Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.196


__ADS_3

Alhamdulillah... akhirnya Mila menerima ta'aruf yang Andi inginkan,tapi walaupun begitu ada syarat khusus dari ayah yang akan di utarakan. Bagaimana pun Andi harus mengikuti syarat yang di ajukan, apa lagi Mila mau menerima, bagaimana pun syarat itu harus di lakukan sebisa mungkin.


Ayah yang memperhatikan Andi dari ujung kaki sampai ujung kepala setelah itu melihat ke arah anak gadisnya.


"Andi...tadi kamu sholat isya berjamaah di mesjid, apakah itu setiap hari kamu lakukan?"


Menarik nafas panjang Andi dengan santai menjawab."sebisa nya saya sholat berjamaah di mesjid pak"


"jadi hari ini kamu sholat apa saja di mesjid?"


"mmmhhh... sholat isya saja pak"dengan pelan Andi menjawab karena hanya sholat isya saja yang di lakukan berjamaah.


Ayah tidak marah dengan jawaban Andi tapi dia menanyakan yang lain.


"kalau sholat lima waktu hari ini ada yang tinggal?"


Andi berpikir sejenak mengingat kegiatan nya hari ini."seperti nya yang sulit menaklukkan hati ayahnya, kirain pertanyaan yang bagaimana ternyata tentang shalat"kata Andi dalam hati.


"Alhamdulillah...semua saya laksanakan pak".


"Alhamdulillah... sebagai seorang laki laki kita di anjurkan untuk sholat berjamaah di mesjid, usahakan sebisa mungkin walaupun begitu banyak pekerjaan. Apakah di kantor tidak ada waktu istirahat?"


"ada kok pak, jam dua belas sampai jam satu"


"panjang itu waktunya jadi bisa kamu laksanakan,jadi syarat dari saya selama satu bulan ini. Apakah kamu bisa melaksanakan nya?"


Ayah berkata serius sehingga orang yang ada di ruangan diam semua,apa lagi Mila dia hanya menunduk.


Andi yang juga serius melihat ke arah ayah dan menjawab dengan tegas."insha Allah saya bisa melaksanakan nya pak"


"Alhamdulillah...tapi harus di mesjid atau musholla,bukan di kantor bersama teman. bukannya sholat kita jauh semakin banyak pahala nya"


"iya pak...insha Allah saya akan laksanakan"


Pemikiran Andi syarat dari ayah Mila adalah harus sudah ada rumah yang di sediakan atau kendaraan yang layak untuk anaknya ataupun juga menanyakan uang pegangan yang ada atas namanya.


Tapi yang di tanyakan adalah tentang sholat, mungkin sebagai seorang imam harus terbiasa melakukan itu agar tanggung jawab dengan keluarga bisa di atasi.


"Alhamdulillah... kalau kamu sanggup melaksanakan jadi kamu harus buktikan kepada saya"


"baik pak...tapi bagaimana cara membuktikan nya?"


"ada seseorang yang setiap saat mengikuti mu tanpa kamu ketahui tapi bisa juga kirim gambar dengan Mila tapi yang pasti kamu harus jujur dan melaksanakan nya"


Ayah Mila dengan percaya diri mengatakan kepada Andi tapi Mila sendiri pun tidak tau siapa orang yang mengikuti Andi.


"baik pak... apakah ada syarat selanjutnya?"


Ayah hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Andi karena tidak ada syarat lain yang mau di berikan tapi ayah tidak mau Andi dan Mila mengetahui hal itu.


"itu saja dulu syarat yang saya berikan setelah selesai yang pertama nanti menyusul dua syarat lagi"


Andi hanya mendengarkan ucapan dari ayah Mila."ada dua syarat lagi? ya sudah di jalani saja dulu"kata Andi dalam hati.


Teh hangat yang di buat Mila belum juga di minum oleh Andi karena konsentrasi pada syarat yang di berikan.

__ADS_1


"Minum teh nya... keburu dingin" ayah juga minum teh di depan nya.


"iya pak"Andi juga ikut minum


"Andi...tadi ke sini apakah orang tua kamu mengetahui hal ini?"


