ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH
TEMPAT BARU


__ADS_3

"Maung!" teriak lelaki itu sebelum memulai kegiatannya.


Setelah dia berteriak, dalam sekejap asap berwarna hitam langsung mengepul di depannya. Dan dari dalam kepulan asap itu keluar sosok Maung yang pernah Darto dan Jaka temui. Maung tunduk dan membungkukkan badan sembari berkata dengan nada dan tegas namun terpampang sopan, "Saya, Prabu?!"


"Kamu tahu, kan? Ini benar-benar aneh. Terakhir Darma dan Surya datang sebagai rekan. Aura milik mereka melambangkan calon raja dan abdi dalamnya, tapi kali ini yang datang dua orang yang layak jadi raja," ucap lelaki itu sembari menunjuk dua pemuda di depannya.


"Saya juga merasa begitu, Prabu. Tapi saya tidak berani bertanya karena itu bukan kepentingan saya," jawab Maung masih dengan posisi menunduk.


"Kita lihat saja, aku akan mulai bawa mereka. Sungguh merepotkan karena membawa dua orang, semoga mereka satu pemahaman dan bisa memiliki hasil yang sama," sahut lelaki itu, "Kamu tahu, kan, tugas kamu apa?" sambungnya lagi.


"Akan saya laksanakan tanpa kesalahan," jawab Maung, kini dia mengangkat wajahnya, dan menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang begitu tajam.


"Baiklah ... Aku akan memulainya sekarang, pancing mereka jika kamu merasa hidupnya sudah di ujung tanduk, selain itu meski darah keluar dari mulut mereka, jangan pernah kamu bangunkan jika menurut kamu mereka masih ada kesempatan bertahan," titah lelaki itu.


Mendengar permintaan dari lelaki di depannya, Maung langsung mengangguk dan kembali menunduk. Sedangkan lelaki itu kini mulai melempar pandangannya kepada dua lelaki yang tengah terkapar di dalam gubuk miliknya.


"Semoga kalian selamat, anak muda," ucap lelaki sembari meletakkan sejumput potongan rambut, yang sempat dirinya ambil dengan belati, dari kepala Darto dan Jaka ketika mereka terkapar itu.


Dia meletakkan potongan rambut Darto yang sudah dicampur dengan rambut entah milik siapa. Begitu pula dengan Jaka, dia meletakkan potongan rambut Jaka yang sudah dicampur dengan potongan rambut seseorang.


Lelaki itu meletakkan potongan rambut di kening Darto dan Jaka. Sebelum akhirnya lelaki itu menelungkup potongan rambut tersebut dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Sembari duduk bersila, lelaki itu terus memegangi kening dua pemuda, dan sejurus kemudian lelaki itu juga pingsan ketika memegangi kening Darto dan Jaka. Tiga lelaki itu benar-benar ditinggalkan oleh kesadaran mereka, meninggalkan Maung yang terus menjaga raga milik mereka bertiga.


"Semoga kalian berhasil Darto, Jaka. Jika kalian memang orang yang terpilih, maka aku yakin, Prabu Semar akan menunjukkan semua kebenaran yang tersembunyi dari dunia kalian," ucap Komang mengiringi tiga jiwa yang sudah pergi meninggalkan tubuhnya.


...****...


"Kang ... bangun, Kang," ucap seorang wanita yang tengah menepuk pipi lelaki yang tengah terkapar di depannya.


Lelaki itu terperanjat setelah sekian menit terkapar, dia merasa bingung dengan tubuh dan baju yang sepenuhnya berbeda dengan yang semula dirinya kenakan. Lelaki itu menatap bingung wanita yang sama sekali tidak dirinya kenal di depannya, dalam rasa bingung dia bertanya pada wanita itu, "Ini di mana?"


Wanita yang mendengar pertanyaan pria di depannya langsung mengernyitkan dahi miliknya, sebelum akhirnya dia meraih gelas dari tanah liat, yang tergeletak tepat di samping pria tersebut. Wanita itu menyuapkan segelas air putih ke bibir pria di depannya, dia mengulum senyum menahan tawa sembari berkata, "Kamu kenapa jadi aneh, Kang? Jangan bilang cuma gara-gara jatuh, ingatan kamu jadi hilang."


"Ha? Jatuh?" lelaki itu semakin bingung dengan ungkapan wanita di depannya. Kini dia mencoba mencoba menyapu pandangannya ke segala arah penjuru untuk melihat seluruh rumah yang terbuat dari bilik bambu.


