
Setelah selesai di observasi tidak ada masalah,maka pak Kusuma di bawa ke ruang rawat inap. Biar tidak terjadi sesuatu maka Siska untuk sementara tidak boleh menjenguk papi nya yang lagi sakit. Jadi yang menjaga pak Kusuma adalah istri nya Bu Mona.
Di luar ruang inap pak Kusuma duduk di kursi depan Bu Mona dan Siska, sementara Dedy menjaga di dalam."Siska kamu pulang aja sekarang, jangan kamu bertemu dengan papi dulu karena mami takut kalau papi marah sama kamu"kata Bu Mona yang melihat putrinya dengan tajam karena dia mau lihat kejujuran dari sana.
"iya...ma..."jawab Siska menunduk.
"kamu punya hutang penjelasan dari mama tentang masalah ini, setelah papi sehat kamu janji menceritakan semua kejadian nya"ancam Bu Mona.
"ampun ma...itu kejadian lebih kurang delapan bulan yang lalu, Siska waktu itu suka sama Dafi tapi ternyata dia tidak suka sama qu"kata Siska sambil memeluk mami nya seperti minta perlindungan.
Bu Mona hanya diam karena di hatinya sekarang adalah kesehatan dari suaminya lebih penting dari pada yang lain."maaf ya...mama belum bisa mencerna cerita mu sayang karena papi masih berbaring, tapi mami janji nanti kalau ada waktu kita ngobrol berdua lagi"kata Bu Mona sambil membelai rambut putri nya itu.
"iya ma... Siska ngerti kok, kesehatan papi lebih penting saat sekarang ini"jawab Siska.
"Sudah malam sayang, pulang sana sama Dedy suami kamu. Siska kamu harus ingat kalau kamu sudah menikah, biasanya kalau papi memutuskan sesuatu pasti dia sudah mempertimbangkan"nasehat Bu Mona.
Siska melepas pelukan maminya dan melihat Bu Mona sambil menanyakan sesuatu"maksud mami apa? Siska enggak mengerti"
"Sebelum papi memutuskan kamu dan Dedy menikah, dia sudah mengetahui latar belakang keluarga suaminya itu. Menurut papi Dedy cocok jadi suami mu karena dia itu agamanya kuat, walaupun kalian ketahuan selesai melakukan hal tak senonoh, mungkin waktu itu dia khilaf melihat kamu. Mana melepaskan begitu saja yang di depan mata"kata Bu makna sambil tersenyum.
Mendengar perkataan maminya Siska jadi malu dan wajah merah merona"mami bisa saja"kata Siska.
"coba lah kamu membuka diri, jangan sampai kamu menyesal. biasanya feeling orang tua tidak pernah salah"kata Bu Mona lagi.
Tapi Siska hanya diam saja tidak menjawab iya atau pun tidak karena dia masih merasa kalau Dedy itu tidak pantas dan tidak sepadan dengan nya.
Maka dia mengalihkan pembicaraan agar tidak membahas tentang Dedy lagi"ma... sebaiknya Siska mau pulang dulu, kalau ada apa apa telpon ya..."kata Siska pamit dengan mami Mona.
"kamu itu sudah menikah jadi pulang dengan suami mu sana"kata Bu Mona yang langsung ke kamar memanggil Dedy menantunya.
"Dedy...itu Siska mau pulang, kalian hati hati di jalan"pesan Bu Mona.
Dedy yang di panggil sama mami mertua nya langsung bergerak keluar dari kamar dan berpamitan"iya mami...kami pulang dulu"kata Dedy dan Salim pada mami mertua nya.
"iya...Siska sudah jalan itu, kamu yang sabar menghadapi anak mami ya..."kata Bu Mona
__ADS_1
"i...y...a...mi..."yang langsung mengejar Siska istri nya yang sudah duluan di depan, jadi mereka seperti kejar kejaran.
