Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.141


__ADS_3

Dedy yang merasa kesal karena hasrat yang selama ini belum terlaksana."aduh.... kenapa juga si Rahma mau mandi di kamar ini, seharusnya tadi aqu dan Siska...ih...memang si Rahma suka buat kesal orang saja"kata Dedy dalam hati sambil berpura tidur.


Sementara Siska membukakan pintu untuk Rahma."kak... boleh kan aqu mandi di sini...?"tanya Rahma pada kakaknya yang memang sudah berjanji tadi siang.


"boleh...ya sudah kamu mandi sana..."kata Siska dengan pasrah


"tapi bang Dedy enggak marah kan?kakak sudah mandi?"tanya Rahma yang memang takut pada abangnya.


"mana mungkin mas Dedy marah,kamu itu kan adik perempuan satu satunya, kamu saja duluan mandi, kakak sebentar lagi saja.mau buatkan teh untuk abang mu,tadi katanya mau teh hangat"kata Siska mencari alasan.


"oke kak... makasih ya...kok enggak dari dulu kak Siska dan bang Dedy menikah"kata Rahma sambil jalan ke kamar mandi.


Mandi di bathtub untuk pertama kalinya membuat Rahma lupa kalau lagi mandi di kamar abang dan kakak iparnya dan sudah habis teh hangat di cangkir Dedy .


"sudah satu jam mandi, kenapa Rahma lama sekali?"kata Dedy dengan kesal


"mungkin karena pertama kali jadi lupa waktu."jawab Siska.


"wih...jadi bagaimana aqu mau mandi?"tanya Dedy.


"sekali kali mengalah dengan adik,mandi di belakang saja ya..."usul Siska pada suaminya


Usulan Siska benar juga,tapi untuk apa buat toilet di kamar kalau mandi di luar juga."padahal mas mau mandi bareng kamu, terpaksa kembali ke tempat semula...nasib...nasib...ada aja halangan nya"kata Dedy ngomong sendiri tapi di dengar Siska.


Ucapan Dedy membuat Siska tersenyum dan dia berbisik pada suaminya."secepatnya kita laksanakan... mudah mudahan tidak ada yang mengganggu"kata Siska sambil menggoda suami nya.


"terima kasih sayang.. sudah pengertian dengan qu."kata Dedy sambil mengecup kening istrinya.


Dedy pun keluar kamar mau mandi sore di belakang, karena memang kosong jadi Dedy bisa cepat mandi di sana. Siap mandi pas mau masuk kamar dia berpapasan dengan mamak


.


Mamak penasaran kenapa Dedy bisa mandi di dapur sementara di kamar nya sudah ada kamar mandi."Dedy... kenapa masih mandi di belakang? sementara kamar kalian ada toilet nya"tanya mamak.


"oh...itu si Rahma mandi duluan dikamar,jadi Dedy mandi di sini aja"jawab Dedy sambil menunjuk kamar mandi belakang.


"Astaghfirullah hal'azim...itu anak... mengganggu abang dan kakak nya aja, nanti biar mamak yang ingatkan dia"kata mamak.


"enggak apa kok mak...lagian Siska enggak masalah"jawab Dedy yang berpura kasihan pada Rahma, padahal dalam hati dia senang."biar itu urusan mamak...lagian nanti kalau kalian kembali ke kota, pasti dia pindah ke kamar kalian"kata mamak dengan penuh emosi karena menggangu pengantin baru.

__ADS_1


"terserah mamak saja...tapi jangan buat dia sedih.... kasihan dia "kata Dedy yang langsung masuk ke dalam kamar sambil tersenyum karena kemungkinan Rahma tidak akan menggangu lagi setelah di nasehati mamak.


Di dalam kamar ternyata Rahma sudah selesai mandi dan sekarang Siska mandi di dalam. Dedy pun mengunci pintu kamar mereka dan mau melihat istrinya yang lagi mandi.


Pintu kamar mandi yang ternyata di kunci dari dalam."Siska... kenapa di kunci...?"tanya Dedy


"iya mas... lagian mau magrib... nanti kamu khilaf dan waktu nya enggak cukup"jawab Siska.


"buka lah sebentar saja..."kata Dedy.


Siska membuka pintu dengan memakai handuk yang melilit tubuhnya sampai paha atas."mas... nanti kamu khilaf lho..."kata Siska berbisik di telinga suaminya.


Karena Siska berbisik membuat Dedy menjadi bergairah melihat istrinya, dengan cepat dia tarik Siska dan di bawa ke tempat tidur.


Siska tidak menolak, di ikuti keinginan dari suaminya.


Siska yang sudah di tempat tidur dengan cepat di bukanya handuk istrinya bagian atas sehingga terlihat pemandangan yang indah di mata Dedy.


Siska memejamkan matanya saat Dedy bermain di bagian d*d* yang menantang, karena memang termasuk besar ukurannya.


"agh...agh...agh..."


Handuk dari lilitan tubuh Dedy pun terlepas, sehingga terlihat perut sixpack dan badan yang seksi.


Setelah di bagian d*d* turun ke bawah pusar,


Karena belum begitu t*r*n*s*n* jadi Dedy hanya mempertemukan dan saling mengenal di bagian bawah pusar tentu nya.


Siska yang melihat jam sudah menunjukkan waktu magrib mengingatkan"mas... seperti nya tidak cukup waktu nya, sebentar lagi azan"kata Siska.


"mmmmhhhhh... sebentar..."jawab Dedy karena masih konsentrasi pada bagian bawah


Tok...tok...tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka berdua


"Dedy... magrib dulu...mamak tunggu ya ...adik adik mu juga sudah menunggu"kata mamak dari luar.


Melihat Dedy yang masih serius memperkenalkan bagian bawah menuju maka Siska yang menjawab padahal dia juga sudah mulai mengingatkan lebih juga,mau enggak di jawab membuat mamak penasaran."iya...mak... sebentar lagi mas Dedy di kamar mandi"jawab Siska.

__ADS_1


"ya sudah... tolong sampaikan dengan dia"kata mamak dari luar


"iya...mak..."jawab Siska dengan setenang mungkin padahal dia juga sudah mulai terbuai oleh sentuhan suaminya.


Dedy menghentikan permainan di bagian bawah karena ingat pesan mamak."mas...malam kita lanjutkan... sudah mau magrib, belum lagi mandi"kata Siska yang mau bangkit dari tempat tidur.


"sebentar..."kata Dedy yang mencium kening istrinya.


"sabar ya..."kata Siska dengan lembut


"mmmhhh...tapi kenapa di saat kita halal dan sudah saling menerima selalu ada halangan saat mau bersatu dengan mu sayang..."kata Dedy sedikit frustasi


"sssstttt... jangan seperti frustasi begitu...anggap ini sebagai cobaan yang harus di perjuangkan"kata Siska menenangkan suaminya.


Dedy yang merasa kesal karena tertunda lagi... tertunda lagi...maka dia memegang tangan Siska"terima kasih sayang..."kata Dedy sambil mengecup tangan dan d*d* Siska yang menggoda dan membuat hasrat nya menginginkan lebih.


Siska hanya membiarkan apa yang di lakukan oleh suaminya hanya sekedar mengecup, tapi betapa kagetnya dia saat Dedy mengecup b*b*r bagian b*w*h nya."mas... sudah cukup... agh...agh...sudah mulai terdengar suara ngaji di mesjid"kata Siska dengan suara m*n*e*a* karena sebenarnya dia juga menginginkan lebih juga tapi harus di tahan, tidak tepat kondisi saat sekarang ini, apa lagi dia tinggal di tempat mertua yang Soleha.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like'... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang indah...


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2