Untuk sesaat lelaki itu menunduk, sembari memencet pangkal hidungnya untuk mengurangi rasa pening di kepalanya. Hingga akhirnya dia sadar dengan apa yang tengah terjadi dengannya. Semuanya benar-benar tidak asing, dia merasa hafal dengan setiap sudut ruangan yang tengah dirinya lihat, meski itu kali pertama dia melihatnya.


"Ini mirip dengan ujian Darsa" gumam Darto dengan suara pelan.


Darto terus memperhatikan tubuh miliknya sembari menelusuri ingatan barunya. Hingga satu ingatan muncul, akhirnya Darto tersenyum pada gadis di depannya sembari berkata, "Akang pergi dulu ya, Dek. Akan harus berangkat hari ini."


Wanita itu tersenyum sembari memeluk tubuh yang didiami Darto, dia memeluk begitu erat sembari berkata, "Semoga tidak sampai satu tahun lagi, Kang. Akang sudah janji ini kali terakhir Akang pamit meninggalkan Adek."

__ADS_1


"Iya, Dek ... kalau begitu Akang pamit," jawab Darto singkat.


Setelah mengucap itu, Darto melepas pelukan wanita itu secara paksa. Karena dia merasa tidak enak pada Harti, mesti dirinya tengah singgah di tubuh lelaki yang merupakan suami sah perempuan itu.


Sedangkan yang terjadi pada Jaka, dia juga di kirim ke tempat yang sama. Jaka menjadi pemuda yang juga sudah memiliki istri, dan dia juga mendapat semua ingatan dari pemilik tubuh aslinya.


Jaka benar-benar bingung kala itu. Meski Jaka tahu jika tubuh itu bukan miliknya, tapi ini adalah kali pertama dia dibawa masuk kedalam raga manusia lainnya.


Jaka benar-benar tertegun ketika dirinya dipeluk oleh wanita cantik di depannya. Sama dengan Darto, dia juga teringat dengan Magisna. Tanpa pikir panjang dia juga melepas pelukan wanita itu secara paksa kemudian pergi melangkah menuju tempat yang sama.


Setelah melepas pelukan mereka, Darto dan Jaka bergegas meninggalkan rumah miliknya. Darto pergi dengan pedang yang tersampir pada pinggang, sedangkan Jaka membawa tombak yang selalu digenggam pada tangannya. Mereka melangkah sembari menenteng sebuah perisai kayu yang selalu dibawa oleh tubuh aslinya.


Darto sama sekali tidak berfikir jika Jaka ada di tempat yang sama, dan hal itu juga berlaku pada Jaka yang masih kebingungan. Bahkan saat ini mereka tengah duduk bersebrangan, tapi mereka berdua tidak sadar jika yang ada di dalam tubuh pria di depannya adalah Darto ataupun Jaka. Karena semuanya benar-benar berbeda, baik itu wajah, perawakan, suara maupun tingkah.


Ternyata, Kanjeng Semar memang sengaja, dia pergi ketika tubuh Darto dan Jaka pingsan. Dia menuju kemari untuk meraih sejumput rambut milik dua pria yang tengah Darto dan Jaka rasuki, itulah yang membuat dia pria ini pingsan dan terjatuh secara tiba-tiba.


Dengan sengaja juga, dia mencampur rambut mereka dengan rambut Darto dan Jaka. Agar bisa menukar jiwa yang berada pada raganya. Namun untuk alasan apa, biarkan waktu yang menjawab semua kebingungan kita.


Saat ini Darto dan Jaka tengah menunggu kedatangan semua pria yang tiba-tiba Darto dan Jaka kenal. Mereka sudah setuju untuk berkumpul di tempat yang sama, untuk berangkat menuju satu tempat yang menjadi tujuan mereka semua.


Akhirnya, setelah cukup lama menunggu. Darto dan Jaka melangkah bersama rombongan lelaki lainnya. Mereka meninggalkan kampung halaman dan juga keluarga mereka, untuk menuju tempat yang disebut istana Sendang Langit.

__ADS_1


Sebuah kerajaan yang maha besar, dan merupakan kerajaan pertama yang pernah ada. Namun meski begitu tersohor pada masanya, nama kerajaan tersebut sama sekali tidak tertulis di dalam buku sejarah. Karena setiap orang yang berhubungan maupun mengetahui nama kerajaan tersebut, tanpa terkecuali semuanya mati secara tidak terduga.


Bersambung ....


__ADS_2