Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.211


__ADS_3

Setelah makan bersama Andi mengantarkan Mila ke rumah tapi tak lupa membeli martabak untuk calon mertua. Sampai di rumah yang membukakan pintu ternyata Ayah, sengaja dia yang membuka pintu.


"Assalamualaikum...pak"


sedikit gugup mengucap salam pada calon mertua saat menyapa dengan reaksi dingin.


"Wa'alaikum salam...masuk...lama kali mengantar Mila pulang ?"


"maaf pak...tadi dari saya yang lama karena ada meeting mendadak di kantor."


"oh... begitu...kamu enggak masuk dulu?"


Menawarkan Andi masuk sebab mereka masih di depan pintu.


"sudah malam pak...saya langsung permisi dulu."


"huh...hati hati di jalan, sana antar sampai pintu halaman."


kata ayah ada anaknya untuk mengantar Andi.


Sampai di depan mobil Andi permisi dengan Mila."pulang dulu ya...besok mungkin sama mamak dan Leli membeli keperluan yang penting, untuk mahar kamu minta apa?"


"apa ya...mas saja bang..."


"oh...bisa di tempah saja besok dengan mamak atau kita berdua beli? beratnya berapa?"


"berapa ya... abang sanggup nya berapa?


Mila bingung untuk menentukan beratnya karena tidak tau kesanggupan Andi , dan belanja keperluan nikah sama calon mertua dan adik ipar membuat dia gugup.


"bagaimana besok? belanja dengan mamak dan adik bang Andi pula."kata Mila dalam hati.


"oh... gitu...abang yang tentukan beratnya? "


"terserah saja lah..."


"ya sudah...abang pulang dulu... Assalamualaikum..."


"wa'alaikum salam...hati hati di jalan ya..."


Andi masuk ke dalam mobil dan jalan menuju pulang ke rumah, sampai di rumah ternyata mamak menunggu dirinya untuk pulang.


"lho... mamak belum tidur?"


"belum... menunggu kamu..."


"kenapa masih menunggu Andi, sudah malam begini... sebaiknya mamak tidur saja."


Bukannya masuk mamak malah duduk untuk bicara dengan Andi.


"bagaimana Persiapan untuk bulan depan?"


"tadi masih pas photo untuk buku nikah."


"jadi keperluan lainnya?"


mamak menanyakan pada anaknya, supaya tau apa yang mau di beli.


"belum ada mak...tadi masih foto saja."

__ADS_1


Mamak menggelengkan kepalanya melihat anaknya."kirain mamak kamu tadi ada yang kamu beli."


Menggaruk kepalanya yang mau jawab pertanyaan mamak nya."tidak sempat mak,jadi besok saja lah. sudah Andi bilang dengan Mila, kalau Leli bisa ikut ajak dia"


"ya sudah... kalau kamu capek, istirahat saja sana."


Andi masuk ke kamar untuk ke dalam sementara mamak pun ke dapur, setelah itu masuk ke dalam kamar juga.


Besok pagi di kantor raja pertama sudah dua sahabat yang lagi mengerjakan pekerjaan, memeriksa ulang semua.


"Alhamdulillah... sudah selesai semua, sekarang ada sesuatu yang mau qu tanyakan"


kata Dafi.


Andi yang sudah menebak arah tujuan pembicaraan mereka berdua dan dia sudah siap untuk di interogasi oleh sahabatnya itu.


"mau tanya apa bos? tentang semalam itu?"


"sudah tau masih nanya juga? sejak kapan kamu dekat dengan Mila? malah pakai baju cople pasangan pula semalam, dari mana? undangan atau foto pre-wed?"


Pertanyaan yang terakhir yang sebenarnya membuat Andi bingung."apakah iya kami seperti foto prewedding?kata Andi dalam hati.


"aduh...satu satu nanya nya bos , aqu bingung mau jawab yang mana duluan."


"kamu mencari alasan saja, terserah saja jawab yang mana duluan."


"sebenarnya aqu dan Mila masih baru saja dekat nya, itu pun mengalir begitu saja."


