Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.91


__ADS_3

Dafi yang dari tadi menunggu kiriman video dari sahabat nya Andi yang belum juga di kirim akhirnya dia mendatangi sahabat nya ke ruangan sebelah."Andi mana video nya?"tanya Dafi.


"oh...ini baru saja ketemu, sebaiknya ke ruangan bos aja biar lebih nyaman"kata Andi


"baik lah kalau begitu"jawab Dafi lalu kembali ke ruangan nya.


Tak berapa lama Andi menyusul ke ruangan Dafi"kenapa lama sekali?"


"karena lama tersimpan jadi lupa bos, nanti lihat video nya jangan marah dan stress bos"kata Andi yang lalu membuka video melalui plasdist ke komputer Dafi di meja kerja nya.


Setelah beberapa menit dan ternyata bisa di buka lalu video rekaman pun dengan serius di lihat Dafi."Andi ini video waktu Nadya di tabrak, yang waktu aqu penasaran sebuah mobil parkir di gedung ini mana? karena sepertinya mobil itu yang menabrak qu juga"kata Dafi


Andi mendengar dan melihat Dafi menjelaskan tentang sebuah mobil yang di curigai"Dafi...kamu sudah ingat semua nya?"tanya Andi kebingungan.


"iya...Andi... sebenarnya Aqu sudah mulai ingat tapi jangan di tanya mulai kapan aqu ingat ya..." jawab Dafi.


"Alhamdulillah... kalau begitu karena aqu sudah tau siapa yang punya mobil itu"kata Andi


Dafi mengerutkan keningnya karena penasaran tentang mobil tersebut"siapa yang punya mobil itu!"menanyakan dengan suara marah.


"bos coba lihat semua video tersebut, nanti pasti menemukan jawaban nya"kata Andi pada sahabatnya itu.


Melihat video yang ada satu persatu dengan serius kalau pas nomor plat mobil dan orang yang sedikit samar di perbesar dan di hentikan nya."Andi ini seperti mobil Siska"kata Dafi


"iya... Siska pelakunya, dari kemarin aqu mau cerita tapi kamu lupa ingatan dsn pesan dari Bu Nani jangan di bahas dulu tentang ini. menunggu kamu sembuh"kata Andi


"tidak bisa seperti itu, jadi kalau aqu enggak sembuh bagaimana?"tanya Dafi


"kata mama mu ya relakan saja,biar Allah yang membalasnya"jawab Andi


"mama itu ada ada saja, enggak bisa seperti itu"jawab Dafi


"Dafi sebenarnya setelah kerja sama kita dengan perusahaan Dewa Kusuma selesai aqu juga mau bertindak. Walaupun kepulihan ingatan mu belum sembuh, aqu yang bergerak sendiri"kata Andi.


"Deg"

__ADS_1


Suara jantung Dafi mendengar sahabat nya itu begitu perhatian padanya."Andi... terima kasih atas semua nya, kalau tidak ada kamu...aqu tidak tau apa yang terjadi dengan perusahaan ini."kata Dafi penuh haru.


"kamu itu seperti orang lain saja, kita sudah berteman dari Puti abu abu, insha Allah sampai kapan pun kita bersahabat selama nya"kata Andi.


Ke dua sahabat itu pun saling berpelukan penuh dengan haru.


Setelah selesai semua mereka kembali bekerja ke tempat masing masing mengerjakan tugas masing-masing tentu nya.


"bos...ada faksimili dari perusahaan Dewa Kusuma"kata Andi tiba tiba datang ke ruangan bos Dafi.


"Astaghfirullah hal'azim..Andi...ketuk pintu dulu kenapa,aqu jadi kaget"kata Dafi.


"maaf... maaf...bos... panjang umur tuh perusahaan Kusuma Dewa"kata Andi lagi


"maksudnya???"


"tadi kita baru aja cerita tentang perusahaan tersebut,ini faksimili dari bos besar langsung."


kata Andi dengan semangat seperti ingin menyelesaikan kerja sama supaya bisa melaporkan Siska ke pihak berwajib.


"hhhmmm maksudnya dari pak Kusuma langsung?"tanya Dafi yang lagi memegang pulpen di tangan.


"ya sudah kamu jawab aja, tanya mau apa gerangan.kalau mau jumpa dengan kita oke kan saja lah, lagian kerja sama juga sudah mau selesai kok",kata Dafi


"oke bos, biar aqu yang jawab langsung. Apa berita nya nanti qu kabari"jawab Andi yang langsung meninggalkan ruangan kembali ke ruangan nya.


Mesin facsimili memang berbeda di ruangan Andi karena Andi selalu yang membalas facsimili dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Raja Pratama.


Hasil dari facsimili dari pak Kusuma adalah dia mau jumpa langsung dengan Dafi sebagai CEO perusahaan. Juga untuk menyelesaikan semua dan biar clear dan oke kerja sama dengan perusahaan kedua perusahaan.


Sebelum pulang ke rumah Dafi menjumpai Andi untuk menanyakan hasil dari facsimili tadi."Andi... bagaimana hasil dengan pak Kusuma?"


"oh...dia mau jumpa dengan bos, insha Allah minggu depan rencana nya"kata Andi


"oke...kamu atur aja agenda nya, jangan sampai bentrok dengan yang lain"kata Dafi

__ADS_1


"oke bos bisa di atur itu"kata Andi.


Dafi pun keluar dari kantor mau pulang ke rumah karena hari sudah sore menjelang malam, mengendarai mobil sendiri dan terjebak macet membuat Dafi bosan."aduh... terjebak macet pula,mana mau magrib pula"kata Dafi sendiri di dalam mobil.


Tringting..


Suara HP terdengar masuk pesan masuk, Dafi membuka HP yang ternyata ada chat what's up dari Bu Nani.


"Dafi...bisa jemput....mama ada di mall X,tadi di antar pak mien tapi pulang nya mama minta tolong kamu jemput. Tolong segera di jawab ya..."


Setelah Membaca pesan dari mamanya Dafi melihat di sekeliling, dan ternyata mall X dekat dengan dirinya yang terjebak macet.


"mama...Dafi masih terjebak macet,jadi mama tunggu ya... karena masih cari jalan untuk menuju mall X, tunggu aja di D*n*k*n Donat. karena Dafi mau beli untuk Nisa ya...ma..."pesan dari Dafi untuk Bu Nani.


membalas pesan what's up Dafi mencari jalan alternatif untuk manuju mall X agar cepat menjemput mama nya dan cepat pulang ke rumah tentu nya.


"Alhamdulillah...sampai juga di mall X"kata Dafi sendiri di mobil.


Setelah memarkirkan mobilnya Dafi ke tempat D*n*i* Donat untuk menemui mama nya, ternyata Dafi salah masuk pintu penjual donat. Jadi akhirnya dia agak jauh berjalan untuk ke tempat yang di tuju.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2