Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.237


__ADS_3

"wah... lagi bagi bagi apa itu? aku pasti dapat kan?"


kata seseorang yang baru datang.


Mila melihat yang datang adalah Leli dan dia mengenakan baju yang persis di beli kemarin, dan motif yang sebenarnya untuk dirinya."Leli...itu kan baju yang aku beli kemarin? motif yang seharusnya untuk aku?"kata Mila dalam hati.


Sementara mamak melihat anaknya yang berpakaian seksi, dan pakaian itu di pakai sebenarnya untuk di kamar saja,hanya para suami yang lihat.


"Leli...baju mu itu? seksi kali... ganti sana..."kata mamak


"enggak apa lah mak...kan di rumah ini semua muhrim ku"kata Leli


"iya...kamu pakai baju itu di kamar saja... untuk Faisal... kalau seperti itu tak mengapa."kata mamak


Mila yang mendengar perkataan mamak sedikit takut karena baju itu sama dengan yang mau di berikan pada kakak dan adik Andi."iya...aku ganti baju dulu."kata Leli kembali ke rumah nya.


Sementara mamak menyimpan titipan dari Mila, lalu dia kembali duduk.


"mamak buatkan teh manis ya..."


"enggak usah mak...lagian kami mau ke rumah mama...mau ngabarin kalau kami sudah pindah rumah."kata Mila


"iya juga... seharusnya kita syarati kalian pindah semalam, kalau gitu minggu saja semua ke sana."kata mamak


Andi yang mendengar apa yang di katakan mamak, rumah yang mau di syarati.


"kami masih mau cari rumah sedikit besar, kalau yang itu kecil kali."kata Andi.


"jadi mau pindah kemana lagi kalian?"


Andi mencari alasan karena mamak enggak tau kalau dia punya beberapa rumah."Dafi kemarin ada menawarkan jadi besok pulang kerja mau kami lihat."kata Andi


Mila tidak mau ikut bicara karena dia takut salah."lah jadi isi rumah yang ada mau di apakan?"tanya mamak


"kami bawa la mak ke rumah baru,itu pun kalau kami jadi pindah."kata Andi menjelaskan.


"oh... begitu."


"siapa yang mau pindah?"Leli yang tiba tiba muncul di hadapan mereka.


"mau tau saja kamu..."kata ayah yang ada di situ.


"ih... ayah...Leli kan anggota keluarga ini jadi berhak tau."kata Leli

__ADS_1


Mamak yang melihat anaknya yang masih manja dan seenaknya saja, padahal sudah punya dua anak."kamu itu... seperti anak kecil saja... padahal sudah punya dua anak...si Dio saja seperti nya lebih dewasa dari pada mami nya."kata mamak


Leli cemberut karena di bandingkan dengan anaknya sendiri, mau marah tapi ada Andi yang selalu memberikan apa yang dia inginkan."mamak itu lagi...itu lagi... yang di katakan."kata Leli


"kamu itu sudah berkeluarga Leli... enggak boleh seperti itu."kata Andi.


"iya...jadi siapa yang mau pindah?"tanya Leli kembali


"kami...siapa lagi?"kata Andi


"mau pindah kemana bang?"


"belum tau kenapa?"tanya Andi.


Leli berpikir sejenak karena dia mau rumah yang ukuran type 36 itu, dari pada selalu kena omelan dari mamak."kalau rumah itu abang enggak tempati lebih baik kami di sana."kata leli.


Andi kaget dengan penuturan dari Leli yang mau pindah ke rumah type 36 yang kecil, anaknya saja dua yang sudah sekolah. mana barang perabotan Leli yang banyak, entah dari mana uang nya bisa lengkap perabotan dan elektronik yang lengkap.


"mana mungkin kamu di sana... rumah nya yang kecil, sementara perabotan mu banyak dan anak juga sudah mulai besar. Dan satu lagi... siapa yang jaga mamak dan ayah? atau terbalik...mamak dan ayah yang jaga kamu dan anakmu?"kata andi


Leli menelan slavina sendiri dengan mata melotot karena apa yang di katakan Andi memang benar adanya.


"aku hanya bercanda lho bang... rumah di sebelah juga sudah besar dan pas untuk kami."kata Leli yang mencari alasan.


Ayah hanya geleng kepala melihat putri bungsunya yang terkadang banyak ulah."semoga saja benar ya..."kata ayah.


"ya sudah... jangan banyak alasan mau pindah...di sini kamu sudah enak... listrik kakak mu yang tanggung dan belanja hari hari juga ada yang tanggung. Jadi kamu belanjakan sembako semalam?"tanya Andi.


Leli menarik nafas panjang karena jangan sampai ketahuan, sudah dapat dari mamak dan juga dari Andi.


"Astaghfirullah hal'azim... semalam itu enggak jadi belanja karena itu tadi pagi sudah aku pesan di grosir bang Ucok depan."kata Leli mencari alasan yang tepat.


"ya sudah... sekarang kamu jemput sana... nanti lupa lagi...mana beras sudah habis..."kata Andi


"dari mana abang tau kalau beras habis?"tanya Leli


"mamak yang bilang... tinggal sekali masak lagi, makanya mamak sama ayah makan keluar saja tadi, untung ketemu kami di depan."kata Andi.


Mila berpura tidak mendengar jadi dia kembali ke kamar Andi, sementara Leli tidak menjawab hanya diam saja mendengar omongan abangnya.


"ternyata ayah dan mamak makan enak dengan bang Andi, aturan nya aku juga ikut dengan mereka."kata Leli dalam hati.


"ya sudah... sekarang kamu ambil beras beserta yang lainnya."kata Andi.

__ADS_1


"maksudnya?"tanya Leli berpura tidak ngerti.


"ambil beras 15 kg, minyak goreng 4 liter,gula 3 kg, tepung roti 1 kg, telur 2 papan, apa lagi mak?"tanya Leli pada mamak


"itu saja dulu... sudah cukup."kata mamak


"sisa uang yang abang kasi semalam kamu belikan besok pagi lauk untuk satu minggu juga cukup."kata Andi.


"ya sudah...aku pergi ke grosir si Ucok sekarang."kata leli


"ya sudah...abang tunggu sekarang, empat puluh menit harus ada."kata Andi.


Leli berjalan ke rumah nya mengambil uang."aduh... aturan beli sikit jadi banyak yang di beli...mana uang arisan besok mau di bayar."kata Leli dalam hati lalu pergi ke warung.


Tinggal mamak, ayah dan Andi di ruang keluarga. Karena tidak ada Mila jadi mamak menanyakan pada Andi berapa yang di berikan pada Leli.


"jadi kemarin kamu ada kasi uang dengan Leli?"


"iya mak .. karena kami jumpa di mall terus katanya mau belanja, semua sudah pada habis...jadi Andi transfer ke dia.", jawab Andi.


"oh... seperti itu... sebaiknya mulai sekarang jangan kasi uang dengan dia... keenakan, mending belikan saja langsung bawa ke rumah ini "kata mamak.


"gitu ya mak...itu tadi masih untuk dua minggu, nanti aku belanjakan dengan Mila."kata Andi.


Mamak hanya tersenyum mendengar perkataan Andi ,dia yang pusing melihat tingkah anak perempuan nya.


"Leli...Leli...kamu itu... kalau tau Andi mamak juga kasi uang...bisa marah besar Andi..."kata mamak dalam hati.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote..

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2