"jadi kamu memang ada hubungan dengan Mila kan?"


"ya bos...insha Allah kami menikah bulan depan "


Menarik nafas panjang mendengar perkataan sahabat nya.


"huh... terserah bos mau percaya atau tidak, sebenarnya aqu sudah lama mau serius dengan Mila tapi aqu masih ragu karena apakah dia mau menerima aqu atau tidak."


"kamu yang enggak percaya diri, belum di utarakan sudah menyerah duluan, jadi kenapa sekarang jadinya sudah mau nikah? bagaimana ceritanya?"


Andi mengingat kejadian di mana dia di berikan syarat dari ayah Mila.


"kejadian nya waktu kami pulang menjenguk Arkan di rumah sakit."


"oh...jadi waktu acara arkan kalian sudah jadian?"


"bagaimana ya bos...aqu juga enggak tau jadian kami bagaimana. tapi malam menjenguk arkan aqu di berikan tantangan selama satu bulan dan Alhamdulillah sudah terlaksana."


Dafi yang serius mendengarkan perkataan Andi , bagaimana pun dia adalah sahabat baik sekaligus rekan kerja.


"syukur lah kalau begitu, aqu senang mendengar nya. kalau Nadya tau bisa histeris dia mendengar cerita ini."


"Mila juga belum cerita pada istri bos karena kemungkinan dia masih shock... belum percaya."


"jadi kamu apakah sudah yakin dengan Mila?"


"insha Allah yakin bos, hari ini Mila dan mamak lagi belanja keperluan nikah kami."


Dafi merasa kalau Andi juga harus ikut lagian acara di kantor hari ini tidak yang penting jadi bisa saja menemani Mila untuk belanja.


"syukur lah kalau kamu sudah yakin dengan pilihan mu, jadi sekarang kamu temani saja Mila belanja bersama mamak mu."

__ADS_1


"maksudnya bos?"


"kamu boleh pulang duluan hari ini, bawa mobil kantor biar barang belanjaan masuk mobil."


"enggak apa apa mereka saja yang belanja, biar akrab juga."


"betul itu...tapi kamu juga harus ada di sana, kenal Mila juga baru. mungkin Nadya lebih mengenal Mila dari pada kamu."


Deg


Hati Andi berdetak karena apa yang di katakan sahabat nya itu memang betul adanya.


"apa yang bis katakan betul."


"ya sudah... sekarang kamu ikut saja gabung dengan mereka sekalian melihat interaksi antara mamak dan calon mantu.


Melihat bos nya yang serius berbicara maka Andi pun mengikuti saran dari Dafi.


"baiklah kalau begitu... kalau begitu aqu izin permisi hari ini."


"ya... pergilah biar aqu saja yang periksa semua nya"


"terima kasih bos... kalau begitu saya pulang duluan."


"hati hati di jalan,bawa saja mobil kantor, minta kunci pada sekertaris."4


"baik bos..."


Andi berjalan keluar lalu langsung meminta kunci dengan sekertaris.


Berjalan keluar menuju parkiran mobil, langsung menuju tempat berbelanja para wanita. Tak lupa menelpon Mila mencari keberadaan sekarang berada jadi Langsung ke sana.


Setelah menelpon langsung tancap gas menuju tempat mereka berada.


Ternyata mall yang ada ternyata sudah ada di sana. lalu menyapa mamaknya sendiri.


"Mak...sudah siap atau masih ada yang belum di dapat."


"belum siap...tanya Mila ...apa lagi yang mau di beli."jawab mamak.


Melihat ke arah Mila yang terlihat sudah kelihatan capek."ya sudah...kita sekarang makan saja dulu.*


"Alhamdulillah...kok enggak dari tadi, padahal aqu sudah lapar."kata leli.


"kamu jangan di tanya pasti jawabannya mau"kata Andi pada adiknya itu.


BERSAMBUNG


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit... komentar yang membangun


Terima kasih...


🙏🙏🙏


,

__ADS_1


__ADS_2