Dengan sedikit terkejut pertanyaan dari ayah karena menanyakan hal tersebut.


"tadi saya sudah bicarakan hal ini pada orang tua karena minta doa restu, dan..."terputus perkataan Andi karena malu.


"kenapa...?"ayah yang penasaran.


"mmmhhh...mamak saya minta ikut katanya mau berkenalan tapi saya takut terlambat datang ke sini karena perjanjian ba'da isya "


"oh... begitu..."


Mila tersenyum mendengar perkataan Andi mereka berdua saling curi pandang, ada mama Mila juga di sana karena ayah seperti nya tidak ada yang serius lagi maka mama Mila pun ikut bicara.


"aduh... kenapa orang tua mu tidak menyusul saja...kan kami bisa berkenalan "


Sekarang mama Mila yang antusias untuk berkenalan dengan orang tua Andi.


"iya Bu...insha Allah saya akan bawa ke sini...tapi saya selesaikan dulu syarat dari bapak dulu, takut nya mamak saya nanti terlalu banyak berharap sementara saya masih menyelesaikan syarat."


Andi yang mengungkapkan isi hatinya.


Mama Mila melihat ke arah suaminya yang memberikan syarat.


"ya sudah... setelah selesai syarat pertama...bawa saja orang tua Andi,biar ibu bisa berkenalan. Boleh kan ayah..."


"hhhmmm..."


"Alhamdulillah... berarti bulan depan boleh kami berkenalan "


mama yang semangat ingin berkenalan dengan calon besan.


"baik Bu..."


Andi melihat ke arah mama mila yang antusias.


Ayah melihat ke arah Mila dan Andi ,dia pun memberikan kesempatan untuk mereka berdua ngobrol lalu melihat ke arah jam dinding.


"sepertinya saya dan ibu mau ke dalam, kalian boleh ngobrol berdua tapi hanya dua puluh menit saja"


Ayah Mila pun ke dalam mengajak istrinya juga masuk jadi tinggal Mila dan Andi di ruang tamu, tapi duduk yang berjauhan.


Andi melihat ke arah Mila yang tersenyum, ingin rasanya mencubit pipi yang merah merona itu.


"Mila...masa kita duduk nya berjauhan begini..."


"abang saja yang pindah duduk nya"


Mila yang malas beranjak pergi dari kursi nya jadi Andi lah yang pindah kursi, duduk mereka pun berseberangan.


"boleh abang tanya?"

__ADS_1


"mau tanya apa?"


"tadi ada syarat dari ayah mu, apakah kamu juga ada syarat untuk jadi calon imam mu?"


Mila berpikir sejenak karena syarat dari ayah juga sudah mewakili,jadi untuk apa menambah beban pada Andi.


"itu saja syarat nya bang, yang penting ayah memberikan restu"


"syukur lah kalau begitu... besok kamu ada waktu?"


"maksudnya? waktu apa?"


"besok minggu...aqu mau ngajak kamu jalan sekalian cari kambing untuk aqiqah anak Dafi"


"mau cari kemana? di sini juga ada kalau kambing "


"abang juga bingung mau cari kemana, di sini ada kambing?


Andi bertanya kembali seperti tak percaya, kalau ada di sini ngapain cari di tempat lain.


"iya... ayah ada ternak kambing di belakang rumah, nanti tanya aja langsung dengan yang punya"


"Alhamdulillah... enggak perlu cari jauh jauh, tapi kita besok tetap bisa keluar ya..."


"mau ke mana?"


Mila yang penasaran dengan calon imamnya itu yang sibuk mengajak nya pergi keluar.


"mmmhhh...ada seseorang yang mau qu kenalkan pada mu"


"siapa bang?"


"mamak qu...dia sudah tak sabar mau berkenalan dengan calon mantu nya"


Menarik nafas panjang karena sedikit takut bertemu dengan calon mertua.


"aduh... bagaimana ini? bertemu dengan calon mertua?"


Mila yang sedikit takut bertemu dengan calon mertua karena biasanya di dengar mertua yang menyeramkan.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote...vote...vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2