Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.191


__ADS_3

Pagi ha.ri jam 07:00 ruang inap Nadya di rawat ternyata Dafi sudah bangun membuat teh hangat untuk dirinya dan istri tercinta. Aroma teh melati hangat yang menggugah selera untuk menikmati nya.


"bang...buat teh aroma melati?"tanya Nadya


"mmmhhh...mau ?"tanya Dafi pada istrinya.


"mau lah... aroma nya menggoda gitu kok enggak mau?"kata Nadya.


Teh hangat aroma melati sangat banyak manfaatnya seperti kaya antioksidan,baik untuk diet, menjaga kesehatan mulut dan masih banyak manfaat lainnya.


Teh hangat yang sudah selesai lalu di bawakan secangkir untuk sweet heart tercinta."ini teh hangat nya"kata Dafi.


"terima kasih bang"kata Nadya.


Lalu dia pun makan roti tawar di temani teh manis hangat.


"sstttt..pas manis dan hangat nya, ternyata Abang bisa juga buat teh manis"kata Nadya.


Dafi yang juga lagi duduk di sebelah Nadya untuk minum teh hangat."kamu... meragukan buatan suami tercinta?"tanya Dafi.


"ya... karena enggak pernah qu lihat"jawab Nadya


"di rumah sudah ada mba marni...di kantor ada OB, tapi kalau seperti ini ya bisa di andalkan "kata Dafi.


"iya...iya...aqu percaya "kata Nadya.


Sepasang suami istri itu pun menikmati sarapan pagi berdua, belum ada yang datang untuk menjenguk. Tapi sebentar lagi baby boy akan datang untuk sarapan ASI mamanya.


Tok...tok...tok...


"Permisi...baby nya rindu sama mamanya"kata perawat.


Mendengar anaknya datang maka Nadya pun sudah tidak sabar untuk menggendong baby boy tersebut."mana baby boy mama..."kata Nadya mendengar suara perawat.


Perawat memberikan baby boy ada Nadya "ibu... setengah jam lagi kami jemput ya...,"kata perawat.


"baik suster..."jawab Nadya.


"oke...saya tinggal ya Bu"kata perawat sambil keluar.


Nadya pun memberikan ASI nya pada bayi nya yang berada di pangkuan."anak mama...baik Budi kan... sekarang minum ASI ya..."kata Nadya.


Baby boy tersebut terlihat memang lapar,itu kelihatan saat jari Nadya di letakkan di dekat mulut, bayi tersebut mencari keberadaan susu."ayo... sayang kita minum ASI ya..."kata Nadya pada baby boy


Dafi memperhatikan interaksi antara ibu dan anak itu, terharu melihat malaikat kecil ada di pangkuan istrinya."lihat tu nak...papa lihati kita terus"kata Nadya sementara reaksi bayi hanya sibuk dengan ASI mamanya.


"baby boy seperti nya mirip siapa ya..."tanya Dafi.


"ya... mirip kita lah bang... perpaduan antara mama dan papanya"kata Nadya.


"masa sih..."kata Dafi.


"kalau enggak percaya nanti tanya sama mama"kata Nadya.


"mmmhhh..."jawab Dafi.


Setelah selesai memberikan ASI pada baby boy,tak berapa lama perawat datang untuk menjemput dan langsung membawa ke ruang bayi lagi.

__ADS_1


"abang mandi dulu, mumpung sepi ya..."kata Dafi


"ya...tapi pakai baju di toilet"Nadya mengingatkan karena pintu ruang tak pernah di kunci.


tok...tok...tok...


"Assalamualaikum..."suara dari luar dan masuk ke dalam kamar Nadya.


"wa'alaikum salam... masuk saja"jawab Nadya.


Ternyata mereka kedatangan sepasang suami istri untuk menjenguk Nadya.


"eh...Bu Siska ya..."kata Nadya


"iya...lupa?"tanya Siska mengakrabkan diri.


"maaf...kita hanya beberapa kali bertemu jadi belum terlalu ingat, mungkin karena memori sudah mau penuh"kata Nadya.


