
Mama Mila yang lagi kesal melihat anaknya karena tidak mengetahui berapa kekayaan dari suaminya dan kenapa Andi tidak sepenuhnya terbuka pada istrinya.
Jadi membuat mama khawatir... apakah Andi itu serius bersama Mila? atau masih menguji anaknya. Kalau menguji Mila... kenapa dia cepat menikahi anaknya?
Sementara pikiran Mila lain lagi, melihat mama nya marah...dia jadi takut. Tapi apa yang di katakan mama ada benarnya juga.
"kenapa bang Andi tidak jujur terhadap ku? apa dia takut kalau uang nya aku gunakan kepada hal yang tidak penting?"kata Mila dalam hati.
Mereka yang lagi duduk di ruangan keluarga, hanya mereka berdua yang ada di sana dan ngobrol berdua.
"apa ma...hamil?"kata Mila.
"ya...mama ulangi lagi...mama doakan semoga kamu cepat hamil."kata mama
Mendengar kata hamil membuat Mila jadi sedikit terkejut,bukan dia tidak mau hamil...tapi masih mau berdua saja bersama Andi. Mereka juga belum terlalu dekat dan mengenal, itu menurut Mila.
"mama kok ngomong begitu?"tanya Mila.
"lho...kamu tidak mau hamil?"mama bertanya juga
"mau ma...tapi kalau bisa... tahun depan saja karena Mila mau kami dekat dan mengenal satu dan lainnya."kata Mila.
"Astaghfirullah hal'azim...ni anak... setiap hari kalian itu kan sudah dekat, dengar mama...kalau ada anak di antara kalian... pasti Andi akan sayang sama kamu dan semua apa yang ada dia punya...ya pasti untuk anaknya."kata mama
Mencerna apa yang di katakan mama, ada benarnya apa yang di katakan mama Mila.
"oh... gitu ya ma...?"kata Mila.
"jadi kamu mau menunda punya anak?atau sekarang ini kamu KB? atau KB alami?"tanya mama.
Bingung mau jawab yang mana,mama banyak memberikan pertanyaan.
"siapa yang KB? Mila enggak ada pakai apapun."
"Andi enggak pakai pengaman kan?"tanya mama dengan serius karena kalau pakai pengaman pasti Andi tidak begitu serius pada anak nya.
"mama ngomong apa sih...kami enggak ada pakai apapun, seperti biasa saja."kata Mila
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..."
Mama yang mau bertanya lebih detail lagi tapi tiba tiba ada seseorang yang datang, jadi harus membuka pintu rumah.
"ada orang datang...coba kamu buka Mila... mungkin Andi yang datang."kata mama memerintahkan anak nya.
"baik ma..."jawab Mila dan ke depan membukakan pintu.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam..."jawab Mila dan membuka pintu rumah.
Ternyata yang mengetuk pintu adalah ayah yang baru pulang kantor, dia pun senang melihat ayahnya.
"Ayah... sudah pulang..."kata Mila menyambut ayah.
Ayah yang melihat putri bungsunya ada di rumah."mana Andi?"tanya ayah.
"lagi kerja ayah...tapi sebentar lagi mau jemput aku."
Ayah melihat jam tangan, melihat ke arah anaknya.
"masih jam segini kok sudah mau pulang... nginap di sini saja."kata ayah.
Setelah Mila menikah, keadaan semakin sepi saja hanya ada mama dan ayah.
Masuk ke dalam ternyata mama berada di rumah keluarga, mama yang melihat suami tercinta pulang langsung menyambut nya .
"Ternyata ayah yang pulang? sudah makan ?"tanya mama
"jam segini ya sudah makan ma... ayah mau meluruskan badan dulu."kata ayah.
Mereka bertiga pun duduk di ruang keluarga tersebut,mama yang mempunyai uneg uneg di pikiran nya langsung menyampaikan kepada ayah.
"ayah... bagaimana pendapat ayah tentang Andi?"
"maksud mama apa?"
Mila yang ada di ruangan hanya diam saja kedua orang tua nya lagi ngobrol tentang dia dan suaminya.
"mama mau tau saja pendapat ayah."
"baik dan kelihatan nya bertanggung jawab , kenapa?"
"enggak ada apa apa, tapi mama kesal sama Mila yang tidak tau tentang barang kepunyaan suami nya. Setelah nikah ternyata dia baru tau punya mobil, setelah nikah baru tau ada rumah. Setelah menempati rumah itu ternyata kecil dan sekarang mau lihat rumah yang besar, dan dia juga tidak tau kalau itu punya siapa."kata mama menjelaskan dengan kesal dan marah.
Ayah yang sudah mengenal istri nya itu hanya geleng geleng kepala, karena mau tau urusan rumah tangga anak nya.
"Mila...apa yang di katakan mama benar?"tanya ayah.
Dengan ragu Mila menjawab pertanyaan ayah.
"iya ayah..."kata Mila sambil mengangguk.
Menarik nafas panjang dan seperti nya lagi memikirkan sesuatu.
"Mila... ayah tau kalau kalian itu masih baru menikah dan juga belum mengenal dengan dekat."kata ayah.
__ADS_1
"iya ayah..."
Ayah pun menjelaskan semuanya pada anak nya.
"Di dalam rumah tangga memang harus ada saling terbuka, baik itu tentang kita, kebiasaan dan juga harta... jangan sempat kamu tidak mengetahui apa yang Andi miliki."kata ayah lagi.
"iya...Mila merasa kami masih baru menikah jadi...biar lah bang Andi sendiri yang bercerita."kata Mila.
"apa yang kamu katakan bisa saja...tapi setidaknya Andi juga harus jujur."kata ayah.
"baik lah... nanti Mila akan coba tanyakan."kata Mila.
"Mila... kalau menanyakan hal seperti itu...kamu ngobrol nya saat mau tidur... ngobrol yang santai...jangan pas mau pergi kerja."kata mama
Mendengar apa yang mama katakan,
"bisa juga nanti coba di tanyakan pas bang Andi minta pakai baju dinas."kata Mila dalam hati.
Ayah yang melihat putri bungsunya yang sudah meninggal, seperti tak percaya kalau anak nya sudah menikah.
"ya sudah ma... jangan terlalu memarahi Mila seperti itu."kata ayah.
"mama bukan marah tapi memberi tahu biar dia tidak polos kali."kata mama yang tidak mau di salah kan.
"ya sudah... nanti akan ayah bicarakan pada Andi... yang penting biar ayah yang bicarakan pada Andi, mama jangan bertanya nanti."kata ayah.
"baik ayah...tenang saja...tapi jam segini ayah sudah pulang?"tanya mama
"tadi ayah tugas di lay, setelah selesai ya... pulang saja lah"jawab ayah.
"oh... seperti itu...jadi sekarang mau apa?"tanya mama
"enaknya kalau ada teh manis hangat... pasti segar kembali."kata ayah.
Mila yang mengerti apa yang ayah inginkan jadi dia pun berdiri.
"biar Mila yang buatkan teh manis untuk ayah."kata Mila
"wah .. pasti lebih segar lagi ayah... karena gadis bungsu cantik ayah yang buatkan."kata ayah.
Biasanya kalau pulang kerja ayah,Mila yang selalu buat kan,tapi kalau di pagi hari tentu nya mama yang buatkan sebab Mila juga sibuk mau pergi kerja.
Setelah selesai membuatkan teh manis untuk ayah... terdengar lah ketukan pintu, bertanda ada yang datang.
"pasti bang Andi yang datang..."kata Mila dalam hati karena dari tadi dia sudah tunggu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***