
Andi yang mengambil berkas yang ada di atas meja,dia pun akan membawa ke tempat bosnya. Tadi pas memeriksa berkas tersebut Andi memang tidak konsentrasi, jadi tanpa di buka Andi pun menyerahkan pada bos.
Dafi menerima berkas yang di serahkan Andi lalu membuka nya."Andi...kamu tau ini berkas apa?"tanya Dafi
"maaf bos...tadi aqu belum periksa jadi enggak tau"jawab Andi
"untung saja yang menemukan berkas ini dengan orang yang baik, kalau tidak??? aqu tidak bisa berkata apa"kata Dafi
"iya...itu kesalahan qu, maaf atas keteledoran qu kali ini"kata Andi.
"ya sudah.... sekarang kita periksa saja karena besok orang nya mau datang langsung"kata Dafi
Andi yang memang belum fokus, dia masih penasaran orang yang dia cari. Dafi yang berbicara tapi seperti tidak di dengar,maka dia pun menghentikan pembicaraan dan melihat Andi yang melamun sambil melihat berkas di pegang bos nya.
Dafi geleng kepala melihat sahabatnya,.
"Andi...kamu sakit?"kata Dafi sambil memegang kepala teman nya.
Tapi Andi masih tidak sadar maka Dafi pun mengguncang tangan sahabat nya lebih kuat sambil berkata.
"Andi...kamu kenapa? sakit ya..."
Kaget tentunya karena tangannya di guncang sahabat nya."eh...ada apa bos?"kata Andi.
"kamu sakit? dari tadi tidak fokus"kata Dafi
"enggak bos...aqu sehat kok, coba pegang jidat qu... dingin kan?"kata Andi.
"mmmhhh... sudah qu pegang tadi,kamu nya saja tidak sadar. aqu tanya...kamu ada masalah? dari tadi aqu seperti ngomong sendiri"kata Dafi
Andi hanya diam tapi tidak mau cerita karena dia masih penasaran saja dengan perempuan yang mengembalikan berkas itu."maaf... bos.. sekarang aqu konsentrasi kok"kata Andi.
"ya sudah...kita mulai lagi...kamu tau ini kerja sama dengan siapa?"kata Dafi
"enggak tahu bos,belum aqu lihat tadi"jawab Andi.
"ini berkas kerja sama dengan perusahaan Dewa Kusuma, besok kita jumpa dengan mereka."kata Dafi
"jadi besok pak Kusuma ke kantor kita?"tanya Andi
"bukan pak Kusuma yang datang tapi menantu dan anaknya"jawab Dafi
"maksudnya Bu Siska dan pak Dedy?"tanya Andi
__ADS_1
"iya... mereka sudah seminggu pulang dari kampung Dedy jadi rencana kita berjumpa"kata Dafi
"oke...lah... besok insha Allah aqu siapkan semua nya"kata Andi
"syukurlah kalau kamu bisa handel"kata Dafi.
Ke dua sahabat itu pun melanjutkan pekerjaan mereka berdua dengan penuh konsentrasi, ini di lakukan karena besok sudah deadline. Mereka berdua tidak mau mengecewakan perusahaan besar Dewa Kusuma, banyak perusahaan yang mau kerja sama dengan mereka. Mana mungkin Dafi dan Andi melepaskan kerja sama dengan perusahaan yang besar.
Semua sudah di periksa dan seperti nya juga sudah oke dan tidak ada masalah, tinggal ke dua belah pihak oke dan tanda tangan maka terjalin lagi kerja sama yang ke dua.
Dafi mendapatkan kerja sama dengan Perusahaan Dewa Kusuma adalah karena Bu Nani dan pak Kusuma adalah teman baik di kampus mereka dulu, ke duanya ada rasa suka tapi memang mereka tidak berjodoh saja. Tapi tidak ada dendam di antara mereka berdua, maka kerja sama berlanjut dengan dewa Kusuma adalah atas perintah dari pak Kusuma tentunya dan pasti tidak ada yang bisa membantahnya.
