Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.213


__ADS_3

Sampai di rumah keluarga Andi untuk pertama kalinya bagi Mila dan penasaran di mana Leli tinggal. Mamak yang mengajak singgah dulu ke rumah dan Mila pun mengikuti saja biar tidak penasaran.


"Mila... singgah dulu ke rumah..."ajak mamak


"iya..."jawab Mila dan langsung mengikuti turun dari mobil.


Andi yang melihat Mila turun maka dia pun ikut turun mengikuti mereka dari belakang.


"ternyata Mila mau juga di ajak singgah ke rumah."kata Andi dalam hati.


Masuk ke rumah yang sebenarnya besar tapi karena seperti di sekat dua jadi kelihatan kecil. Untuk tempat tinggal orang tua dan Andi sudah cukup.


Ayah yang tinggal di temani cucu cucu nya dan lagi ngumpul di rumah.


"nenek... sudah pulang..."kata salah seorang dari keponakan Andi dari dalam padahal belum masuk mengucapkan salam.


"Assalamualaikum...ni semua pada jagain atok?"kata mamak melihat rumah pada rame dengan cucu.


"wa'alaikum salam...nenek... sudah pulang ?"


tanya cucu bersamaan.


"iya... sudah nonton TV saja sana...tapi salam dulu dengan calon uwak Andi." menyuruh cucu untuk salaman dengan Mila yang ada di samping mamak.


Ada satu cucu yang sudah mulai mengerti menanyakan pada mamak."nek...om Andi mau nikah ya...?"


Semua yang ada di rumah tersenyum dengan pertanyaan anak dari abang nya Andi.


"iya... do'akan saja...salam dulu tante Mila..."


anak tersebut menyalim Mila dan setelah itu kembali ke ruang keluarga menonton TV.


"itu semua cucu mamak...oh...iya...mana tadi siput tumpah itu Andi? biar mereka makan bersama ayah mu..."


"sama si Leli Bu..."


"kok sama dia... nanti di bawa ke rumah nya,biar mamak ambil ke rumah nya"


mamak langsung ke belakang menuju rumah Leli yang ketemu dapur.


Di ruang tamu tinggal Mila dan Andi duduk bersama."ini lah rumah kami...itu semua keponakan, ada anak abang dan anak Leli. kalau kakak perempuan tinggal di luar kota."


penjelasan Andi karena di rumah banyak anak anak.


"oh...jadi rame ya bang..."


"begitu lah... terkadang pusing melihat mereka, kalau siang enggak bisa istirahat di rumah.malam baru pada sunyi di rumah masing masing."


Setelah dua puluh menit Andi yang berencana mengantarkan Mila untuk pulang dengan membawa mobil kantor.


"Mila...ada lagi yang mau di beli atau tidak?"


"apa ya...Mila juga bingung,kita kan hanya nikah kan? enggak pakai pesta."


"abang mau nya seperti itu tapi coba tanya orang tua mu..."


"ya ... nanti Mila tanyakan."

__ADS_1


"kalau enggak ada yang mau di beli,abang antar pulang saja."


"abang mau kemana lagi?"


Mila yang berharap di ajak ke kantor Andi baru pulang ke rumah


"setelah mengantar Mila ya mengembalikan mobil kantor baru kembali ke rumah."padahal Andi sebenarnya mau mengajak Mila jalan lebih lama bersama tapi takut nanti kelamaan pulang mengantar ke rumah


Sampai di rumah Mila yang membukakan pintu adalah mama, melihat yang datang adalah calon menantu membuat hati mama berbunga.


"eh...Andi...ayo masuk..."


"iya tante... mengantar Mila pulang..."


Mama yang sudah tau kalau anaknya keluar bersama calon besan tapi pulang bersama Andi."lho...mana mamak Andi?"


"sudah pulang ke rumah Tante...tadi mengantar mamak dulu setelah itu baru Mila..


sekalian biar tau rumah Andi."


"oh... seperti itu...kok enggak bilang? seharusnya Mila harus bawa sesuatu ke sana..."


