Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.64


__ADS_3

Besok harinya di ruangan Bogenvil A, hanya ada Dafi dan Nadya. Pagi harinya Nadya sudah bangun pagi, sholat subuh dan duduk di sofa sambil melihat TV dan juga memperhatikan Dafi mana tau ada yang di perlukan.


Dafi yang masih tertidur dengan lelap, Nadya hanya memperhatikan dan berpikir tentang hubungan-nya dengan Dafi suaminya."kalau bang Dafi amnesia bagaimana ini? dia lupa dengan qu, wajar saja karena kami juga baru jumpa dan menikah dengan cepat. Biar lah di jalani saja dahulu, biar lah waktu yang menentukan nanti"kata Nadya dalam hati.


Tak berapa lama Dafi tersentak dan bangun dari tidur, di lihat nya di sekeliling ternyata masih di rumah sakit. Terus di lihat nya ada Nadya di sofa sambil berbaring seperti ketiduran. Dafi pun bangkit dan berjalan ke arah Nadya. Dafi pun duduk di sebelah Nadya sambil membawa cairan infus di tangan nya.


"Apa iya kamu itu istri ku? kenapa aqu tidak ingat? di lihat sekilas atau pun lama kamu tetap cantik Nadya"kata Dafi dalam hati."apa yang harus qu lakukan? apakah menerima dan menjalani saja atau hidup seperti biasa saja sebelum menikah. Nanti biar qu tanya saja mama dahulu bagaimana baiknya"kata Dafi dalam hati.


Di elus nya pipi dan kepala Nadya dengan arah dekat, Nadya yang seperti ada yang mengelus pipinya tersentak dan sedikit kaget."Abang sudah bangun"kata Nadya


"tadi kamu tidur makanya saya ke sini"kata Dafi


"kenapa enggak di panggil saja?abang mau apa biar qu ambil kan"kata Nadya


"enggak mau apa apa, tadi mau lihat kamu aja."kata Dafi


Mendengar penjelasan seperti itu membuat pipi Nadya menjadi merah merona seperti biasa."kenapa bang ?"tanya Nadya


"enggak cuma mau lihat kamu aja, kenapa aqu bisa lupa sama kamu?"tanya Dafi


"Sebenarnya sedih bang, kenapa bisa lupa sama aqu. Tapi enggak apa apa mungkin ini ujian untuk kita bang"kata Nadya dengan mata berkaca-kaca.


Melihat Nadya sedih hati Dafi tak tega, di lihat nya Nadya dan berkata"maaf..."Dafi memegang tangan Nadya dan berkata"cuma mau bilang tolong bantu pulihkan ingat qu, semoga cepat kembali sembuh seperti semula"kata Dafi lagi.


"Abang percaya sama qu?"tanya Nadya


"iya...mana mungkin mama qu berbohong"kata Dafi sambil memeluk Nadya


Nadya yang di peluk hanya diam dan menangis"hiks...hiks...hiks... terima kasih bang"kata Nadya pada Dafi


Dafi hanya mengangguk dan diam, hening seketika dalam ruangan itu, hanya terdengar suara televisi.


"sudah ah... Abang mau makan atau minum biar di ambilkan"kata Nadya melepas pelukan lalu melap air mata di pipi.


"teh hangat aja"jawab Dafi


"oke di buatkan"kata Nadya sambil ke pantry di dalam ruangan yang disediakan pihak rumah sakit. Setelah siap teh manis di serahkan pada Dafi"ini bang di minum, aqu buatkan roti tawar pakai selai ya..."kata Nadya lagi sambil menunggu persetujuan dari Dafi.


"boleh"jawab Dafi


Nadya pun membuat kan roti tawar pakai selai srikaya."pakai selai srikaya bang?"tanya Nadya


"iya"jawab Dafi


Di buatkan Nadya roti tawar pakai selai srikaya lalu di berikan pada Dafi."di makan bang, makan yang banyak biar cepat sembuh. 30 menit lagi kita minum obat ya..."kata Nadya pada suaminya sambil memberikan roti yang baru di buat."di habiskan ya bang...biar cepat sembuh dan sehat, kasian Nisa di rumah sunyi katanya"Nadya cerita pada Dafi.

