Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.81


__ADS_3

Makan pecel lele di pinggir pasar untuk makan malam Dafi dan Nadya, sebelum meninggalkan tempat Nadya ternyata sudah memesan 3 porsi untuk di bawa pulang. Dafi awalnya keberangkatan tapi karena sudah di pesan Nadya jadi harus di bayar.


Dafi bawa mobil seperti biasa karena dia sudah tidak sabar untuk membawa mobil sendiri. Kalau tau Bu Nani tentu dia akan marah, karena dia takut kejadian tabrakan yang menimpa Dafi dan sampai saat ini ingatan nya belum pulih.


Di malam hari suasana jalanan tidak terlalu ramai, jadi Dafi santai membawa mobil. Tiba tiba di tekongan ada sebuah mobil melewati mereka, Dafi sedikit terkejut karena mobil tiba tiba melintas.


"mobil siapa itu?" tanya Dafi pada istrinya


"mobil orang,kenapa? kenal?"tanya Nadya


Dafi diam seperti memikirkan sesuatu dan dia mengingat ingat",dimana ya? seperti Abang pernah lihat mobil itu"kata Dafi


Karena penasaran dengan mobil yang di depan mereka, jadi di dahului mobil tersebut dan melihat ke samping tapi tidak kelihatan orang yang di dalam karena kaca mobil pakai kaca reben,hanya pantulan bayangan mobil mereka yang terlibat.


Yang punya mobil ternyata Siska dan di bawa Dedy yang mereka keluar dari hotel."Dedy mobil siapa itu yang seperti mengikuti mobil kita?"tanya Siska.


"kurang tau saya Bu"jawab Dedy


"ya sudah kamu tinggalkan saja mobil itu, ngebut aja karena aqu mau cepat sampai,kepala qu pusing"kata Siska.


"baik Bu"jawab Dedy.


Mobil pun berjalan dengan ngebut sehingga tidak bisa di kejar Dafi."sweet heart fotokan mobil itu sekarang"perintah Dafi


Nadya mengambil Hp yang di letakkan di sisi mobil dan langsung ke aplikasi kamera untuk mengambil foto mobil tersebut.


"sudah bang nomor plat nya sudah kelihatan, jangan ngebut lagi aqu takut"kata Nadya


Dafi tidak menghiraukan perkataan Nadya, sehingga membuat Nadya strees"Bang.... tolong jangan ngebut jalan mobil nya, aqu takut"kata Nadya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Tapi mobil tetap jalan dengan kecepatan tinggi yang membuat Nadya semakin histeris"aaaaaaaaa pelankan jalannya, aqu takut.hiks...hiks...hiks..."kata Nadya sambil menangis


Dafi baru sadar kalau Nadya dari tadi dia takut, karena dia konsentrasi mau mendahului mobil di depan sehingga tak mendengar perkataan Nadya. Di lihat nya Nadya sudah menangis karena ketakutan, dia memperlambat jalan mobil dan menghentikan mobil mereka di depan pom bensin.


"kamu kenapa?kok menangis?"tanya Dafi penasaran kenapa Nadya menangis.


"aqu takut, jangan ngebut bawa mobilnya"kata Nadya.


Dafi bingung juga dengan sikap istrinya akhirnya berkata"maaf"mengusap air mata di pipi Nadya lalu memeluknya.


"hiks...hiks...hiks...aqu takut bang, karena abang baru sembuh juga.aqu takut terjadi sesuatu dengan kita"kata Nadya lagi


"maaf abang enggak sampai berpikir sampai ke arah itu"kata Dafi


Hening sejenak di dalam mobil, kira kira 15 menit mereka saling berpelukan.

__ADS_1


"kita jalan lagi ya...tapi isi minyak dulu"kata Dafi


"mmmmhhhhh tapi jangan ngebut ingat mama, Nisa dan aqu"kata Nadya


"iya sweet heart, mulai saat ini abang akan ingat pesan mu"kata Dafi


Mereka pun mengisi minyak kendaraan dan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah.


