Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.160


__ADS_3

"Apa"kata Dafi


Saat tau kalau Nadya menghubungi Yusuf untuk mengambil nomor antrian ke dokter kandungan.


Istri nya Yusuf adalah dokter kandungan, Karena susah mencari dokter kandungan perempuan jadi mau bagaimana lagi?


Dari pada dokter kandungan laki laki, pasti membuat Dafi lebih cemburu lagi.


Dafi cemburu dengan Yusuf karena dia adalah kakak kelas Nadya di SMA dulu. Tapi bagaimana lagi? mereka berdua bertemu lagi karena perusahaan Dafi dan Yusuf ada kerjasama.


Nadya melihat ke arah suaminya yang lagi membawa mobil dengan serius."maaf bang...maksud qu biar cepat periksa nya"kata Nadya.


"mmmhhh..."jawab Dafi


"jangan marah napa...masa istri hamil di cemburui, logika aja bang... perempuan hamil itu gendut,jelek seperti badut mana ada yang naksir"kata Nadya lagi.


Nisa yang di belakang bingung dengan perkataan mamanya bertanya."cemburu itu apa sih ma..."tanya Nisa.


"cemburu itu seseorang marah/cemberut dengan kita kalau dekat dengan orang lain"Nadya menjelaskan.


"oh... seperti itu, kemarin Mira marah dengan Nisa karena main dengan Dio"kata Nisa.


"wkwkwkwk...anak kecil saja tau cemburu bang"kata Nadya.


Dafi yang mendengar hanya tersenyum simpul tanpa melihat ke arah istrinya."ih...mama kok ketawa"kata Nisa


"lucu aja menurut mama jadi Mira marah?trus kalian tidak kawan?"tanya Nadya lagi.


"iya...ma... padahal Nisa mau kok main dengan Mira"kata Nisa menjelaskan.


"ya sudah...besok Mira pasti mencari Nisa mengajak untuk main"Nadya menjelaskan.


"a...min..."mudah mudahan Mira enggak marah lagi.


Tak berapa lama mereka pun sampai di tempat praktek dokter, di sana sudah banyak pasien yang duduk mengantri.


Dan ternyata Yusuf juga sudah ada di antara pasien."tuh...kakak kelas mu sudah menunggu kedatangan adik kelas."kata Dafi


Nadya hanya diam tidak mau memancing di air keruh."ya sudah...ayo kita turun"kata Dafi


Tapi Nadya tidak mau,dia hanya diam saja.


Dafi melihat istrinya yang seperti marah, akhirnya dia menurunkan ego."aduh...kenapa aqu yang sepertinya bersalah?"kata Dafi dalam hati.


Dafi melihat Nisa yang di belakang masih duduk dengan tenang."ayah... sudah sampai kita?"tanya Nisa


"sudah princess,tapi mama seperti nya merajuk.tolong kamu bujuk,ajak turun"kata Dafi.

__ADS_1


"Mama... sudah sampai..kita turun yuk, Nisa mau lihat adik dalam perut mama"kata Nisa mengajak Nadya turun.


"maaf...ya...mama jadi pusing, besok saja kita periksa."kata Nadya.


"mama... sekarang aja periksa, nanti biar si kasi obat pusing dari dokter"kata Nisa mengajak Nadya turun dari mobil.


Nadya hanya diam, karena Nisa yang semangat mau lihat adek bayi makanya Nadya pun turun juga.dia luluh karena ajakan dari Nisa."ya sudah...kita turun sekarang saja"kata Nadya.


Dafi yang melihat istrinya mau turun dengan cepat dia pun membuka kan pintu untuk Nadya, yang di bukakan pintu buang muka tidak mau melihat ke arah Dafi.


Lalu Nadya mau membukakan pintu untuk Nisa tapi dengan cepat juga Dafi membuka pintu untuk Nisa."ayo Nisa temani mama ya..."kata Nadya sambil menggandeng tangan anaknya.


"iya ma..."jawab Nisa.


