
Andi membawa Mila dengan kendaraan sepeda motor,memang ini adalah kendaraan yang sehari hari dia bawa.
Andi yang bekerja dengan Dafi dari awal,gaji yang di berikan bos sekaligus sahabatnya itu sebenarnya banyak,bahkan bisa untuk membeli rumah dan mobil untuk saat ini.
Tapi itu tidak di lakukan Andi sebab dia suka dengan hidup sederhana,bisa menerima nya apa adanya.
Dalam perjalanan Andi mengajak Mila untuk makan malam terlebih dahulu. Bingung juga mau mengajak kemana."rumah makan Padang? kalau malam hari mana enak"kata Andi dalam hati.
Berpikir mencari tempat yang cocok, akhirnya dia dapat ide."lebih baik ke warung seafood saja"kata Andi dalam hati. Lalu dia pun membelokkan kendaraan ke warung seafood.
Sampai di tempat tujuan mereka berdua masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang nyaman. Tidak di pojokan kali tapi di tengah tengah saja dan duduk saling berhadapan.
Belum sempat sepakat mau pesan apa tapi pelayan sudah datang menanyakan pada mereka berdua."mas dan mba mau pesan apa?"tanya pelayan.
"apa ya...kami baru duduk, tinggalkan saja menu. nanti kami panggil"jawab Andi.
"baik mas, permisi"jawab pelayan.
Mila mengambil buku menu yang di berikan, begitu juga Andi."Pesan apa kita Mila?"tanya Andi.
"apa ya...?"jawab Mila yang masih melihat lihat menu.
"mmmhhh kalau ikan bakar mau?"usul Andi.
"boleh juga... udang goreng enak juga bang"kata Mila.
"ya sudah...ikan Nila bakar dan udang goreng"kata Andi.
"sayuran nya?"kata Mila yang biasa pakai sayur kalau makan.
"di sini biasanya sayuran,lalapan dan teh manis dingin atau hangat sudah tersedia"jawab Andi.
"oh... gitu ya..."kata Mila sambil melihat di sekeliling yang makan di sana.
Makanan pun di pesan, yang datang terlebih dahulu adalah minuman. Terserah teh hangat atau dingin dan air putih biasa sudah ada di atas meja."minuman aja nih bang?"tanya Mila.
"sabar...tu sayuran, lalapan dan sambal sudah datang"kata Andi.
Mila melihat pelayan memang ke tempat duduk mereka membawakan apa yang di katakan Andi."nasi dan lauk nya yang belum"kata Mila.
"iya... sabar, sudah lapar?"tanya Andi.
"bukan begitu bang... sudah azan isya"jawab Mila.
Andi melihat jam di HP yang memang sudah mau jam delapan."kamu takut di marahi?"tanya Andi.
"bukan begitu bang... enggak enak aja"jawab Mila.
"kamu jarang keluar malam?",tanya Andi.
"iiiya... begitu lah, keluar malam mau ngapain coba? kalau enggak ada keperluan ya di rumah "kata Mila.
"oh... seperti itu..."kata Andi.
Makanan yang di pesan mereka berdua akhirnya datang juga, sudah lengkap tersedia di atas meja. Mila melihat nya karena banyak aneka ragam di atas meja."pesanan kita hanya dua tapi temannya banyak juga ya .."kata Mila.
"memang seperti itu di sini,selain lalapan ada sayur nangka muda,terong goreng, sambil terasi,sambal kecap"kata Andi.
__ADS_1
"iya...jadi bingung makan nya"jawab Mila polos.
Andi melihat Mila yang kebingungan jadi lucu."ini orang jarang juga makan di tempat seperti ini "kata Andi dalam hati.
"ya sudah...kita makan sekarang,biar cepat pulang ke rumah "kata Andi.
Mila tidak menjawab hanya mengangguk dan tersenyum."aduh... menggoda sekali makanan di meja ini,jangan malu malu Mila... sayang kalau tidak di makan"kata Mila dalam hati.
Sementara Andi mengambil nasi terlebih dahulu karena melihat Mila yang ragu."Mila... jangan di lihat aja,ayo di makan. mubazir kalau tidak habis."kata Andi.