Perjalanan 30 menit mereka sampai ke rumah, dan ternyata Nisa sudah menunggu kedua orang tua nya."mama kenapa lama sekali pulang nya?"tanya Nisa


"maaf tadi mama menemani ayah di kantor karena om Andi pulang nya cepat. jadi ayah kasian kalau di tinggal sendiri"Nadya menjelaskan pada anaknya.


"oh...lain kali kabari ya...ke Hp Oma saja"kata Nisa


"oke lain kali di kabari, princess sudah makan?"tanya


"tadi sudah makan sama oma dan mba marni"jawab Nisa


Nadya menunjukkan bawaan nya ke Nisa.


"mama ada bawa pecel lele, Nisa mau?"tanya Nadya


melihat bungkusan yang di tunjukkan pada dia membuat Nisa penasaran.


"mama bawa pecel lele, Nisa pernah makan?"tanya Nadya


Nisa hanya menggelengkan kepalanya dan penasaran"mama yuk kita buka dan coba pecel lele nya"kata Nisa


"mari kita coba"kata Nadya


Mereka pun ke meja makan untuk mencoba pecel lele bawaan Nadya.


Diambil Nisa satu kotak yang menggunakan stearofom pecel lele bawaan Nadya dan kelihatan mencari sesuatu"ma...kok isinya ayam?mana lele-nya?"tanya Nisa


Nadya tersenyum dengan pertanyaan anaknya dan menjawab"Nisa ini namanya pecel lele, yang isinya nasi uduk,tempe, tahu.untuk lauknya ada ayam,lele, kirain Nisa kurang suka ikan jadi mama pesan pakai ayam aja"Nadya menjelaskan


"oh....tapi ini apa"tanya Nisa lagi


"ini ada sambalnya teman untuk makan pasti enak dan bisa menambah nafsu makan. kalau ini lalapan ada daun kemangi, sayur kol, timun dan tomat." kata Nadya lagi.


"sambal nya enak ma?"tanya Nisa


"coba nya dikit aja dulu, kalau kira kira cocok di lidah dan tidak pedas boleh ambil lagi"kata Nadya sambil menemani Nisa makan.


Bu Nani ke dapur mau mengambil air minum untuk di kamar dan melihat ada Nisa dan Nadya lagi makan."eh...Nisa makan apa kok Oma enggak di ajak?"tanya Bu Nani

__ADS_1


"makan pecel lele, kirain Oma sudah tidur. ada lagi kok oma, ayo kita makan lagi"kata Nisa


Di lihat Bu Nani pecel lele yang lagi di makan cucu nya"seperti nya enak, Oma mau makan juga ah..."kata Bu Nani yang langsung duduk di meja makan.


Setelah mencoba sedikit punya Nisa yang ternyata enak, di ambil nya satu lagi yang baru dan ternyata ada dua lagi"lho ada dua,satu lagi untuk Marni ya Nadya?"kata Bu Nani


"iya ma...tadi pesan 3 untuk bawa pulang"kata Nadya


"kamu enggak mau lagi nih?"tanya Bu Nani


"enggak ma, kasi mba marni aja.Nadya bantuin habiskan punya Nisa aja"kata Nadya


"mama sebelumnya sudah makan, selera aja lihat si princess ini makan.kita bagi dua aja"kata Bu Nani dan langsung membagi dua pecel lele kepunyaan nya.


Setelah membagi dua dan Nadya mengambil dari mertuanya, Bu Nani memangil seseorang"marni...ke sini.."kata Bu Nani


mba marni mendatangi suara yang memanggil dirinya."iya Bu ada apa?"tanya mba Marni


"nih...ada pecel lele dari Nadya, ayo kita makan bersama"kata Bu Nani


"oh...iya Bu, untung saya belum makan"kata mba marni


"pas kalau begitu, rezeki namanya itu"kata Bu Nani


Akhirnya mereka pun makan pecel lele bersama di meja makan, sementara Dafi sudah di kamar menunggu sweet heart ke dalam kamar.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like ...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2