Ternyata Siska menunggu Dedy di dalam mobil dan sudah duduk di kursi tengah, Saat Dedy sampai di parkiran dia langsung aja masuk mobil dan duduk di kursi pengemudi. Siapa lagi yang mau bawa mobil kalau bukan dia.
"kita mau kemana lagi?"tanya Dedy tapi Siska pura pura tidak mendengar, dia sibuk dengan HP nya saja.
Karena sepertinya tidak di pedulikan Dedy melihat ke arah belakang"Bu Siska yang terhormat... sekarang kita mau kemana?"tanya Dedy.
"oh... ternyata kamu ngomong sama aqu?"tanya Siska kembali tapi mata nya tetap melihat HP.
Dedy kesal dengan tingkah Siska,tapi bagaimana lagi? dia itu memang biasanya juga bos sementara Dedy adalah karyawan nya.
"iya ibu...kita mau kemana?"tanya Dedy.
"masih nanya lagi...ya pulang ke rumah, aqu sudah capek dari siang sampai sekarang berada di rumah sakit."jawab Siska.
Dedy tidak menanyakan lagi dia langsung tancap gas jalan pulang ke rumah, selama dalam perjalanan juga mereka hanya diam. Siska mematikan Hp dan memejamkan matanya sampai ke rumah.
Menempuh waktu 30 menit mereka sampai juga ke rumah, mobil pun masuk ke dalam garasi. Tapi ternyata Siska sudah tertidur dengan pulas, Dedy juga serba salah. Tapi di bangunkan nya juga Siska.
Tidak ada jawaban juga, maka dia turun dan membuka pintu tengah untuk membangunkan istri nya.
"Siska... sudah sampai ayo bangun" kata Dedy sambil menepuk lembut pipi Siska.
"ternyata lembut sekali pipi Siska ini"kata Dedy dalam hati.
Karena tidak ada tanda tanda bangun, akhirnya Siska di gendong Dedy bak bridal style. Dari garasi mobil di gendong Siska, sampai ruang keluarga ternyata di lihat sama pelayan rumah.
"eh...non dan pak Dedy sudah pulang"kata pelayan.
"iya mbok"kata Dedy dan langsung ke lantai atas sambil menggendong istrinya dengan penuh perjuangan melalui tangga.
Sampai kamar Dedy meletakkan Siska ke tempat tidur king size yang empuk, setelah itu dia membuka sepatu yang masih menempel di kaki, lalu memposisikan Siska dengan nyaman.
Di pandang Dedy wajah istrinya itu lama"ternyata tanpa makeup yang tebal, kamu tetap cantik kok"kata Dedy
__ADS_1
Lalu dia ke toilet kamar untuk bersih bersih setelah itu dia sholat isya di kamar. Sebenarnya Siska sudah terbangun saat Dedy meletakkan nya di tempat tidur tapi dia pura pura tertidur saja. Di dengar nya perkataan Dedy tadi.
"ternyata dia lagi sholat "sambil mengintip dari balik selimut dan berkata dalam hati.
"apa aqu harus mengikuti saran mama?"kata Siska dalam hati sampai dia tidak sadar kalau Dedy selesai sholat dan memperhatikan nya.
"kamu sudah bangun?"tanya Dedy
sedikit kaget mendengar suara Dedy tapi tidak menjawab pertanyaan suaminya.
"cuci muka dan ganti baju yang nyaman dan jangan lupa sholat"kata Dedy.
"jangan atur aqu, apa yang mau qu lakukan tidak usah kamu ikut campur"jawab Siska yang bangun dari tempat tidur untuk bersih bersih di kamar mandi.
Setelah selesai di toilet Siska keluar dari kamar mandi dan melihat Dedy sudah tiduran di sofa kamar."selamat malam... mimpi yang indah, kamu jangan takut tidak akan terjadi kejadian kemarin kalau kamu tidak menginginkan nya"kata Dedy.
Mendengar itu Siska langsung ke tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote...vote ...vote ..
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