"iya...bang..."jawab Mila.
Mereka berdua pun makan bersama,Mila yang memang selera melihat menu di atas meja pun makan seperti biasa. Ikan nila yang satu ekor mereka makan bersama, begitu juga udang goreng yang di pesan.
Selesai makan Mila melihat makanan di atas meja ternyata sudah tidak ada yang bersisa."Alhamdulillah...habis semua, tidak mubazir"kata Andi.
"Alhamdulillah... dari pada di buang kan sayang."kata Mila.
Sepuluh menit setelah makan Andi membayar ke kasir."sudah jam berapa Mila?"tanya Andi.
"hampir jam sembilan"jawab Mila.
"ya sudah...kita jalan, kalau kencang pegangan"pesan Andi.
Memang waktu di bonceng tadi Mila enggak pernah memegang pinggang Andi, dia jaga jarak. Tapi karena sudah malam jadi Andi berpesan seperti itu.
Memakan waktu lima belas menit, sampai lah di rumah Mila. Terlihat rumah Mila yang sederhana dengan halaman yang luas. Ada pohon rambutan yang rindang di samping rumah."Alhamdulillah... sudah sampai"kata Mila.
Andi pun turun memarkirkan motor nya sehingga Mila jadi bingung."lho...abang ikut turun?"tanya Mila.
"oh... gitu ya...ya sudah masuk aja dulu",kata Mila enggak mengerti maksudnya Andi.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan di dalam terdengar suara orang yang seperti nya lagi ngumpul.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..."
Mila mengetuk pintu dan mengucap salam.
"Wa'alaikum salam..."Dari dalam rumah banyak orang membalas salam Mila.
Yang membukakan pintu ternyata kakak ipar Mila."eh...Mila sudah pulang?"
"eh... kakak kapan datang? tanya Mila
"jam tiga sore tadi...itu abang mu nungguin kamu dari tadi"kata kakak ipar.
Mila masuk ke rumah dan Andi hanya di depan pintu,tiba tiba Abang Mila dari dalam keluar melihat tamu yang datang."eh... teman kamu, masuk aja dulu"kata kakak ipar.
Mila yang melihat abang nya ikut nimbrung jadi sedikit takut."aduh...bang kenapa ikut nimbrung, jadi banyak pertanyaan ini"kata Mila dalam hati.
Andi yang sebenarnya tidak mau masuk tapi karena di tawarkan jadi dia pun masuk ke dalam. Abang Mila melihat ada teman laki laki adiknya, dia pun duduk di kursi dengan Andi.
"Mila...kamu buat minum"kata Agung abangnya Mila.
"baik bang..."jawab Mila dan masuk ke dalam dengan kakak iparnya.
__ADS_1
Agung melihat ke arah teman adiknya dari atas sampai bawah dan Andi pun dengan sopan memperkenalkan diri.
"saya Andi bang..."memperkenalkan sambil mengulurkan tangannya.
"Agung..."jawab abang Mila.
Karena penasaran maka Agung bertanya pada Andi."temannya Mila?"tanya Agung.
"iya...bang..."jawab Andi.
"enggak lebih?"tanya agung lagi.
"mau nya lebih bang tapi saya belum menanyakan pada Mila"jawab Andi.
"lho... kenapa belum di tanyakan? takut dia tolak?"tanya agung lagi.
"bukan begitu bang... tapi..."jawab Andi.
"tapi apa ?"tanya agung
Belum di jawab tiba tiba ada seseorang yang datang.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam..."jawab agung dan Andi.
Ternyata ayah Mila pulang dan membawa bungkusan dari tetangga yang hajatan kenduri."eh...ada tamu ternyata"kata ayah
"iya ayah... calon nya Mila"kata agung.
Mila yang tidak mengetahui apa yang terjadi datang membawa minuman yang di pesan abangnya. Ayah jadi melihat ke arah Mila dan bertanya. "Mila...kata agung ini calon kamu ya...?"
"apa...?"kata Mila seperti tak percaya mendengar nya.
Sementara Andi yang seperti terdakwa hanya diam dan melihat ke arah Mila, begitu juga agung yang melihat ke arah adiknya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like... like...
add favorit...
vote... vote...vote...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1