Nisa yang di gandeng oleh ke dua orang tua,sebelah kanan Nadya dan sebelah kiri tentu nya Dafi."mama dan ayah seperti nya lagi marahan"kata Nisa dalam hati sambil melihat kanan dan kiri secara bergantian.


masuk ke dalam praktek mereka bertiga, ternyata Yusuf memang sudah menunggu di sana."Nadya... dari tadi sudah di panggil, tunggu sebentar ya... setelah ini akan di panggil"kata Yusuf


"ya kak... terima kasih"kata Nadya yang tidak mau berbasa-basi.


Dafi yang berhadapan dengan Yusuf tersenyum dan menyapanya."apa kabar pak Yusuf?"kata Dafi.


"Alhamdulillah sehat...pak Dafi sehat kan?"tanya Yusuf kembali.


"ya pak...insha Allah sehat, terima kasih sudah mendaftarkan Nadya langsung"kata Dafi.


"biasa saja pak, seharusnya saya yang berterima kasih karena sudah percaya dengan istri saya untuk memeriksa kandungan Nadya"kata Yusuf.


"Alhamdulillah pak... mungkin karena cita cita nya dan dia mendalami bagian dari kerjanya"kata Yusuf.


"ibu Nadya..."


panggil suster untuk masuk ke dalam memeriksa kandungan.


"saya suster..."kata Nadya mendatangi suster bersama Nisa di gandengan nya.


"ayo Bu kita masuk"kata suster mengajak masuk ke dalam.


Masker ke dalam ruangan praktek yang di ikuti Dafi dan Nisa dari belakang.


Bu dokter yang sudah menunggu pasien yang masuk."apa kabar Bu Nadya ? sekarang kita tensi dulu ya..."kata Bu dokter.


"Alhamdulillah sehat Bu dokter..."jawab Nadya yang langsung berbaring di tempat tidur karena mau di USG, melihat keadaan bayi yang masih di dalam kandungan.


Perawat yang menensi tekanan darah Nadya sementara Bu dokter lagi mempersiapkan alat USG untuk memeriksa pasien."sudah selesai dokter, tensinya normal 110/100 "kata pasien.


"oke..."jawab Bu dokter.

__ADS_1


Bagian perut Nadya sudah di buka,lalu di beri gell agar tidak kasat dan nyaman untuk pasien."Bismillah...kita lihat kondisi dedek bayi...eh si Kaka ikut lagi,itu coba lihat di TV monitor"kata Bu dokter.


Nisa pun melihat monitor yang di tunjuk Bu dokter dengan serius."bayi nya sehat , sudah mulai terbentuk semua."kata Bu dokter.


"ih...itu hidung nya..."kata Nisa yang melihat hidung bayi.


"ih...si Kaka tau aja kalau hidung adiknya mancung"kata Bu dokter.


Nadya pun memperhatikan monitor/alat USG, terharu dia melihat bayi yang ada dalam kandungan nya."Alhamdulillah... sudah mulai terbentuk semua, sehat sehat ya dek di perut mama"kata Nadya dalam hati.


"sekarang kita lihat detak jantung nya"kata dokter.


"dug...dug...dug..."terdengar suara detak jantung nya.


"Alhamdulillah...detak jantung nya normal ya..."kata dokter lagi.


Dafi senang sekali melihat monitor dan anak di dalam kandungan sehat."kalau jenis kelamin sudah kelihatan dokter?"tanya Dafi.


"wah... papanya sudah enggak sabar melihat jenis kelamin nya, sebentar pak coba kita lihat..."kata Bu dokter.


Wajah Bu dokter terlihat serius melihat jenis kelamin anak Nadya."maaf pak... belum kelihatan, untuk selanjutnya saja ya..."kata Bu dokter.


"ih...ayah sudah enggak sabar melihat dedek bayi laki-laki atau perempuan ya..."kata Nisa.


"iya...tapi menurut ayah dedek nya laki laki,biar ada yang melindungi kakak Nisa"kata Dafi.


"ya sudah selesai periksa dedek bayi nya...bulan depan kita lihat lagi ya... insha Allah sudah bisa terlihat"kata Bu dokter.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2