Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 54


__ADS_3

Hari masih menjelang subuh dan masih jam setengah lima, terdengar suara alunan ayat suci Al-Quran dari mesjid. Ini pertanda bahwa azan subuh sebentar lagi berkumandang.


Seperti biasa pak Arif akan ke mesjid melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Dafi sebagai anggota keluarga baru di rumah Nadya, dia juga sudah bangun dan mau bersiap untuk sholat di mesjid dekat rumah. Biasanya di rumah nya dia sudah terbiasa bangun sebelum subuh, tapi untuk sholat di mesjid hanya beberapa kali aja, bisa di hitung dengan jari. Tapi dia tetap sholat subuh hanya saja di rumah saja.


Melihat Dafi sudah rapi memakai baju koko untuk sholat subuh, Nadya tersadar bahwa sudah mau masuk waktu subuh."bang sudah rapi, mau ke mesjid?" tanya Nadya


"iya... enggak enak di kamar terus, segan sama ayah dan mama sweet heart"jawab Dafi


"ya sudah sekalian sama ayah aja"


"iya... Abang pergi dulu, kamu bisa sendiri-,kan?"tanya Dafi


"pergi lah bang, insha Allah bisa"jawab Nadya


Dafi pun keluar kamar tak lupa mangecup kening Nadya. Ternyata pak Arif baru mau buka pintu rumah mereka."Dafi mau ke mesjid juga"tanya pak Arif


"iya pak kita bareng aja"jawab Dafi


"ayo kita jalan, tapi lain kali jangan panggil pak. panggil ayah saja, seperti Nadya.Kamu kan sudah jadi anak saya juga sekarang"kata pak Arif


"iya ayah... masih belum terbiasa"jawab Dafi sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


Mereka pun berjalan bersama menuju mesjid dekat rumah.


Jam 7 pagi keluarga pak Arif makan bersama di rumah, Bu Nilam di bantu mbok Sumi masak nasi uduk dengan sambal teri medan dan telur rebus sambal dan lalapan. Di meja makan sudah tersedia, tentu nya menggugah selera.


Mereka pun bersantap makan bersama, pada saat makan tiba tiba handphone Dafi berbunyi, setelah di lihat ternyata Andi yang telpon.


"maaf...Ayah, mama ada telpon dari Andi. permisi sebentar, biasanya pasti penting kalau dia telpon"kata Dafi permisi pada pak Arif dan Bu Nilam.


Dafi pun ke kamar agar leluasa untuk berbicara.


πŸ“ž Dafi :"Assalamualaikum..."


πŸ“ž Andi:""Wa'alaikum salam, maaf bos jadi mengganggu pengantin baru nih" Andi berbicara sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


πŸ“žDafi :"hhhmmm..., ada apa?" kata Dafi


πŸ“žAndi:"ada masalah penting bos, Bu Siska tadi telpon aqu. Dia marah marah mau ketemu pimpinan, tidak mau dengan perwakilan. Kalau tidak jumpa sama bos dia mau membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan nya".


πŸ“ž Dafi:"tidak bisa kamu handle? mana bisa dia sesuka-nya membatalkan kontrak"kata Dafi dengan nada marah


πŸ“žAndi:"enggak bisa bos, menurut qu ini urgent. Aqu sudah mau sampai kantor. Bu Siska jam 8 mau ke kantor kita. Tolong datang sebentar aja bos, setelah urusan Siska bos pulang aja melanjutkan honeymoon walaupun di rumah saja"kata Andi panjang lebar pada bos-nya.


πŸ“žDafi:"ya udah, aqu siap siap dulu.bilang aqu datang hari ini ke kantor"kata Dafi.


πŸ“ž Andi:"baik bos... Assalamualaikum...."Andi mengucapkan salam sambil menutup pembicaraan.


πŸ“žDafi:"wa'alaikum salam..."menjawab salam.


Setelah menerima telpon, Dafi mau keluar kamar mau meneruskan sarapan paginya. Tapi ternyata Nadya sudah berada di dalam kamar.

__ADS_1


"serius sekali ngobrol-nya bang? telpon dari siapa?"tanya Nadya


"Andi baru telpon, katanya ada masalah di kantor. karena urgent jadi Abang harus turun langsung untuk mengurus-nya"kata Dafi


"oh... begitu?"kata Nadya


"Abang ke kantor dulu ya..."Dafi meminta izin pada Nadya


"tapi aqu hari ini aqu mau terapi, jadi bagaimana?"kata Nadya sambil memainkan tangannya.


Ternyata Dafi lupa kalau hari ini adalah jadwal terapi dan kontrol istri nya."bagaimana ini? baru juga satu hari kami menikah, kenapa aqu bisa lupa.kata Dafi dalam hati.


"Astaghfirullah hal'azim... maaf sweet heart, Abang lupa.bagaimana kalau pulang Abang dari kantor kita ke rumah sakit terapi?"Dafi memberi usul pada Nadya.


"emang nya jam berapa Abang pulang?"tanya Nadya


"nanti Abang telpon,kamu tunggu di rumah aja ya..."kata Dafi.


"ya sudah, jangan lama lama ya..."jawab Nadya


"kenapa??? kalau lama lama kamu kangen ya?"tanya Dafi mendekati dan dengan cepat mencium bibir Nadya. Mereka pun berciuman lama, Nadya memejamkan mata dan menikmati ciuman dari Dafi. Dan tiba tiba Dafi melepaskan ciumannya sehingga membuat membuka mata dan terdiam sambil tersenyum.


"nanti malam kita lanjutkan lagi yah..."Dafi membisikkan ke telinga Nadya.


Mendengar bisikan itu pipi Nadya menjadi merah merona.


