
"jangan sampai tak menemukan jejak"kata Dafi dalam hati karena banyak orang di dalam mall.
Sementara Andi dan Mila yang baru masuk mall setelah shalat di mesjid, mereka mencari tempat makan yang menunya lengkap. Andi mengajak makan di es Doger cafe.
Di sana tersedia banyak menu pilihan ,mau yang mana menurut selera.
"kita ke makan dulu baru pulang?"
"ya...tapi jangan lama lama."
"baik..."Andi ke bagian kasir untuk memilih menu karena di tempat tersebut langsung bayar baru dapat makanan.
Di lihat nya Mila yang ternyata di sebelah."mau pilih apa?"
Yang di tanya ternyata masih melihat menu di daftar yang ternyata banyak pilihan , sehingga membuat dia bingung.
"apa ya... banyak sekali.."
"nasi atau mie dengan banyak pilihan?"
"enggak mau nasi...mie goreng Aceh dan minumnya just terong."
Andi yang sebenarnya juga bingung mau pilih yang mana tapi dia berpura biasa saja."mie Aceh dua ,just terong dan cofee late masing masing satu."
Setelah itu membayar lalu mencari tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk jadi dari luar bisa melihat mereka di sana.
Dafi yang mencari mereka berjalan melihat kanan dan kiri,pas di depan es Doger dia melihat sosok sahabat nya yang lagi duduk berhadapan dengan orang yang dia kenal juga.
Masuk ke dalam tanpa di sadari Andi dan juga Mila yang lagi ngobrol.
"di sini ternyata kalian berdua"
Dafi berdiri di samping mereka berdua, sehingga membuat sedikit terkejut.
Melihat sosok Dafi membuat Andi dan Mila saling berhadapan melihat."aduh...kok seperti terciduk begini?" Andi bicara dalam hati.
"Bos...di sini juga?"tanya Andi sedikit gugup dan Dafi duduk di sebelah sahabat nya itu.
"kalian ngapain pakai baju cople berdua? pulang undangan?" tanya Dafi tanpa menjawab pertanyaan Andi dan mempertahankan mereka berdua secara bergantian.
"tadi lihat lihat baju bos, ada baju yang kami suka"Andi mencari alasan sementara Mila diam saja menyerahkan kepada Andi untuk menjawab.
"Tapi Ndi... setelah qu perhatikan,kalian cocok juga... tunggu apa lagi...?
"do'akan saja bos... mudah mudahan berlanjut."
Dafi hanya diam melihat sahabatnya itu lagi jalan dengan sahabat istrinya Nadya.
Karena tidak enak hati jadi Mila pun bertanya pada Dafi.
"pak...Nadya enggak ikut?"
Mendengar pertanyaan Mila barusan membuat Andi sadar kalau Nadya yang membawa belanjaan mereka.
"Astaghfirullah hal'azim...aqu lupa... Nadya tadi qu tinggal karena mengejar kalian berdua, tadi waktu kami belanja baju katanya melihat kalian berdua tapi dia kehilangan jejak."
__ADS_1
"ampun bos...sama istri sendiri bisa lupa, ke sini saja biar kita makan bersama "ajak Andi
Dafi melihat ke arah jam di HP dan dia juga sudah makan bersama istri nya,. karena sudah malam dan kasihan arkan yang di tinggal sudah beberapa jam.
"enggak bisa kali ini, lain kali saja, lagian Nadya sudah beberapa jam keluar kasian arkan di rumah."
"iya juga bos kasihan si kecil "
"kalau begitu aqu duluan, tapi besok kamu hutang penjelasan dengan qu ya Ndi..."
kata Dafi melihat ke arah Andi.
Menelan Slavina melihat bosnya yang minta penjelasan pada dirinya.
"baik bos...besok kan?"
"titip salam untuk Nadya pak..."kata Mila.
"insha Allah... selamat menikmati."