Tanpa mereka sadari ternyata sudah masuk azan ashar dan biasanya karyawan semua sudah pada bersiap untuk pulang.
Termasuk juga Dafi yang mau pulang ke rumah.
"hari ini kita tidak ada janji dengan orang kan?"tanya Dafi
"seperti nya tidak ada bos tapi besok ada ya..."kata Andi.
"besok jam berapa? dan di mana?"tanya Dafi.
Andi berpikir sejenak mengingat kembali jadwal pertemuan."besok pagi jam 10 di tempat kita kok bos"kata Andi.
"oh...iya...kok aqu bisa lupa bos..."kata Andi.
Karena takut emosi nya tak bisa di kontrol maka Dafi tidak menjawab dan menarik nafas dalam-dalam dan Kalisa nya.
Andi melihat tingkah sahabatnya hanya memperhatikan dan bertanya"bos kenapa? latihan pernafasan untuk melahirkan Nadya nanti?"kata Andi
"ya sudah... terserah pemikiran mu saja, kalau begitu kita sudah selesai. biar sekertaris saja yang merapikan"kata Dafi
Andi keluar ruangan dia pun memanggil sekertaris ke dalam ruangan bos,mana tau ada pesan yang harus di kerjakan."kamu rapikan meja saya, jangan di pisah dan pindahkan karena besok mau di kerjakan lagi"perintah Dafi
"baik pak..."jawab sekertaris.
Dafi dan Andi pun keluar dari ruangan itu dan pak bos langsung pulang ke rumah sementara Andi belum pulang.
Hari ini Dafi membawa mobil sendiri jadi dia pun meluncur pulang ke rumah, karena cepat keluar kantor maka hanya memakan waktu tiga puluh menit. Tapi Dafi keluar kantor tidak langsung ashar, dia melaksanakan di rumah saja.
Dengan wajah cemberut Dafi sampai ke rumah tapi kali ini dia di sambut oleh Bu Nani.
"Assalamualaikum...mama..."kata Dafi menyalim punggung tangan mamanya.
__ADS_1
"wa'alaikum salam...tumben nih sampai rumah cemberut begitu, ada masalah di kantor?"tanya Bu Nani.
Mama yang menanya mana mungkin tidak di jawab."hari ini kenapa ya ma... Andi buat aqu kesal saja..."kata Dafi
"mana mama tau...apa kalian berantem?"tanya Bu Nani
"mana mungkin kami berantem ma...dia sahabat qu satu satunya yang setia"kata Dafi
"kalau begitu memungkinan itu kalau tidak sakit ya bisa jadi jatuh cinta..."kata Bu Nani.
Dafi yang seperti tidak percaya apa yang di katakan mama nya, dai tersenyum dan tertawa."wkwkwkwk...mama bisa saja. Tadi Dafi periksa kening dan tangannya tidak panas, kalau jatuh cinta... dengan siapa..."kata Dafi lagi.
"ya...kamu cari informasi dong, mana tau dia memikirkan seorang perempuan yang kita belum kenal karena mereka jumpa di jalan, di mall, masjid taklim, atau bisa juga di kantor"kata Bu Nani.
Memikirkan sesuatu yang terjadi di kantor tadi tapi Dafi tidak ada jawaban nya."kalau jatuh cinta dengan siapa ya..."kata Dafi
"ya sudah... kamu selidiki saja dia besok atau kamu utus seorang OB yang jadi mata mata untuk dia"kata Bu Nani.
Tanpa mereka sadari ternyata Nadya ada di belakang ibu dan anak itu."siapa bang yang mau di mata matai?"kata Nadya.
Dafi dan Bu Nani pun melihat orang yang bersuara tersebut.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
secangkir kopi hangat
bunga mawar yang di
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