"Abang pergi sebentar ya?" kata Dafi.


Dia pun langsung mengganti baju dan pergi ke kantor, tak lupa dia berpamitan dengan pak Arif dan Bu Nilam.


Memasuki area baseman parkir kantor nya, Dafi memarkirkan mobilnya. Setelah itu dia keluar, di lihat nya tak jauh dari mobil nya ada sebuah mobil yang sepertinya dia pernah melihat."seperti nya aqu pernah lihat mobil ini?tapi di mana ya???"kata Dafi dalam hati sambil berjalan dan melihat mobil tersebut.


"ah... mungkin aqu salah lihat, mobil seperti itu banyak"kata Dafi dalam hati.


Sambil berjalan dia berhenti sejenak dan memfoto mobil tersebut dari depan dan tak lupa plat mobil juga kelihatan di foto.


Setelah itu dia menuju ruangan-nya, ternyata di dalam ruangan sudah ada Siska menunggu. Tentu nya Andi juga ada di dalam ruangan tersebut.


"pak Dafi apa kabar?"tanya Siska berbasa-basi


Sementara itu Dafi mendengar pertanyaan Siska hanya diam dan duduk berhadapan di sofa yang mereka duduki.


"ada masalah apa Bu Siska? bukankah proyek pembangunan kita itu berjalan dengan lancar, tidak ada kendala apapun?"Dafi bertanya kembali kepada Siska.


"iya proyek kita berjalan dengan lancar,tapi apakah kita sebagai pimpinan perusahaan tidak bisa bertemu? mana tau ada sesuatu yang penting?"tanya Siska pada Dafi.


"oh... kalau ada masalah, ada ide baru, nanti Andi atau saya langsung yang hubungi ibu"kata Dafi


"oke kalau begitu, saya kemari juga mau ketemu bapak. Sudah lama tak jumpa, jadi saya ada rasa RINDU pada pak Dafi" kata Siska berterus-terang pada Dafi.


Mendengar perkataan RINDU membuat Dafi mau marah, ingin rasanya dia mengusir Siska langsung. Melihat Dafi yang sudah mau marah, Andi berinisiatif untuk nyeletuk kata dari Siska.


"aduh Bu Siska... kalau RINDU sama saya aja ..Pak Dafi di RINDU-kan nanti ada marah, mendingan sama saya aja"kata Andi untuk meredam suasana.

__ADS_1


"Maaf saya tidak bicara sama kamu, mengerti?"kata Siska dengan ketus pada Andi.


Mendengar perkataan Siska membuat Dafi marah karena seenaknya saja bicara seperti itu kepada Andi sahabat nya.


"Bu Siska... masih ada keperluan lain? tolong hormati kami berdua di sini, kalau Bu Siska meremehkan teman saya Andi, itu sama saja meremehkan saya juga"kata Dafi


"Tapi saya juga tidak pernah mau bicara sama dia"jawab Siska.


"oh... kalau begitu, sebaiknya ibu sudah bisa keluar dari ruangan ini karena pembicaraan kita sudah selesai. Kalau ada segala sesuatu hal mengenai pekerjaan kita, ibu bisa menghubungi kami lagi melalui sekertaris kantor"kata Dafi


"Bapak mengusir saya???"kata Siska tidak percaya.


"saya lakukan ini agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, karena kalau sudah emosi bisa saja saya berbuat yang tidak di inginkan. Dari pada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, lebih baik ibu KELUAR dari sini"kata Dafi dengan suara kuat dan lantang.


Mendengar suara Dafi kuat dan bergetar, membuat Siska takut dan kan keluar dari kantor dengan bergegas lari.


"Sabar...tenang... jangan emosi...bos, ini minum air putih dulu biar tenang"Andi menenangkan Dafi sambil memberikan botol air mineral yang tersedia di meja kantor Dafi.


Dafi pun duduk tenang, setelah minum dia menarik nafas panjang."Andi... bagaimana keadaan kantor? maaf akhir akhir ini aqu kurang konsentrasi dengan kantor"tanya Dafi


"aman dan terkendali bos, nanti kalau ada sesuatu hal, aqu kabari"jawab Andi.


"oke lah...aqu mau ke rumah sakit, jadwal terapi Nadya"kata Dafi


"pulang lah bos, lagian kasian Nadya baru sehari menikah sudah di tinggal kerja"kata Andi.


Dafi pun keluar dari ruangan nya, tapi baru tiga langkah dia kembali lagi dan menemui Andi. Melihat Dafi kembali membuat Andi heran dan mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Dafi seperti itu."ada yang ketinggalan bos"tanya Andi.


"Tadi pagi pas waktu parkir, aqu ada melihat mobil parkir di bawah. Tapi pas lihat mobil itu aqu kok seperti curiga, pernah lihat tapi dimana?jadi qu foto aja tadi"kata Dafi


"ya sudah bos, kirim aja foto nya. nanti qu periksa atau kalau perlu aqu ke bagian CCTV melihat kembali mobil itu"kata Andi.


"oke nih...aqu kirim gambar nya, nanti kamu lihat ya..."pesan Dafi.


"siap bos"jawab Andi sambil bersikap tegak seperti tentara.


Melihat tingkah sahabatnya itu Dafi pun tertawa sambil berjalan keluar menuju mobilnya. Waktu di parkiran di lihat sekeliling tempat mobil tadi parkir, ternyata sudah tidak ada. Dia pun menyalakan mobil dan menuju rumah untuk menjemput Nadya untuk terapi.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


vote... vote... vote...


like... like... like...


komentar yang membangun


add favorit....


Dan Share ya....

__ADS_1


Terima kasih


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2