__ADS_1


"sudah kenyang"kata Dafi menunjukkan roti yang di makan nya masih setengah yang di makan."sini di suapin, enggak boleh makan sedikit nanti sembuh nya lama"Nadya memberi kan roti pada Dafi, dengan terpaksa di makan suaminya.


Setelah selesai makan dan minum Dafi kembali ke tempat tidur nya semula. Tak berapa lama dokter yang menangani masuk ke ruangan dan memeriksa keadaan Dafi.


Tok...


tok...


tok...


"Assalamualaikum... pagi bapak/ibu...


Bagaimana tidur malam ini ? nyenyak atau gelisah tidak bisa tidur?"tanya dokter pada Dafi


"Wa'alaikum salam... Alhamdulillah...malam ini Abang tidur dengan nyenyak"Nadya yang menjawab.


"syukur lah kalau begitu, ada keluhan yang lain?"tanya dokter


"keluhan nya tidak bisa ingat dengan istri saya dokter"jawab Dafi


"oh... seperti itu ya ???suster tolong di catat"perintah


suster mencatat yang di perintahkan dokter "seperti nya itu saja dokter yang lain tidak ada"jawab Dafi


"tapi dokter kenapa saya saja yang tidak di ingat?"tanya Nadya pada dokter.


"ada lagi yang di tanyakan?" tanya pada Nadya dan Dafi.


Yang di tanya hanya diam saja tapi akhirnya yang menjawab Nadya"seperti nya tidak ada"jawab Nadya


"ya sudah kalau terjadi apa apa tolong kabari dengan suster, karena nanti mereka yang akan keluhan bapak atau ibu"dokter menjelaskan


"iya dokter nanti kami kabari kalau misalnya ada masalah",kata Nadya


"baiklah kami permisi dulu, mau periksa pasien yang lain"kata dokter lagi.


"silahkan dokter"jawab Nadya


"jangan lupa obat nya di minum"kata dokter sambil meninggalkan ruangan.


"iya dokter", jawab Nadya lagi.


Nadya pun mengambil obat yang sudah di sediakan dan membawa air putih."ayo bang, minum obat dulu"kata Nadya.


Dafi mengambil obat di tangan Nadya dan meminum obat tersebut satu persatu.

__ADS_1


Setelah minum obat Nadya merapikan bantal agar Dafi berbaring lagi dan ternyata Andi masuk ruangan"Alhamdulillah...bos sudah mulai sembuh seperti nya"kata Andi


"do'akan cepat sembuh biar kamu nggak terlalu repot mengerjakan semuanya"kata Dafi pada sahabatnya itu.


"pasti dong bos di do'akan, dengan istri tercinta sudah ingat?"tanya Andi lagi


"belum bang Andi"jawab Nadya di sebelah Dafi


"waduh bos, nanti nyesal lho"kata Andi lagi


"kamu itu, sebentar lagi mungkin aqu akan ingat"kata Dafi


"a...min...bang semoga kamu cepat sembuh"kata Nadya dengan antusias


Dafi melihat jawaban Nadya yang semangat, Dia merasakan kalau Nadya tulus menjawab, manjaga dan merawatnya di rumah sakit."ya... Allah... bantu lah hamba mengingat istri hamba ini"kata Dafi dalam hati.


"bos aqu ke kantor dulu ya... nanti kalau lama lama bisa kacau"kata Andi.


"oh...iya... hati hati kamu"kata Dafi


Andi pun keluar dari ruangan rawat inap Dafi.


"bang... setiap hari Andi menjenguk Abang, pagi dan sore hari. biasanya sore nanti dia yang sering membawakan roti tawar, kata dia beli pas waktu siang hari, pas baru di masak"kata Nadya.


"oh...iya pantas lembut roti nya"jawab Dafi


"Abang mau lagi"tanya Nadya


"boleh"jawab Dafi


Nadya pun membuat kan roti lagi untuk suaminya Dafi.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


vote...vote...vote...


like...like...like...


komentar yang membangun


add favorit...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2