Dafi berlalu keluar tempat makan es Doger, setelah Dafi keluar makanan pesanan mereka pun datang.
Makanan di depan mata terlihat menggugah selera,Mila sengaja makan seperti biasa biar terbiasa.
"mie aceh nya tadi pesan yang spesial tapi ini masih ada yang kurang."
Andi yang tidak pernah makan melihat mie di depan matanya.
"apa nya yang kurang?"
"pasti abang enggak pernah beli yang spesial atau belum pernah makan?"
jawab Andi ragu karena memang belum pernah makan mie di depan matanya.
"biasanya ada kepiting nya tapi ini enggak ada."
"oh... kepiting? enggak ada juga enggak apa-apa,makan kepiting itu repot. sudah itu kalau kepiting batu kan keras... makin susah makannya."
"tapi enak lho bang...lain kali kita makan seafood tumpah ya..."
"boleh..."jawab Andi yang lagi menikmati mie di depan matanya.
Mereka berdua menikmati makanan mie di depan matanya, mereka sudah tidak begitu canggung lagi dan belajar mengenal satu dan lainnya.
Sementara Nadya di lantai dasar yang tidak melihat suaminya,jadi dia duduk kembali di restoran cepat saji. Sambil menikmati minuman yang baru dia pesan.
Dafi yang punya feeling istrinya kembali ke tempat makan tadi,. jadi dia ke sana.
Melihat istrinya yang lagi duduk minum orange just tanpa es tentunya.
Senyum melihat istrinya lalu dia pun mendekati.
"bang... bagaimana? ketemu ?"
Dafi enggak mau menjawab sebenarnya karena dia masih mau menanyakan sama Andi besok di kantor.
__ADS_1
"enggak jumpa... besok saja abang tanya pada Andi."
"oh... gitu ya... padahal aqu yakin kalau itu Mila dan bang Andi "
"sudah malam...kita pulang saja, kasihan arkan dan Nisa sudah menunggu ayam kesukaan nya."
"ya sudah...ini bawakan trolly nya."
Nadya menyerahkan trolly pada suaminya dan mereka jalan berdampingan.
Sambil berjalan mereka di datangi SPG parfum tentu menawarkan produk mereka.
"mas...ini ada parfum yang cocok wanginya untuk seperti mas"
Dafi yang tidak begitu tertarik karena masih ada stok di rumah tapi Nadya yang parfum nya sudah mau habis.
"ada yang promo mba..."
"oh...ada Bu...ini dia..."kata SPG parfum menunjukkan produk nya kepada Nadya tapi matanya dari awal melihat ke arah Dafi.
"bang...mana yang wanginya untuk qu?"
Mengambil parfum di tangan istrinya untuk mencium mana yang cocok untuk Nadya, tapi si SPG malah memberikan yang lain kepada Dafi sambil memegang tangan Dafi.
Nadya tidak menyadari nya karena fokus ke parfum, Dafi menarik nafas panjang melihat tingkah SPG kepadanya sehingga membuat mood nya hilang seketika itu juga.
Bukannya mencium harum parfum malah memegang tangan istrinya untuk pergi dari situ."enggak ada yang pas untuk mu... sebaiknya kita pulang saja"kata Dafi meletakkan parfum di meja etalase dan memegang tangan istrinya untuk pergi dari situ lalu mengambil trolly yang di samping mereka.
"aduh... abang kenapa? kok langsung pergi? aqu mau beli parfum..." Nadya kesal pada suaminya.
"di tempat lain saja sweet heart...kamu mau suami mu ini di goda?"
Mengerutkan kening mendengar perkataan suaminya."apa maksudnya?"kata Nadya dalam hati tapi dia tetap menanyakan pada Dafi.
"maksudnya apa sih bang?"
"nanti di jelaskan, sekarang kita langsung pulang saja ya..."
Dafi dan Nadya menuju tempat parkir mobil mereka yang berada di lantai bawah gedung.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