Dafi yang di toilet mendengar seperti ada yang datang,lalu dia cepat cepat keluar. Dan di lihatnya ada Dedy dan Siska yang lagi menjenguk istrinya.


"Pak Dedy dan Bu Siska..."kata Dafi.


"kami ke sini mau lihat baby yang baru launching "kata Siska.


"oh...maaf...lagi di ruang bayi,baru saja di bawa suster "kata Nadya.


"yah...kami telat dong"kata Siska.


Dafi mengajak Dedy untuk duduk di sofa sementara Siska bersama Nadya.


"laki laki Bu..."jawab Nadya.


"wah ...baby boy... papanya pasti senang sekali "kata Siska


"ya... begitu lah...apa lagi kan jadinya sepasang Bu"kata Nadya.


Siska melihat kebahagiaan di wajah Nadya, dia jadi malu kalau ingat masa lalu yang berambisi untuk mendapatkan Dafi saat itu.


"Nadya... sebelumnya saya minta maaf atas kesalahan masa lalu pada kalian"kata Siska.


"ah...ibu bicara apa... enggak ada yang harus di maafkan "kata Nadya polos dan tidak mengetahui apa maksud dari Siska.


Bingung menjelaskan pada Nadya tapi Siska yang mau menjenguk sekaligus minta maaf.


"ya...saya banyak salah dengan kamu...jadi saya minta maaf..."kata Siska


Nadya yang bingung dengan tingkah Siska akhirnya mengikuti apa yang di inginkan.


"ya... Bu...saya pun minta maaf kalau ada kesalahan di sengaja maupun tidak "kata Nadya.


"ya...sama sama"kata Siska yang langsung memeluk Nadya.


Mereka berdua pun saling berpelukan erat seperti sahabat yang sudah lama kenal.


"Nadya pasti bingung dengan perlakuan Siska"kata Dafi dalam hati sambil melihat mereka berdua.


Para suami yang melihat hanya membiarkan saja tapi mereka melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"pak Dafi...kami mohon maaf ya... kesalahan di masa lalu "kata Dedy.


"sudah lah... jangan di ingat lagi, lagian saya enggak pernah cerita sama Nadya...jadi mungkin dia tidak mengerti maksud Bu Siska "kata Dafi.


Dedy tertegun mendengar perkataan Dafi,bisa menyimpan rahasia dari istri nya."terima kasih pak...insha Allah Siska sudah berubah dan tidak akan melakukan hal tersebut "kata Dedy.


"ya...saya percaya,apa lagi setelah dengan pak Dedy banyak perubahan pada Bu Siska "kata Dafi.


"semoga saja pak."kata Dedy.


Hampir satu jam Dedy dan Siska berkunjung,jadi mereka pun pamit dan mau pulang ke rumah."kami pamit dulu"kata Siska.


"kok buru buru ?"kata Nadya.


"masih ada yang mau di kerjakan "kata Siska.


"ya Bu... kalau begitu "kata Nadya.


"oh...ya... selamat atas kelahiran putra nya semoga jadi anak Soleh "kata Dedy


"A...min... semoga Bu Siska menyusul secepatnya "kata Dafi.


"Alhamdulillah... sudah... do'akan lancar lancar."kata Dedy sementara Siska tersipu malu.


"Alhamdulillah... kalau begitu,jadi anak kita bisa sebaya, enggak sampai satu tahun jaraknya "kata Dafi.


"A...min... mudah mudahan , kalau begitu kami pamit dulu "kata Dedy.


Sepeninggalan Dedy dan Siska tinggal berdua kembali mereka. Nadya yang sudah bosan hanya di kamar saja."bang...coba tanya pada dokter, apakah kita sudah bisa pulang?"kata Nadya.


"sabar... sebentar lagi dokter juga datang "kata Dafi.


"aqu sudah bosan hanya berada di sini "kata Nadya.


"oh... kalau begitu kita jalan ke taman rumah sakit,tu dekat dengan kamar kita."ajak Dafi.


Nadya yang masih berpikir dengan ajakan suami nya."ayo lah... nanti kita sekalian lihat jagoan di ruang bayi "kata Dafi pada istrinya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2