"enggak apa apa namanya juga dadakan, tidak di rencanakan." jawab Andi...


"iya ma... enggak ada perencanaan...eh...jadi ke rumah bang Andi."jawab Mila.


"lain kali kamu harus ada buah tangan kalau ke sana."


"iya...ma..."


Andi yang melihat mama sendiri penasaran ayah Mila di mana lalu menanyakan pada mama.


"ada... lagi di belakang...mau jumpa?"


Padahal Andi hanya berbasa basi saja tapi malah seperti terjebak dengan perkataan sendiri sehingga bingung mau menjawab apa pada mama Mila.


"enggak tante... biasanya kelihatan tapi kok enggak ada..."


"oh... kirain ada yang mau di bicarakan, bagaimana dengan urusan di kantor KUA ?" mama Mila menanyakan tentang keseriusan calon mantu.


"tadi pagi sudah Andi daftar kan... do'akan semoga lancar urusan kami, iya..kan Mila."


Melihat ke arah Mila ingin mendapatkan dukungan tentu nya.


"Alhamdulillah... senang mama mendengar nya, mudah mudahan lancar."


"iya...insha Allah Mila do'akan bang..."


Mama yang senang melihat keseriusan Nadi terhadap putrinya sebab dia selalu berdoa agar Mila di pertemukan dengan jodoh yang sayang padanya.


Mendengar ada tamu di depan jadi ayah Mila pun melihat siapa yang datang dan ternyata calon menantu yang ada di depan.


"kirain siapa yang datang... ternyata Andi..."


"iya...bapak sehat?"


"Alhamdulillah..."

__ADS_1


ayah Mila duduk ikut bergabung dengan mereka lalu melihat ke arah anak gadisnya.


"Mila... buatkan kami dulu teh hangat..."


"baik ayah..."jawab Mila langsung ke dalam membuatkan minuman permintaan dari ayah mereka.


Andi yang berhadapan dengan kedua orang tua Mila jadi ingat dengan perkataan Leli tentang baju seragam untuk dua pihak keluarga.


"pak...ada yang mau saya tanyakan..."


"mau tanya apa kamu?"


"ada niat mau beli kain untuk seragam dua keluarga, dari pihak Mila untuk berapa orang kira-kira?"


Ayah dan mama Mila saling pandang karena mereka tidak ada berpikir sampai ke arah sana,tapi kalau soal baju tentangnya mama yang lebih mengerti.


"kalau jumlah semuanya ada empat dewasa dan satu anak tapi itu belum termasuk Mila..."


"oh... seperti itu...insha Allah kalau jadi akan di kabari ya tante..."


"iya... enggak masalah kok itu,lagian yang penting akad nya, sudah kamu siapkan mahar untuk Mila?" ayah dengan serius bertanya pada Andi.


"sudah pak...Mila minta emas saja...tapi tidak menemukan jumlah nya"


"oh... begitu... mungkin biar kamu tidak terbebani, semampunya kamu saja. Tapi ingat... harus uang kamu sendiri tidak boleh dari orang lain, kalau perlengkapan yang lain boleh di belikan dari uang orang lain."


"baik pak..."jawab Andi singkat.


Mahar adalah Pemberian dari mempelai pria kepada mempelai wanita sebagai bukti kejujuran ia ingin menikahinya serta bukti perlakuan baiknya kepada calon istri.


Mila yang membawa teh hangat permintaan dari ayah nya tapi untuk yang ada di ruangan juga di buatkan oleh Mila.


Ayah yang penasaran pun bertanya apa anaknya.


"Mila... apakah kamu sudah memberi tahu dengan Andi apa permintaan mahar mu?"


Melihat ke arah ayah yang bertanya lalu ke arah Andi.


"sudah ayah...Mila minta emas saja...tapi untuk jumlah nya...semampu bang Andi saja."


"Alhamdulillah... kalau kamu tidak memaksakan jumlah mahar mu itu."kata ayah pada anak gadisnya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote...vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2