungkus seluruh tubuhnya.


Sosok harimau yang sudah bersiap menerima tubuh Jaka yang tengah terpental seketika membatalkan niatnya untuk menyerang. Dia menarik cakarnya dan membiarkan Jaka terjatuh di atas tanah.


Setelah jatuh ke atas tanah, Jaka benar-benar berdiri tanpa merasakan sakit. Bekas luka di punggungnya pun berangsur pulih, setelah energi merah berpendar di seluruh tubuhnya. Tubuh Jaka begitu panas kala itu, setiap tempat yang dirinya injak, selalu meninggalkan jejak berbentuk kaki, di atas rumput yang sudah menguning karena mati.


Setelah berdiri tegap, Jaka menatap lurus ke arah harimau yang kini memasang posisi bertahan. Dia menatap Jaka sembari terus menyeringai, menampakkan taring seukuran lengan orang dewasa di wajahnya.


Darto yang melihat sosok harimau waspada pada Jaka, Dia memanfaatkan kelengahan lawannya untuk memberikan serangan fatal padanya. Darto kembali menarik busur panah dari arah belakang lawannya, dan dia langsung melepaskan anak panah setelah merasa dia akan mengenainya.


Crat!


Duar!


Panah Darto berhasil menembus paha harimau tersebut. Setelah menembus kaki belakang harimau, anak panah itu langsung meledak tepat di bawah perut musuhnya.


Sosok harimau langsung terpental setelah menerima ledakan di bawah perutnya. Tubuh besarnya terangkat ke udara dan mendekat ke arah Jaka.

__ADS_1


Jaka tidak membuang kesempatan sama sekali, dia mengangkat satu lengannya tinggi-tinggi, kemudian ketika sosok harimau sudah tepat di atas kepalanya, Jaka langsung melompat. Dia meraih satu lengan raksasa milik harimau di atas udara, dan langsung membanting tubuh yang hampir sebesar gajah itu sekuat tenaganya.


BRUAK! KRAK! KRAK! KRAK! "AAAAAA!"


Sosok harimau benar-benar terbanting ke atas tanah, kemudian terseret berguling hingga mematahkan setiap pohon yang mengenai tubuhnya. Dia berteriak dengan suara auman yang begitu keras, seakan menjelaskan rasa sakitnya yang tidak terbayangkan.


Kaki depan harimau benar-benar terbakar setelah di pegang Jaka, sedangkan kaki belakang sudah berlubang setelah menerima serangan Darto. Melihat keuntungan itu, Jaka dan Darto langsung mendekat tanpa aba-aba, mereka kembali menciptakan tombak dan pedang di tangan mereka, sembari berpindah mengejar tubuh lawan yang tengah terpental itu.


Setelah tubuhnya berhenti terpental, harimau itu langsung mencoba berdiri. Dia memasang sikap bertahan, dengan tubuh limbung karena kehilangan keseimbangan.


Ketika Darto dan Jaka melihat tubuh lawannya gontai, mereka langsung berpencar dan menghunus senjata mereka dari dua arah yang berlawanan. Sedangkan sosok harimau masih terus mengerang sembari membagi pandangan ke arah dua pemuda yang tengah dirinya lawan.


Untuk sesaat Darto mengangguk ketika tatapan matanya bertemu dengan mata Jaka, sedangkan Jaka langsung maju menghunus tombaknya setelah melihat Darto mengangguk. Bersamaan dengan Jaka yang maju, Darto juga menghunus pedangnya dari arah berlawanan. Mereka menyerang dari dua sisi yang berbeda, dengan harapan salah satu dari mereka bisa menembus tubuh lawannya.


"Groar!" sosok harimau mengaum begitu lantang, dia mencoba mengumpulkan sedikit kekuatan lewat auman, dan langsung berputar dengan kecepatan tak kasat mata untuk mengibas ekor yang memiliki bulu tajam miliknya, membentuk lingkaran.


Darto dan Jaka berangsur merubah posisi senjata di tangannya, yang semula menghunus dengan maksud menusuk, berangsur berubah menjadi posisi bertahan untuk menepis kibasan ekor lawan di depannya.


Untung saja Jaka dan Darto tepat waktu, kibasan ekor harimau hanya bisa membuat dua pemuda itu terpental mundur, namun tidak mengakibatkan kerusakan yang parah pada tubuh mereka.


Setelah dua pemuda itu sampai di atas tanah, mereka langsung menghilang bagai hantu, dan kembali muncul di samping harimau dengan posisi siap menghujamkan senjata mereka. Untuk kedua kalinya, harimau itu menepis serangan dua pemuda itu dengan mengibaskan ekor berbulu tajam miliknya.


Sebelum ekornya menyentuh Darto dan Jaka, sosok itu berputar sembari mengucapkan satu kalimat. Dia mencoba menghentikan pertarungan, dengan berkata, "Cukup manusia! Aku mengaku kalah!"

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2